Direktur Informasi dan Edukasi BNN Paparkan Data Pecandu Narkoba Didepan Mahasiswa Baru Seluruh Indonesia

Kementrian Pertahanan Republik Indonesia melului Dirjen Potensi Pertahan menggelar kegiatan Rapat Koordinasi tentang Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi mahasiswa baru di seluruh Indonesia di Hotel Raffles, Jakarta Pusat, kamis 10/6/2021.

Hadir sebagai nasasumber perwakilan dari Kementrian Agama, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, Kemetrian Komunikasi dan Informatika, Polri, Direktur Pencegahan, Deputi Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Direktur Informasi dan Edukasi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Forum Rektor Penguat Karakter bangsa.

Dalam sambutannya Dirjen Potensi Pertahanan, Kementrian Pertahanan Mayjen Dadang Hendrayuda mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan untuk membangun kerjasama dalam melindungi generasi muda dari doktri-doktrin yang merusak seperti radikalisme, penyalahgunaan narkotika dan pornografi.

“Mahasiswa tidak hanya dikenalkan dengan dengan kegiatan adekemik, tetapi juga wawasan kebangsaan dan bela negara agar memiliki sikap mental dan karakter yang kuat, ulet, tangguh jujur dan peduli ujar” Dadang Hendroyuda.

Kaitanya dengan rakoord, Mayjen Dadang Hedrayudo mengutip Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 dimana Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara ujarnya.

Saat ini narkoba ada dimana mana. Banyak sekali kita jumpai. Dan yang menjadi sasaran adalah generasi muda ujarnya.

Hal ini penting dilakukan untuk membentengi dan penyelamatkan calon intelektual muda sebagai generasi emas yang akan membawa Indonesia menjadi negara maju yang bermartabat yang mampu bersaing dengan negara-negara lain di dunia.

Sementara itu Direktur Informasi dan Edukasi, Deputi Bidang Pencegahan BNN, Drs. Iman Soemantri.M.Si mengatakan tentang pentingnya kesadaran generasi muda menghindari penyalahgunaan narkoba.

Diawal paparannya Iman menunjukan data penyalahguna narkoba dimana di dominasi oleh generasi muda berusia berusia 24 – 49 tahun dan sebagian besar penggunanya adalah laki-laki. Ironisnya hanya 4,6% penyalahguna yang menjalani rehabilitasi papar Iman.

Tantangan saat ini lanjut Iman adalah munculnya narkotika jenis baru yang didesain  menyerupai narkotika yang telah ada seperti ganja, kokain, ekstasi, dan lysergic acid diethylamide (LSD).

Iman menjelaskan faktor pemicu seseorang menjadi pecandu narkoba adalah faktor diri, lingkungan dan ketersediaan narkoba.

Adapun upaya mencegah penyalahgunaan narkoba adalah generasi muda harus mampu berkomunikasi yang efektif untuk menolak dan turut aktif dalam memberikan pengaruh positif kepada teman dan lingkungan tutup Iman. (Oscar)

 

BNNP Banten dan Pemprov Banten Kerjasama Dalam Pelatihan Relawan dan Agen Pemulihan

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten bekerjasama dengan Pemerintan Daerah Provinsi Banten menggelar pelatihan pembentukan Relawan dan Agen Pemulihan dalam mewujudkan Desa dan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) di Provinsi Banten. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu 18/09/2019.

 

Kegiatan Tatap Muka Kepala BNN RI dengan Forkopimda Provinsi/Kabupaten/Kota serta Komponen Masyarakat dalam rangka Pelatihan pembentukan Relawan dan Agen Pemulihan dalam mewujudkan Desa/Kelurahan Bersinar di Provinsi Banten. Pada kesempatan tersebut hadir Gubernur Banten Dr. H. Wahidin Halim sebagai bentuk dukungan terhadap Program Desa Bersinar.

Kepala BNN Drs Heru Winarko menyerahkan Buku Awas Narkoba Masuk Desa, Replika Narkotika Sintesis dan Kopi Gayo yang hasil Pemberdayaan Alternatif BNN RI di Aceh kepada Gubernur Banten.

