Cegah Narkoba, BNNK Tanjung Pinang Tingkatkan Daya Tangkal Masyarakat

Badan Narkotika Nasional Kota Tanjung Pinang melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi terkait dengan semakin maraknya penyalahgunaan narkoba dalam masyarakat.

Jumat 17/07 BNNK bersama para relawan setempat menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat kelurahan Tanjung Unggat, Kepulauan Riau.

Yang menjadi sasaran sosialisasi adalah para ASN dan kelompok kerja di kelurahan Tanjung Unggat. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara bidang pencegahan BNNK Tanjung Pinang dan Relawan yang telah dibentuk dan memiliki tugas membantu BNN dalam penyampaikan pesan bahaya pernyalahgunaan narkoba kepada masyarakat.

Adapun unsur unsur yang terlibat pada relawan anti narkoba di BNNK Tanjung Pinang adalah perawat puskesmas, warga, Babinsa, babinkamtibmas dan RT serta RW setempat.

Tempat-tempat yang menjadi sasaran sosialisasi adalah posyandu dan kantor kelurahan dengan memberikan sosialisasi oleh babinkamtibmas dan pihak kelurahan setempat tentang bahaya narkoba. Ini adalah bentuk kemandirian relawan anti narkoba kelurahan Tanjung unggat menuju kelurahan “BERSINAR”.

BNNK Tanjung Pinang mengharapkan lewat kegiatan tersebut muncul daya tangkal yang kuat dari masyarakat untuk mencegah atau menolak penyalahgunaan narkoba. Dengan menjauhi narkoba masyarakat dapat hidup sehat, produktiv dan bahagia. (oscar)

Hidup 100 Persen dan Budaya Bersepeda

Melihat fenomena bersepeda yang merupakan salah satu pilihan dan gaya hidup dalam berolahraga dan bekerja saat ini, Direktorat Informasi dan Edukasi P4GN bekerjasama dengan Bike To Work Indonesia, menggelar Talkshow Digital Komunitas dan Masyarakat, dengan mengusung tema “Hidup100persen dan Budaya Bersepeda.

Menghadirkan pembicara, Deputi Pencegahan, Irjen Pol Drs. Anjan Pramuka Putra, S.H., M.Hum, Ketua Bike To Work (B2W) Indonesia, Poetoet Soedarjanto, Musisi sekaligus Aktivis Pencinta Alam Nugie dan Prince of Ska Denny Frust, kegiatan webinar kali ini berlangsung menarik dengan dihadiri anggota komunitas Bike To Work Indonesia.

Dalam paparannya, Deputi Pencegahan menyampaikan bahwa dalam situasi pandemi saat ini yang membatasi ruang gerak dan sulitnya perekonomian membuat tingkat stres meningkat sehingga kecenderungan konsumsi narkotika juga meningkat. “Dalam situasi pandemi, jaringan Narkotika memasukkan barang haram ini ke Indonesia. Dalam beberapa bulan yang lalu, Polri, BNN mengungkap kasus Narkoba dengan jumlah yang sangat mengejutkan. Nah, hal inilah yang kita masyarakat perlu lakukan untuk mengontrol diri yaitu sejalan dengan misi BNN dalam mengimplementasikan P4GN melalui #Hidup100Persen ”, ujar Anjan.

“Elemen #Hidup100Persen yang terdiri dari sadar, sehat, produktif dan bahagia yang merupakan semangat baru BNN dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman Narkotika melalui ajakan dan menjadi role model demi kebiasaan baik, kebiasaan yang teratur dan memberikan manfaat bagi diri sendiri serta lingkungan ”, lanjut Anjan.

Om Poetoet, demikian sapaan santai ketua B2W juga mengajak peserta yang hadir untuk melakukan kebiasaan dan hal yang baik, salah satunya adalah bersepeda. “Saya kalau stress, saya bersepeda, itu cara saya mengatasi kelelahan dalam bekerja, setelah bersepeda dan beristirahat, bangun tidur saya menjadi bugar lagi, stresnya hilang tanpa Narkoba. Bersepeda merupakan salah satu alternatif sehari-hari dalam mengimplementasikan #hidup100persen”.

