REAN.id diperkenalkan Dalam DISKO

Rean.id dengan tagline #isidengankarya menjadi pengalihan remaja maupun milenial dalam mengisi waktu luangnya  agar terhindar dari hal-hal negatif dimana penyalahgunaan narkoba ada di dalamnya dan sangat rentan pengaruhnya.

Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN)  Irjen Pol. Drs. Anjan Pramuka Putra. SH. M.Hum mengisi Podcast DISKO (Diskusi Psikologi) di KBR Prime, di Jakarta Selasa 9/05/2020. Dalam wawancaranya, Deputi Pencegahan membahas tentang Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN.id) yang merupakan platform digital kreasi anak muda untuk dapat menjadi wadah ilmu dalam mencari referensi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. REAN.id berisi bermacam konten dalam bentuk fotografi, video, artikel, dan musik. Dan tak kalah menarik, di REAN.id juga terdapat e-book serta berbagai macam konten lainnya yang informatif dan edukatif.

“Karya–karya yang masuk cukup variatif. Misalnya poster hidup sehat serta poster-poster tentang bagaimana cara mencegah narkoba. Ada juga artikel yang sangat bermanfaat karena berisi tentang informasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Di REAN.id juga banyak terdapat berbagai tips yang dapat diaplikasikan bagi remaja dalam kehidupannya sehari-hari” ungkap Deputi Pencegahan ketika ditanya tentang karya apa saja yang sudah masuk di REAN.id.

Anak muda dipilih menjadi sasaran karena anak muda cenderung sangat kreatif. Mereka lebih suka mendengarkan masukan dari rekan sebaya sehingga memungkinkan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba ini dapat diterima.

Konten yang dipublish sudah melalui filter editor dan approve pihak Badan Narkotika Nasional. Konten-konten yang terpublish menjadi bagian kepedulian dan sosialisasi dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba.

Apresiasi terbesar bagi para user yang turut berkarya di rean.id adalah terselamatkannya anak bangsa dari penjajah tanpa wajah yaitu narkotika.

Kalau lo pake narkoba, lo dihadapkan sama dua pilihan; sakit jiwa atau mati!

Podcast yang berdurasi 20 sampai 30 menit ini dapat di dengarkan di www.kbrprime.id dan podcast Disko dalam platform digital musik spotify.(Aya)

Deputi Pencegahan Terima Hasil Karya Lomba Poster Bertema Pencegahan Anti Narkoba dari BNNK Purbalingga

Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Sudirman S.Ag menyerahkan masker dan poster kepada Deputi Bidang Pencegahan. Poster dan Masker yang diserahkan kepada Deputi Pencegahan merupakan hasil pemenang dari lomba yang di selenggarakan oleh BNNK Purbalingga.

Menurut Sudirman tema yang diangkat pada lomba tersebut adalah “Tolak Narkoba da Waspada Corona:. Selain lanjut Sudirman lomba tersebut merupakan merespon BNNK Purbalingg terhadap penyebaran virus Covid 19. Masker tersebut juga di bagikan kepada masyarakat Purbalingga ujar Sudirman.

Deputi Pencegahan, Drs. Anjan Pramuka Putra, SH. M.Hum saat menerima masker dan poster mengapresiasi hal tersebut dan meminta Kepala BNNK Purbalingga untuk terus berinovasi dalam penyampaikan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat.

BNNP Papua Barat Ajak Gerakan Pramuka Jaga Tanah Papua dari Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Papua Barat menghadiri Rapat Kerja Daerah III, Gerakan Pramuka Papua Barat di  Pusdiklatda Arowi, Manokwari, Jumat 14/02/2020.

Hadir sebagai Narasumber sebagai Kabid Pencegan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Papua Barat drg. Indah Perwitasari. Dalam Paparannya Indah menjelaskan tentang kondisi darurat narkoba yang terjadi di Indonesia. Menurutnya banyak anak bangsa khususnya generasi mudah yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Dia berharap anggota Pramuka ikut serta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“saya mengajak kita semua ikut terlibat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Kita jaga tanah Papua dari narkoba” ujar Indah

Peserta terdiri dari  60 orang pengurus cabang Gerakan Pramuka Se Papua Barat. Peserta antusias mengikuti paparan yang sampaikan oleh BNNP Papua Barat dengan mengajukan pertanyaan dan saran untuk menjaga tanah papua dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Lebih lanjut Indah mengatakan kondisi darurat narkoba mengharuskan kita untuk lebih serius dalam menyikapa persoalan penyalahgunaan narkoba. Peredaran narkotika yang terjadi lanjut Indah diakibatkan oleh ketidaktahuan dan ketidakpahaman terhadap jenis, bahaya serta aspek hukum yang akan dihadapi nantinya ujar Indah.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini Pramuka dapat menjadi generasi yang mampu menjadi perpanjangan tangan BNN dalam menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada masyarakat. (Edit Oscar)

BNNP Kaltim Manfaatkan Arena CFD Sosialisasi Bahaya Narkoba

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan penyampaian infomasi bahaya penyalahgunaan narkoba melalui Car Free Day (CFD) Minggu 16/02/ 2020 di GOR Madya Sempaja Samarinda.

