Deputi Pencegahan BNN: Keluarga Garda Terdepan Mewujudkan SDM yang Unggul juga Benteng Utama Memerangi Penyalahgunaan Narkoba

Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat mengadakan Seminar Online dengan tema “Memperkokoh Ketahanan Keluarga dari Bahaya Penyalahgunaan Narkoba” (19/05/20) melalui video pertemuan virtual.

Lebih dari 170an peserta dan berbagai komunitas ikut bergabung seminar ini.

Narasumber yang hadir melalui virtual ini antara lain Deputi Pencegahan BNN, Irjen Pol Anjan Pramuka Putra SH., M.Hum, Direktur Peran Serta Masyarakat Deputi Pemberdayaan Masyarakat Brigjen Pol Drs. Mohamad Jupri, MM, Kepala BNN Jabar Brigjen Pol Drs. Sufyan Syarif, M.H., Rektor UNPAS (Ketua Artipena) Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom, dan Kepala Perwakilan BKKNN Prov Jabar Drs Kusmana. Para narasumber yang berkompeten dibidangnya ini dalam seminar dimoderatori ini oleh Dr. Eki Baihaqi, M.Si dari Dosen Pasca Sarjana UNPAS.

Deputi Pencegahan BNN, Irjen Pol Drs Anjan Pramuka Putra berkesempatan mengisi pertama dalam urutan penyaji seminar online ini, dengan mengambil tema: “Membangun Keluarga Berkualitas Guna Mewujudkan Ketahanan Keluarga”.

Disampaikan bahwa Keluarga adalah garda terdepan untuk mewujudkan manusia yang unggul sebagaimana arahan presiden RI, dan tentunya keluarga menjadi benteng terdepan juga dalam memerangi segala bentuk penyalahgunaan narkoba yang menyasar anggota keluarga terutama anak dan remaja.

Jenderal bintang dua ini menggambarkan bagaimana membentuk ketahanan keluarga dengan cara : Komunikasi antara hubungan orang tua dan anak yang hangat dibangun melalui komunikasi yang efektif.

Komunikasi yang efektif dapat mendorong keterampilan pengasuhan bagi orang tua sehingga disini peran orang tua dapat lebih dominan untuk membuka komunikasi dengan anak.

Kualitas orang tua yang dibentuk untuk mendukung ketahanan keluarga disampaikan dengan lugas oleh Bapak yang putrinya sedang kuliah di salah satu universitas negeri di Yogyakarta ini. Anjan menyampaikan bagaimana orang tua dapat terus memotivasi anak dengan hal yang positif, sehingga orang tua perlu memahami perkembangan anak, memahami diri ketika anak mengalami stres, dan bagaimana mengubah perilaku agresif dan tekanan teman sebayanya.

Orang nomor 1 di jajaran Deputi bidang Pencegahan ini mengupayakan untuk mempromosikan pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba secara massive dengan cara menekan laju angka penyalahguna coba pakai, salah satunya adalah melalui intervensi ketahanan keluarga.

Program yang telah dilaksanakan uji intervensi di tahun 2018 ini bekerja sama dengan UNODC dan UNJ dalam pelaksanaannya. Bahkan disampaikan dalam seminar hasil pelaksanaan hasil intervensi ketahanan keluarga pada tahun 2018 itu, Myanmar menyampaikan akan mengadopsi program ini untuk dilaksanakan di negaranya.

Selain itu, dalam pemaparannya Deputi Pencegahan di ruang Social Media Center menguraikan bagaimana perkembangan New Psycoactive Substance (NPS) yang cukup banyak di dunia sekitar 892 jenis, dan perkembangan telah masuknya tambahan 1 jenis yang terdaftar di Permenkes sehingga menjadi 73 jenis.

Hal senada juga diilustrasikan berbagai perkembangan penyalahgunaan narkoba pada anak-anak. Pada akhir sesi pemaparannya Anjan mengharapkan anak dan keluarga dikuatkan dengan kualitas diri dan kualitas keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

BNN Gelar Seminar Nasional Pengembangan Model Intervensi Keluarga Anti Narkoba

Direktorat Advokasi Deputi Bidang Pencegahan mengadakan Seminar “Hasil Pelaksanaan Rumusan Pengembangan Model Intervensi Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Dalam Rangka Prioritas Nasional” di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (18/12). Acara dihadiri oleh Kepala BNN RI Komjen Pol Drs. Heru Winarko, S.H, Direktur Jenderal Pendidikan Usia Dini & Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar. Acara ini juga menghadirkan 4 (empat) narasumber yaitu Deputi Pencegahan BNN Irjen Pol Drs Anjan Pramuka, SH, M.Hum, Ketua Pengkaji Modul Ketahan Keluarga DR. Aip Badrujaman, M.Pd, Pemerhati Anak Seto Mulyadi dan Praktisi Parenting Melly Kiong, serta lebih dari 200 peserta terdiri dari kementerian & lembaga terkait, perwakilan UNODC Indonesia, fasilitator kegiatan intervensi, mahasiswa dan para stakeholder lainnya.

 

 

Acara dimulai dengan sambutan & pembukaan seminar oleh Kepala BNN yang berpesan agar keluarga harus menjadi benteng utama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Para orang tua juga diharapkan untuk menjaga komunikasi dengan anak-anak dan menjaga keharmonisan keluarga agar anak jauh dari penyalahgunaan narkoba. Harris Iskandar dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan di Indonesia mulai diarahkan untuk mengembangkan kapasitas dan kompetensi yang dimiliki setiap anak. Harris juga berharap agar orang tua harus dapat berperan aktif dalam tumbuh kembang anak.

Seminar dilanjutkan dengan diskusi panel oleh para narasumber dengan moderator Mirabai Bhana. Dalam diskusi ini Deputi Pencegahan BNN menyampaikan bahwa di era digital ini pencegahan penyalahgunaan narkoba bisa dilakukan oleh siapa saja dari smartphone mereka. Baru-baru ini baru saja diluncurkan REAN.id, platform yang ditujukan agar kaum milenial membuat sendiri konten pencegahan penyalahgunaan narkoba.  penyampaian Executive Summary Implementasi Model Ketahanan Keluarga di Provinsi Jawa Barat Dan Jawa Timur oleh Dr Aip Badrujaman, Pemerhati Anak Keluarga Seto Mulyadi menyampaikan materi “Orang Tua Sebagai Benteng Pertama Pencegahan Narkoba pada Anak” dan, “Memaknai Kebersamaan dalam Keluarga” oleh Melly Kiong.

Diharapkan dengan adanya seminar ini untuk menguatkan keluarga sebagai institusi terdepan untuk membangun generasi bangsa melalui rumah dengan hati & cinta, serta keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah segala pengaruh buruk dari lingkungan sosial serta mempunyai ikatan kuat antara semua anggota keluarga agar kecil kemungkinan untuk jatuh dalam penyalahgunaan narkotika.