Hal sama juga disampaikan oleh Nugie, yang merupakan role model dalam budaya bersepeda dari kalangan artis dan aktivis, “Sepeda merupakan sarana aktualisasi diri dari kecil, karna saya adalah anak BMX dan tumbuh besar dengan teman-teman saya yang tidak melakukan gaya #hidup100persen karna mereka terjerat penyalahgunaan Narkoba. Disini, saya mau bersaksi bahwa saya bisa dikatakan selamat dari penyalahgunaan Narkoba tersebut, karna saya melakukan kegiatan bersepeda. Sepeda merupakan faktor hemat, sehat bugar dan hebat dalam hidup saya, semoga hal ini pun bisa menyuarakan ayok #hidup100persen, ayo bersepeda dan jadikan transportasi bukan hanya sebagai hobi dan tentunya terhindar dari penyalahgunaan Narkoba”, ajak Nugie.

Lebih lanjut disampaikan oleh Denny Frust sebagai penutup mengajak peserta untuk bergerak melakukan gaya #hidup100persen melalui salah satu ciptaan lagunya berjudul “Mari Bergerak Kawan”, dalam memotivasi peserta untuk semangat menjalani hidup.

Acara yang berlangsung seru dan disertai dengan tanya jawab dari para peserta ini, ditutup dengan nyanyian yang dibagikan oleh  Nugie berjudul “Sepeda”, dan BNN sendiri tetap berupaya untuk mendorong tren bersepeda menjadi budaya dan alternatif #hidup100persen dan memulai menikmati apa yang ada dengan cara yang sederhana, dan jauh dari pikiran untuk menyalahgunakan Narkoba.

Deputi Pencegahan BNN: Dalam Sekejap Uang Hasil Penjualan Narkotika Mengalir ke Luar Negeri

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementrian Keungan menggelar Webinar dalam rangka DJKN menuju wilayah bebas dari Korupsi dengan mengusung tema “Hidup Sehat Tanpa Narkoba Dalam Tatanan Normal Baru”. Webinar tersebut menghadirkan Deputi Pencegahan BNN Drs. Anjan Pramuka Putra, SH. M,Hum dan Ivanka Slank sebagai narasumber.

Lebih dari 800 ratus peserta mengikuti kegiatan tersebut diantaranya para Direktur di lingkungan Kementrian Keuangan, Kepala Kanwil DJKN dari Aceh sampai Papua .

Kepala DJKN  Isa Rachmatarwata dalam pengantar diskusi mengatakan permasalahan narkoba menjadi ancaman serius yang mengancam kesehatan mental masyarakat. Dia berharap kegiatan webinar ini dapat menghindarkan pegawai dan peserta webinar dari penyalahgunaan narkoba.

Penyalahgunaan narkotika lanjut Isa sangat tergantung terhadap individu itu sendiri, terutama bagaimana mengelola perilaku , stres dan tekananan dalam dirinya. Apabila tidak mampu mengendalikan itu semua maka seseorang bisa terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika ujar Isa.

DJKN yang memayungi sekitar 400 karyawan terus berupaya menjaga kesehatan fisik maupun mental pegawai agar dapat bekerja lebih produktif sambung Isa.

Deputi Pencegahan BNN Drs. Anjan Pramuka Putra. SH, M,Hum dalam paparannya mengambil tema Hidup Sehat Tanpa Narkoba dalam Tatanan Normal Baru. Diawal paparannya Anjan menyampaikan tentang kerugian ekomoni yang timbul akibat penyalahgunaan narkoba. Kerugian ekonomi menurut Anjan meliputi biaya privat dan sosial yang mencapai 84, 7 trilyun.

Saat ini transaksi narkotika papar Anjan dipermudah dengan hadirnya teknologi. Misalnya seseorang transaksi narkotika maka uang hasil transaksi tersebut dalam sekejap mengalir keluar negeri .

“Dengan bermodalkan ponsel melalui M-banking uang hasil transaksi narkotika langsung dikirim pada saat itu juga keluar negeri. Ini sangat berbahaya sekali” ulas Anjan. Pada masa pandemi ini lanjut Anjan sindikat narkoba tetap menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Hal ini terlihat dari pengungkapan kasus oleh aparan penegak hukum.

Data BNN pada tahun 2019 tercatat 77% penyalahguna narkoba adalah kalangan pekerja. Penyebabnya adalah gaya hidup yang tidak sehat, kemampuan ekonomi yang memadai, tekanan pekerjaan yang menuntut untuk overtime dan pandangan yang keliru tentang narkoba papar Anjan.

Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba Anjan mengajak seluruh kementrian dan lembaga melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain menampilkan konten-konten pencegahan penyalahgunaan narkoba di setiap kantor (melalui videotron, spanduk, banner dll),  pemeriksaan urine secara mendadak, membentuk relawan anti narkoba serta membuat aturan yang tegas terhadap pegawai atau karyawan yang terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ajak Anjan.

Sementara itu Ivan Kurniawan Arifin atau yang lebih dikenal sebagai Ivanka Slank mengatakan permasalahan penyalahgunaan di Indonesia  tidak bisa diserahkan kepada BNN maupun Polri saja. Semua elemen harus harus ikut dalam mencegah penyalahgunaan narkoba ujar Ivanka.

Menurut Ivanka, faktor coba-coba dan kondisi lingkungan yang buruk menjadi penyebab utama seseorang menyalahgunaan narkoba.

“Personil Slank mulai menggunakan narkoba diawali dengan coba-coba” kemudian mengalami ketergatungan. Pada saat itu informasi soal narkoba masih jarang jelas Ivanka.

Dalam kondisi ketergantungan narkoba, bunda Iffet (ibunda dari Bim Bim Slank) kemudian menjadi penyelamat sambung Ivanka. Atas bantuan Bunda Iffet  personil Slank mulai menjalankan rehabiltasi secara mandiri. Pada tahun 2000 Slank mendeklarasikan diri bebas dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan penggemar Slank yang ikut menggunakan narkoba sambung Ivanka.

“Setelah melewati perjuangan yang panjang kemudian Slank bebas dari penyalahgunaan narkoba. Tanpa dukungan keluarga dan teman-teman sulit untuk keluar dari jeratan narkoba,” tutup Ivan.(oscar)

BNN : Artis Bukan Target Operasi Narkoba, Dijamin!

Mengusung tema “Artis, Target Operasi Narkoba?” Deputi Bidang Pencegahan BNN menggelar Webinar pada hari Selasa, 30 Juni 2020. Menghadirkan pembicara Direktur Informasi dan Edukasi BNN, Brigjen. Pol. Drs. Purwo Cahyoko. M.Si dan public figure Rian D’Masiv, Bucek Depp dan dr. Lula Kamal, pembicaraan berlangsung cukup hangat dan mengungkap beberapa sisi lifestyle dunia keartisan. Purwo Cahyoko yang mewakili BNN mengungkapkan bahwa tema yang diangkat ini dilatari oleh masih berulangnya peristiwa keterlibatan artis dalam penyalahgunaan narkoba yang menimbulkan kesan seolah artis dijadikan sebagai target operasi.

“Hal ini tidak benar. BNN maupun Polri tidak pernah menjadikan figur tertentu sebagai target operasi kecuali bila ia memang merupakan bagian dari sindikat narkoba. Apalagi untuk sekedar menjadikan artis sebagai bahan kampanye atau mencari popularitas,hal ini tidak benar, saya jamin,” ujar Purwo saat ditemui setelah acara berakhir.

Di dalam acara, Purwo juga menjelaskan mekanisme yang dijalankan oleh aparat penegak hukum dalam mengungkap dan memproses sebuah perkara narkoba, mulai dari adanya laporan, penyelidikan, dan diikuti dengan penyidikan, dan dalam setiap tahapan ada proses-proses yang harus dijalani.

“Dalam undang-undang, selalu disebutkan “barangsiapa” atau “setiap orang”, jadi bukan setiap artis, bisa siapa saja. Bila kemudian publik figur yang terkena, kepopuleran merekalah yang membuat kasus itu kemudian terekspos luas.”ujar Purwo.

 

Dari sisi artis dan praktisi kesehatan, dr. Lula Kamal lebih menekankan kepada kehati-hatian dari kalangan artis untuk mengkonsumsi obat atau sesuatu yang meningkatkan atau menambah stamina. Memang ditenggarai tingginya tekanan fisik dan mental bagi para artis, termasuk jam kerja yang tinggi membuat artis untuk lebih hati-hati untuk mengkonsumsi obat atau vitamin.