Hadir dalam kegiatan ini Kabid P2M, Kasi Pencegahan, serta Penyuluh Narkoba di lingkungan BNNP Kaltim. Peserta kegiatan mencapai  200 Orang yang merupakan warga masyarakat samarinda dan sekitarnya yang melalukan kegiatan olahraga maupun berwisata belanja di Kawasan GOR Madya Sempaja.

Dalam kegiatan ini para penyuluh narkoba BNNP Kaltim memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan keadaan penyalahgunaan narkoba di Provinsi Kalimantan Timur. Penyuluh BNNP Kaltim mengajak masyarakat untuk terus menerapkan gaya hidup sehat, salah satunya dengan menjauhi narkoba.

Selain itu para penyuluh juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar bersikap tegas terhadap godaan penyalahgunaan narkoba.

“apabila ada tawaran untuk menggunakan narkoba maka harus ditolak” ujar penyuluh BNN Kaltim.

Memalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Kaltim lebih tanggap dan sadar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Salah satunya adalah mengoptimalkan peran keluarga upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. (BNNP Kaltim)

Nagari Bersinar Diharapkan Menjadi Program Unggulan Di Sumatera Barat

BNNP Sumatera Barat memberikan pembekalan Nagari Bersinar kepada Perwakilan Dinas Kabupaten dan Provinsi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa 5 September 2019 bertempat di Hotel Grand Zuri yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian Desa (Kemendes). Pada kesempatan ini hadir sebagai narasumber Kabid P2M BNNP Sumbar dan Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur. Dalam pemaparannya Kabid P2M berharap Program Nagari Bersinar, menjadi formula yang mujarab untuk pencegahan yang efektif, karena dengan pola dari Nagari untuk Nagari dengan cara membentuk relawan dan penggiat anti narkoba di Desa/Kelurahan/Nagari secara masif, diperlukan pendekatan yang langsung menyentuh akar rumput.
Melalui pola tersebut diharapkan pemahaman masyarakat bertambah melalui sosialisasi, memantau kebiasaan masyarakat dan mengarahkan kepada kegiatan yang positif, serta memiliki kemampuan untuk menjangkau dan membawa para korban penyalahgunaan ke Balai Rehabilitasi yang dirujuk BNN.
Dengan sinergi antara BNN dengan Kemendes dan Kemendagri, diharapkan pola aksinya lebih terarah dan memperoleh hasil yang optimal, serta angka prevalensi semakin lama semakin menurun. Hingga lajunya mampu dikendalikan dan penyalahguna semakin menurun hingga hilang.

BNNK Deli Serdang Mengajak Ibu-Ibu PKK Berperan Aktif Dalam Upaya Pencegahan Narkoba

BNNK Deli Serdang melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba di Kecamatan Sibiru-biru pada Rabu (4/9) di Kantor Kepala Desa Namu. Hadir dalam sebagai narasumber kegiatan ini adalah Tiarlina Manik, SH, Kepala Seksi P2M BNNK Deli Serdang. Kegiatan ini juga dihadiri seluruh Kepala Desa dan Pengurus PKK se-kecamatan Sibiru-biru.
Sosialisasi ini adalah salah satu upaya dalam menekan peredaran gelap Narkoba di Deli Serdang khususnya kecamatan Sibiru-biru, Tiarlina mengatakan bahwa peran serta para ibu-ibu sangat dibutuhkan dalam kelangsungan rumah tangga khususnya anak-anak, yang dimana narkoba sudah sangat marak dan merasuki anak-anak kita. Pada sosialisasi tersebut ibu-ibu dihimbau untuk rangkul, ikuti dan tuntun anak kita kemana arahnya dan jika sudah terindikasi segera laporkan ke BNN agar direhabilitasi, agar para ibu jangan takut atau malu untuk melaporkan jika ada keluarga yang terindikasi lebih baik mencegah daripada mengobati.
Peran serta ibu PKK sangat penting untuk mencegah juga dapat menjadi penyuluh Anti narkoba dan juga sebagai perpanjangan tangan BNN dalam mengedukasi Masyarakat tentang bahaya narkoba serta mengajak seluruh masyarakat khususnya kabupaten Deli Serdang untuk bersama-sama bergerak memberantas Narkoba untuk menuju masyarakat sehat dan bersih dari narkoba.