Kepala BNN berharap kerjasama antara BNN dan Pemprov Banten bisa melindungi masyarakat dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan juga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang pelaksanaan P4GN antara BNNP Banten dengan Korem 064/MY, Dispora Provinsi Banten, Untirta, Unbaja dan Krakatau Posco.

 

 

 

 

Menuju Desa Bersinar, BNNK Deliserdang Sosialisasi P4GN Kepada Masyarakat

Dalam rangka Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar), BNNK Deliserdang menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelab Narkoba (P4GN) dan deteksi dini melalui tes urine kepada 42 warga kelurahan Lubuk Pakam Pekan Selasa, 10 September 2019.

Kegiatan dihadiri oleh Camat Lubuk Pakam, Kurnia Boloni Sinaga SSTP, Kepala Seksi P2M BNNK Deliserdang, Tiarlina Manik SH beserta tim, Lurah Lubuk Pakam Pakam, M. Taufik Tarigan SSTP, Bhabinkamtibmas Lubuk Pakam Pekan, Aiptu Zulfazli, Babinsa Lubuk Pakam Pekan, Ibrahim S. dan para Kepling Kelurahan Lubuk Pakam

Dalam pemaparannya, Kasie P2M BNNK Deliserdang Tiarlina Manik SH, mengatakan pentingnya upaya pencegahan untuk menciptakan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba).

Faktanya saat ini di Deliserdang tak ada kepala desa/lurah yang berani mengatakan desa/kelurahannya bersih narkoba. Untuk itu, segenap unsur dalam Kelurahan harus bersatu dan bergandengan tangan melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Sebagai wujud komitmen juga dilaksanakan tes urine kepada peserta sosialisasi. Lurah Lubuk Pakam Pekan, M. Taufik Tarigan SSTP memberi contoh kepada warganya dengan menjadi peserta pertama yang diambil sampel urinenya. Total ada 42 warga yang terdiri dari Lurah bersama staf-stafnya, semua Kepala Lingkungan (Kepling), bersama tokoh pemuda, agama dan masyarakat yang melaksanakan tes urine. Hasilnya semua peserta dinyatakan negatif (tidak terindikasi narkoba).

Di akhir acara Lurah meminta komitmen untuk menjadikan Lubuk Pakam Pekan sebagai Kelurahan Bersinar. Secara bersama-sama mereka membacakan ikrar kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.

Kepada peserta juga dibagikan brosur tentang Komitmen Mewujudkan Lubuk Pakam Pekan Bersinar beserta Call Center BNNK Deliserdang untuk diserbarluaskan kepada semua warga.

edit: oscar

 

 

 

 

 

 

 

 

BNN Perkuat Ketahanan Diri Masyarakat Dengan Melibatkan Relawan Anti Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) gencar melakukan upaya pencegahan dengan tujuan meingkatkan ketahan diri masyarakat menokan penyalahgunaan narkoba.

Saat ini jelas terlihat modus peredaran gelap narkoba mengincar daerah terdepan indonesia khususnya daerah perbatasan dan pesisir. Deputi Bidang Pencegahan melakukan riset di tahun 2018 bahwa ketahanan diri di beberapa Provinsi cukup rendah. Dimana salah satu provinsinya adalah Aceh. Oleh karena itu, BNN melakukan rekrutmen relawan anti narkotika yang akan membantu pemerintah untuk mendukung dan berperan serta dalam melaksanakan program Pencegaha Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap narkoba (P4GN).

BNN menetaplan 50 orang yang terpilih dari berbagai kabupaten di Provinsi Aceh dan telah dilakukan asistensi selama 2 hari pada  30 dan 31 juli 2019.

Tidak menunggu lama, pada  1 Agustus 2019, beberapa relawan melakukan audiensi dengan ibu Darwati A Gani istri gubernur yang juga terpilih sebagai anggota DPDR Aceh yang akan memperjuangkan dari bidang kesehatan sehingga dapat meminimalisir adanya penyalahgunaan narkoba di Provinsi Aceh.