Terkait dengan target operasi, Lula juga memandang bahwa narkoba tidak memandang bulu, siapa saja bisa terkena. “Bila ada yang mengatakan bahwa artis merupakan target operasi, sebenarnya semua yang menjadi pemakai adalah target operasi. Dan sangat menyedihkan sebenarnya saat artis yang menjadi panutan banyak orang, dan sangat berbahaya bila kemudian anak-anak muda yang mengidolakan menjadi menganggap penggunaan narkoba bukan apa-apa atau masalah,”tegas Lula.

Rian D’Masiv yang hadir langsung di BNN untuk acara ini mengharapkan artis atau publik figur untuk dapat lebih menyebarkan citra positif khususnya bagi fans-fansnya. Rian sendiri beranggapan bahwa situasi keterlibatan artis belakangan ini bisa berdampak buruk bagi profesi itu sendiri.

“Saya sebenarnya jadi kasian sama profesinya, karena artis atau musisi saat ini menjadi profesi yang menjanjikan dan banyak yang sekarang sudah menjalani pola hidup yang sehat. Jadi kita jangan menyalahkan profesinya, balik lagi ke individunya,” ujar Rian. Lebih lanjut juga dia menyarankan untuk memperkuat di tiap-tiap keluarga, memberikan contoh yang baik yang berawal dari rumah, termasuk dengan memperhatikan pola makan dan istirahat.

Turut hadir secara virtual dari Bali, Bucek Depp, memberikan pandangannya mengenai apakah artis menjadi target operasi. Mengenai hal ini ia menekankan kepada resiko para pekerja seni yang mendapat ekspose dari media dalam banyak hal, pada hal bila dilihat secara statistik penangkapan kasus narkoba tiap hari akan lebih banyak yang bukan artis.

Bila dikaitkan dengan argumen beratnya beban dan jam kerja yang menyebabkan artis menggunakan narkoba, Bucek menyarankan untuk selalu memberikan batasan jam kerja yang pada intinya memberikan waktu bagi para artis untuk beristirahat. Karenanya, harus ada batasan waktu dalam bekerja.

Lebih lanjut Bucek juga menyatakan kesetujuannya dengan tagline baru BNN, Hidup 100 persen. “Hidup ngga boleh setengah-setengah. Dalam berkat ya kita harus 100 persen, hidup harus 100 persen. Caranya dengan memperbaiki lebih dulu pola hidup kita,” tegas Bucek.

Acara ini berlangsung hangat dan disertai juga dengan tanya jawab dari para peserta. BNN sendiri tetap berupaya untuk memberikan pencerahan kepada segala lapisan masyarakat untuk selalu menjaga diri dan keluarga kita dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

BNNP NTB Gelar Lomba Video Competition Bertema Hidup Seratus Persen

Dalam rangka penyambut peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada tangga 26 Juni 2020, serangkaian kegiatan pra HANI dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional di tingkat pusat mampun daerah (BNNP dan BNNK).

Melalui momentum Peringatan HANI tahun 2020, BNNP NTB mengajak semua komponen Masyarakat utamanya kaum muda milenial untuk turut berperan aktif menyemarakkan Peringatan HANI 2020 dengan tekat dan semangat pantang menyerah, gotong royong dan mempunyai empati.

BNNP NTB menyelenggarakan kegiatan Lomba Video Pendek  “Video Competition” dengan tema “Hidup 100%, Sadar, Sehat, Produktif, Bahagia tanpa Narkoba”.

BNNP NTB mengharapkan melalui lomba tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk untuk berperan aktif dalam upaya P4GN. Video Competition dalam Rangka Peringatan HANI 2020 dilaksanakan mulai tanggal 10 – 26 Juni 2020

Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah tayangan terbanyak dengan Kategori :

  • Juara I : Jumlah Tayang Video terbanyak
  • Juara II : Jumlah Tayang Video terbanyak kedua
  • Juara III : Jumlah Tayang Video terbanyakketiga

Total hadiah belasan juta rupiah disiapkan panitia untuk 3 orang pemenang.

BNNP Jawa Barat Rangkul Generasi Muda Lewat Lomba Poster dan Video

Badan Narkitika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat akan menggelar kegiatan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 pada Jumat 26 Juni 2020 di Gedung Sate Bandung.