360 Desa di Kabupaten Cianjur Deklarasi Desa Bersih Narkoba

Dalam rangka melawan peredaran gelap narkoba, Pemda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggelar deklarasi Desa Bersih Narkoba (BERSINAR). Total 360 desa se-kabupaten Cianjur hadir dan siap mendukung gerakan Desa Bersinar.

Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman mengajak Kepala Desa dan Lurah yang hadir agar segera menjalankan Program Desa Bersinar dengan mencontoh 9 Desa dan Kelurahan yang menjadi Pilot Project. Selain itu, Plt Bupati juga memerintahkan para Camat untuk berkoordinasi dengan instansi terkait seperti swasta, lembaga pendidikan dan masyarakat untuk mendukung gerakan Desa Bersinar.

Pada kesempatan yang sama, kepala BNN RI Drs. Heru Winarko (HW) mengatakan bahwa Deklarasi Desa Bersinar adalah bentuk perlawanan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Deklarasi adalah simbol tapi yang terpenting adalah masyarakat melaksanakan langkah nyata dalam penanggulangan narkoba”. Diharapkan setelah deklarasi ini ada tindakan nyata dari 360 Desa dan Kelurahan khususnya dari 9 Pilot Project Desa Bersinar sehingga dapat mengurangi angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba untuk mewujudkan Cianjur Lebih Maju Agamis Tanpa Narkoba ujar HW.

Pelaksanaan Deklarasi Serentak 360 Desa dan Kelurahan Desa Bersih Narkoba dengan melibatkan Para Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa dan Lurah Se-Kabupaten Cianjur

Turut hadir Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Deputi Pencegahan BNN, Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Direktur Narkoba Polda Jabar, Perwakilan Kementerian Desa, Bupati Cianjur, Bupati Kabupaten Sukabumi, Walikota Depok, Bupati Purwakarta dan jajaran Forkopimda Kabupaten Cianjur.

Disela-sela acara juga diluncurkan aplikasi SIPAREL (Sistem Pelaporan Relawan) yang memudahkan para relawan di seluruh Indonesia melaporkan kegiatan mereka kepada BNN secara online. Melalui aplikasi tersebut, BNN dapat memonitor dan melihat kegiatan para relawan guna kepentingan informasi dan evaluasi. (edit oscar)

Menjaga NKRI Agar Bebas dari Penyalahgunaan Narkoba dan Peresmian Videotron BNN di Universitas Trisakti

Jakarta, Cegahnarkoba – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Budi Waseso memberikan kuliah umum dengan tema “Perang Melawan Narkotika Agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Bebas dari Narkotika”, kepada 300 perwakilan mahasiswa dari berbagai Universitas se Jabodetabek dan di luar Jabodetabek  di Kampus Reformasi Universitas Trisakti, Senin (15/5).

Dalam Kuliah umumnya, Budi Waseso berharap agar mahasiswa Indonesia saat ini tidak usah takut untuk membantu BNN dalam memerangi narkotika yang sudah kian pesat tersebar diberbagai wilayah Indonesia dari kota-kota besar maupun wilayah terpencil Indonesia .

“Rekan-rekan mahasiswa harus memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun diri sendiri, tidak ada yang dapat berhasil dalam menggunakan narkotika, yang ada malah kehancuran, maka dari itu, kita sebagai mahasiswa/i Indonesia harus konsisten dalam diri agar tidak terkena dampak dari narkotika “ ujur Budi Waseso.

Budi Waseso berharap agar semua instansi – instansi pendidikan memberikan arahan atau peringatan yang tegas kepada para mahasiswa agar para mahasiswanya tidak berani dalam mennggunakan barang haram tersebut, seperti dengan diadakannya tes urine disetiap kenaikan semester seperti yang dilakukan instansi – instansi pendidikan di Semarang, hal seperti itu diterapkan agar mahasiswanya sadar bahwa, narkotika itu benar-benar merugikan diri sendiri dan juga bangsa.

“Siapapun yang terkontaminasi menggunakan narkotika, akan membuat kerusakan permanen di sel otaknya dan tidak akan bisa sembuh seperti dulu, sebelum dia menggunakan narkotika, maupun mereka di rehabilitasi tidak akan bisa menyembuhkan sel – sel yang sudah rusak itu, walapun mereka sudah bersih dari narkotika“ ujur Budi Waseso.

Lebih lanjut Budi Waseso berharap agar siapapun nanti, dari mahasiswa ataupun masyarakat Indonesia harus bergotong royong dalam membantu BNN memerangi bahaya penyalahgunaan narkotika yang sudah banyak beredar di sekitar kita.

