Kampanye Anti Narkoba dengan Family Gathering

    0
    64

    Selasa, 6 Mei 2014, JAKARTA – Pencegahan Penyalahgunaan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tidak selamanya dilakukan melalui penyuluhan atau diskusi.  Kampanye narkoba bagi komunitas keluarga, efektif dinilai melalui kegiatan silahturahmi atau Family Gathering.

    Hal ini dilakukan Ikatan Alumni SMA Negeri 49 (Iluni SMAN 49) Jakarta Selatan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), Minggu (4/5), di Bumi Perkemahan Rangunan Jakarta. Tengku Chaerul Wisal, salah seorang alumni, mengatakan, tugas menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba perlu melibatkan para pihak dengan pembagian peran yang jelas.

    Selain ajakan membentengi keluarga dari narkoba, Family Gathering yang di gelar Iluni SMAN 49 Jakarta menjadi wadah juga mencari kiat-kiat strategis menangkal keluarga dan generasi muda dari jerat mautnya. Menurut Chaerul, pola ini dianggap baik dan keluarga besar alumni dapat mengetahui secara dini, serta upaya menghindar jika ditawari narkoba.

    ‰ÛÏUntuk itu, Iluni SMAN 49 berupaya melakukan penanggulangan narkoba di lingkungan keluarga, karena anggota keluarga termasuk salah satu sasaran pengedar dan bandar  narkoba sehingga perlu di bentengi,‰Ûujarnya.

    Dari situ dapat dikenali bila keluarga, atau tetangga, yang terkena narkoba. Selain itu, sambung Chaerul, memahami langkah yang harus dilakukan sebagai upaya penyelamatan.

    Sementara Kasubdit lingkungan Kerja dan Masyarakat BNN Dik Dik Kusnadi mengatakan, hingga saat ini upaya paling jitu menangkal penyalahgunaan narkoba pada anak-anak dan remaja adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan narkoba.

    ‰ÛÏKeluarga sebagai unit kecil dalam masyarakat merupakan wadah utama dalam proses sosialisasi anak menuju kepribadian yang dewasa. Keluarga adalah benteng utama yang dapat mencegah anak-anak dan remaja dari masalah narkoba. Pencegahan penyelahgunaan narkoba seharusnya dimulai dalam keluarga,‰Û kata Dik Dik.

    Terkait korban penyalaguna narkoba, dirinya berharap, Iluni SMAN 49 Jakarta dapat menjadi kepanjangan tangan BNN untuk  menyampaikan kepada masyarakat bahwa korban penyalahguna narkoba sebaiknya di rehebilitasi dari pada di penjara. Melalui cara lapor diri kepada Istitusi Penerima Wajib lapor (IPWL) yang berada di rumah sakit dan puskesmas. (pas)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here