Pada peringatan kali ini BNNP Jabar menyasar generasi muda agar memiliki kesadaran dalam membentengi dirinya dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan yang difokuskan di Gedung Sate ini mengusung tema Hidup 100%, Sadar, Produktif dan Bahagia

Adapun Generasi muda yang menjadi sasaran BNNP Jabar dalam kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang bahaya penyalagunaan narkotika dan mengajak untuk ikut serta secara aktif dalam Program P4GN khususnya di Jawa Barat.

Melalui kegiatan itu diharapkan akan muncul kepedulian dan memiliki komitmen untuk turut serta bersama memutus mata rantai peredaran gelap dan penyalahgunaan khususnya di wilayah Jawa Barat.

Untuk mendorong partisipasi Generasi Muda, BNNP Jabar menggelar lomba membuat poster dan video dengan hadiah menarik yang sudah disiapakan oleh BNNP Jabar.

Semarak Menyambut Peringatan HANI 2020 di Daerah

Badan Narkotika Nasional (BNN) akan memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2020 yang jatuh pada hari Jumat, tanggal 26 juni 2020.

Dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Nasional (HANI) Tahun 2020, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/kota (BNNK) seluruh Indonesia bersiap dengan melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba.

BNNK Sukabumi mengggelar Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Bersama BAZNAS Kabupaten Sukabumi. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan narkba sejak dini kepada remaja dengan menanamkan nilai keagamaan yang kuat kepada mereka.

Sementara itu BNN Kota Surakarta melaksanakan kegiatan Lomba Design Poster, dengan tema ” Hidup 100% di Era New Normal, Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia Tanpa Narkoba. Lomba tersebut bertujuan sebagai salah cara menyadarkan masyarakat khususnya generasi muda tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang mengintai mereka. Harapannya dengan lomba itu anak muda semakin menyadari bahaya narkoba dan mereka dapat berkreasi tanpa menggunakan narkoba.

Sementara itu BNNP Aceh mulai melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk terlibat dalam Peringatan HANI 2020. Pimpinan BNNP Aceh berkoordinasi dengan bagian protokol Pemprov Aceh untuk memastikan kehadiran Gubernur pada acara virtual puncak HANI 2020.

Tidak ketinggalan, BNNP Sulawesi Barat juga mulai melakukan persiapan menyambut HANI 2020. Sejak Senin, 15 Juni kemarin mulai melakukan pemasangan spanduk, banner dan umbul-umbul di lokasi strategis Kota Mamuju. bSelain itu BNNP Sulbar juga melakukan koordanasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda)  untuk memeriahkan HANI 2020. Ada pula koordinasi dengan organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi di wilayah masing-masing untuk bekerjasama menyemarakkan HANI 2020 melalui ceramah, kultum, khotbah, webinar dan kegiatan lainnya.

Dan yang tidak menarik adalah Lomba pembuatan film pendek dalam rangka menyambut dan memeriahkan HANI 2020 yang dilaksanakan oleh BNNK Tanah Laut Kalimantan Selatan.

Lomba Film Pendek dengan tema “TALA BERSINAR”  ini selain untuk memeriahkan HANI 2020 juga untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat serta memotivasi dalam memerangi narkoba melalui pembuatan film pendek.

Deputi Pencegahan BNN Webinar dengan Kapolda Sumut Membahas “Waspada Narkoba di Tengah Covid 19

Kamis (11/06/2020) Deputi Pencegahan Anjan Pramuka Putra menjadi Narasumber pada acara Webinar Kampanye Sosialisasi Stop Narkoba melalui aplikasi Video Conference yang diikuti oleh seluruh Pejabat Utama Polda Sumut dan Anggota Polres di jajaran Polda Sumatera Utara.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin memulai acara dengan memberikan sambutan yang salah satu poinnya menyatakan bahwa Narkoba sudah menjadi  extra  ordinary crime termasuk di Sumatera Utara. Peran stakeholder untuk terlibat aktif mencegah peredaran gelap narkoba sangat dibutuhkan dan mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk tidak berurusan dan terlibat dalam masalah narkoba.

Selanjutnya, Irjen Pol Anjan Pramuka Putra sebagai orang nomor satu di Deputi Bidang Pencegahan BNN memulai materi untuk webinar kali ini dengan membahas Waspada Narkoba di tengah wabah corona. Anjan menjelaskan tentang  Indonesia Darurat Narkoba dimana keadaan geografis Indonesia yang terbuka menyebabkan narkoba mudah masuk dan menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Anjan yang pernah menjabat sebagai Direktur Narkoba di Polda Sumatera Utara ini memberikan salah satu contoh kasus seorang bandar dari sumut yang mana sudah dihukum mati namum belum diesekusi dan dia memulai lagi bisnisnya yang akhirnya ditangkap dan dipindahkan ke Nusa Kambangan.