Acara dilanjutkan dengan peresmian videotron BNN di Universitas Trisakti, bertujuan sebagai tontonan edukasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta informasi bagi pengguna jalan yang melintas di sekitar kampus Trisakti yang dilaksanakan di depan gedung utama Universitas Trisakti. (Yaser_edit Yul)

#stopnarkoba

Budi Waseso : Perangi Narkoba di Dunia Pendidikan

Jakarata, Cegahnarkoba – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Budi Waseso mengajak mahasiswa Universitas Trisakti dalam membantu memerangi narkotika yang sudah banyak beredar di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa di acara Penandatanganan Kerjasama BNN dengan Universitas Trisakti.

Deputi Bidang Pencegahan Irjen Pol. Ali Johardi menyerahkan hasil penandatanganan kerjasama BNN Ke Universitas Trisakti yang diterima oleh Dr. Hein Wangania, Wakil Rektor 3 Universitas Trisakti.

“Kerjasama kali ini, mengharapkan mahasiswa senantiasa membantu BNN dalam memerangi narkotika yang sudah kian marak dilingkungan instansi pendidikan, selain itu juga, Mahasiswa diharapkan bisa membantu dalam mengkampanyekan anti narkoba kepada seluruh rakyat Indonesia dan tidak hanya mahasiswa saja, semua seluruh rakyat Indonesia mau bekerjasama dalam memerangi narkotika agar terciptanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bebas Narkotika”, kata Komjen Pol. Budi Waseso di aula Kampus Trisakti, Senin (15/5).

Lebih lanjut, Komjen Pol. Budi Waseso menyampaikan dihadapan 300 perwakilan mahasiswa Trisakti, Mercu Buana, Trilogi, STIKOM The London School of Public Relations – Jakarta (LSPR), Komite Mahasiswa Anti Narkoba dan Obat Terlarang (KOMANDO) dan Tujuh belas Agustus bahwaPeperangan dalam melawan peredaran narkotika yang sampai saat ini sudah banyak sekali memakan korban, tidak hanya orang dewasa, melainkan anak-anak, narkoba yang sudah beredar ke semua wilayah Indonesia dari kota-kota besar waupun wilayah terkecil Indonesia. Perang melawan narkotika terus menerus dilkukan oleh BNN dan peredaran narkotika bahkan sudah masuk ke dalam intansi- instansi pendidikan. (Yaser_edit Yul)

#stopnarkoba

BNN Kota (BNNK) Kuningan dan RRI Cirebon Kampanyekan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

Cegahnarkoba – Kuningan prihatin dengan keadaan darurat narkoba di Indonesia khususnya wilayah ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka,  Kuningan),  RRI Cirebon menghadirkan BNN KOTA (BNNK) KUNINGAN untuk menginformasikan Pencegahan, Pemberantasan Penyelahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Rabu (19/4) di ruang pro 1 Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Cirebon.

Acara yang  bertajuk strategi pencegahan dan pemberdayaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini menghadirkan narasumber Edi Heryadi, M.Si selaku kepala BNNK Kuningan dan Agus Mulya Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat didampingi oleh penyuluh Novy Khusnul Khotimah.

Menurut Edi, penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah tinggi. Di Jawa Barat sendiri sudah mencapai prevalensi 2,42% dari 45 juta penduduk. Sehinga perlu penanganan yang segera terutama partisipasi dari berbagai elemen masyarakat mulai dari pemerintah, pendidikan, swasta, dan masyarakat secara umum.

Dari acara yg berlangsung sejak pukul 09.00 sampai dengan 10.00 WIB ini memancing dialog interaktif pendengar yang menanyakan ketakutan lapor untuk rehabilitasi karena takut ditangkap polisi.

Edi menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika pasal 54 yaitu Penyalahguna yang lapor secara suka rela tidak dipenjara  berbeda jika tidak melaporkan diri malah bisa dipenjara.

Sebelum acara berakhir Edi menyampaikan 6 (enam) pesan dari Presiden Joko Widodo antara lain :

  1. Sektor, seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, harus bergerak bersama, bersinergi. “Semua kementerian lembaga menghilangkan ego sektoral, semuanya keroyok rame-rame.
  2. Nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba. “Tapi juga penanganan hukum itu harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi pada jaringan-jaringan yang terlibat
  3. Tutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba ini sudah merasuk ke mana-mana. “Tutup celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan maupun Di bandara maupun di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di negara kita.
  4. Presiden meminta agar kampanye kreatif bahaya narkoba terus digaungkan terutama untuk kalangan muda.
  5. Perlu ditingkatkan pengawasan yang ketat pada lapas sehingga Lapas tidak dijadikan pusat penyebaran dan peredaran narkoba. “Sudah saya sampaikan kepada Kepala BNN bahwa pengawasan yang sangat ketat terhadap Lapas, terutama Lapas narkoba itu betul-betul harus dilakukan
  6. Terkait rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba. program rehabilitasi harus berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba bisa betul-betul terputus.(NK)

#stopnarkoba