Komunikasi Berkualitas Jadikan Anak Imun Terhadap Penyalahgunaan Narkoba

    0
    67

    Jakarta, Indonesia Bergegas.com – Komunikasi efektif itu bukan hal yang mudah dilakukan, akan tetapi dapat dilakukan dengan membangun sebuah hubungan yang berkualitas antar manusia, begitu ujar Kasandra Putranto membuka pertemuan dengan para anggota keluarga dalam melakukan sebuah upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

    Narkoba sengaja dibuat untuk menghancurkan kita, karena itulah, keluarga sebagai sebuah “pabrik” diharapkan dapat menghasilkan anak yang mampu memilih mana yang baik untuknya mana yang buruk. Remaja memiliki banyak permasalahan yang sangat kompleks, baik fisik, mental, sosial maupun spiritual dan disinilah jika kualitas hubungan antara orangtua dan remaja mengalami penurunan kualitas, maka akan terjadi penyimpangan perilaku yang mengarah pada hal-hal negatif.

    Peraturan dalam sebuah keluarga sangat penting untuk dibuat dan diberikan pemahaman kepada seluruh anggota keluarga mengenai pentingnya sebuah aturan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, begitu yang disampaikan oleh Konsultan Ahli Bidang Pencegahan BNN, Paulina G. Padmohodedojo dalam kegiatan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Keluarga Tahap II yang diadakan di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (3/03/2015).

    Tahu, mau, bisa merupakan tiga hal yang harus kita ajarkan kepada anak kita supaya anak kita tidak memiliki kualitas yang gampang dipengaruhi hal negatif.  Saat ini, status orangtua baik itu bekerja atau tidak bekerja yang menentukan bagaimana anak akan terbentuk adalah seberapa jauh orangtua melakukan komunikasi dengan anak supaya anak dapat memahami bagaimana harus berperilaku, karena kita tidak dapat selalu memantau setiap waktu apa yang dilakukan oleh sang anak, tambah Paulina.

    Selain itu, A. Kasandra Putranto, salah seorang Psikolog ternama yang juga hadir sebagai narasumber dalam giat tersebut menyampaikan bahwa seringkali kita sebagai orangtua tidak menyadari bahwa kita punya kebiasaan untuk memberikan contoh perilaku kurang baik dengan menyuguhkan tontonan yang kurang menuntun. Saat anak terjerat narkoba atau bahkan melakukan pergaulan bebas, kadang orangtua merasa bingung kenapa hal itu terjadi, padahal disitulah pentingnya komunikasi dalam keluarga.

    “Pentingnya dalam suatu keluarga untuk memiliki budaya dan peraturan, salah satunya komunikasi yang berkualitas agar anak tahu secara sadar bahwa lingkungan dimana ia berada yang akan membentuk anak tersebut untuk menjadi baik dan imun terhadap penyalahgunaan narkoba, missal ketika ia diperhadapkan dengan pergaulan bebas dan tawaran mengkonsumsi atau menyalahgunakan narkoba, maka anak dapat mempunyai keterampilan menolak terhadap barang tersebut”, tambahnya.

    Anak adalah bagaikan kertas putih atau dalam kata lain refleksi dari orangtuanya, dan tidak menutup kemungkinan anak menjadi refleksi dari lingkungan sekitarnya. Karena itulah sebagai orangtua kita dapat berperan untuk mendidik dan mengasuh anak sesuai dengan kondisi moral dan sosial.

    Menghadapi kondisi era globalisasi di depan mata, sehingga anak itu diharapkan di bekali keterampilan supaya dapat berperan sesuai dengan persaingan jaman di depan, dan bisa membuat pilihan untuk tidak mengambil jalan pintas dengan menyalahgunakan narkoba. (ev_oen)

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here