Ancaman baru Narkoba saat ini adalah NPS atau Narkoba jenis baru dan narkoba sintetis. NPS ini efeknya 13 kali lebih membahayakan dari narkoba biasa. Saat ini sudah ada 896 jenis NPS yang beredar dan 76 diantaranya sudah masuk ke Indonesia.  Anjan melanjutkan bahwa narkoba  80% diselundupkan melalui  jalur laut. Para pengedar menggunakan kapal kontainer dan ditengah laut kemudian dibawah oleh kapal kecil.  Oleh karena ini harus dilakukan usaha pengurangan demand dan menghambat supplynya ujar Anjan.

Mantan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri ini juga membahas tentang efek narkoba yang menyerang sistem saraf yaitu di otak, dimana keadaan otak pengguna narkoba tidak akan bisa normal kembali seperti semula.  Anjan melanjutkan bahwa hasil sinergi bersama BNN, Polri, TNI, dan Bea Cukai dalam menangani kasus narkoba telah terlihat dengan jelas. Selama tahun 2019 adalah 33.371 kasus telah terungkap dengan 42.649 tersangka. Pada penutup paparannya, Anjan menyampaikan harapannya bahwa dengan telah diterbitkan Inpres No 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) agar mendorong seluruh Kementerian, Lembaga Negara dan pemerintah Daerah untuk melakukan upaya-upaya P4GN dalam menangani permasalahan narkoba di Indonesia.

REAN.id diperkenalkan Dalam DISKO

Rean.id dengan tagline #isidengankarya menjadi pengalihan remaja maupun milenial dalam mengisi waktu luangnya  agar terhindar dari hal-hal negatif dimana penyalahgunaan narkoba ada di dalamnya dan sangat rentan pengaruhnya.

Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN)  Irjen Pol. Drs. Anjan Pramuka Putra. SH. M.Hum mengisi Podcast DISKO (Diskusi Psikologi) di KBR Prime, di Jakarta Selasa 9/05/2020. Dalam wawancaranya, Deputi Pencegahan membahas tentang Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN.id) yang merupakan platform digital kreasi anak muda untuk dapat menjadi wadah ilmu dalam mencari referensi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. REAN.id berisi bermacam konten dalam bentuk fotografi, video, artikel, dan musik. Dan tak kalah menarik, di REAN.id juga terdapat e-book serta berbagai macam konten lainnya yang informatif dan edukatif.

“Karya–karya yang masuk cukup variatif. Misalnya poster hidup sehat serta poster-poster tentang bagaimana cara mencegah narkoba. Ada juga artikel yang sangat bermanfaat karena berisi tentang informasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Di REAN.id juga banyak terdapat berbagai tips yang dapat diaplikasikan bagi remaja dalam kehidupannya sehari-hari” ungkap Deputi Pencegahan ketika ditanya tentang karya apa saja yang sudah masuk di REAN.id.

Anak muda dipilih menjadi sasaran karena anak muda cenderung sangat kreatif. Mereka lebih suka mendengarkan masukan dari rekan sebaya sehingga memungkinkan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba ini dapat diterima.

Konten yang dipublish sudah melalui filter editor dan approve pihak Badan Narkotika Nasional. Konten-konten yang terpublish menjadi bagian kepedulian dan sosialisasi dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba.

Apresiasi terbesar bagi para user yang turut berkarya di rean.id adalah terselamatkannya anak bangsa dari penjajah tanpa wajah yaitu narkotika.

Kalau lo pake narkoba, lo dihadapkan sama dua pilihan; sakit jiwa atau mati!

Podcast yang berdurasi 20 sampai 30 menit ini dapat di dengarkan di www.kbrprime.id dan podcast Disko dalam platform digital musik spotify.(Aya)

BNNP Aceh Gelar Lomba Pembuat Film Pendek Bertema Anti Narkoba

Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh menggelar Lomba Pembuatan Film Pendek dengan tema Anti Narkoba. Pembuatan konten P4GN tersebut merupakan upaya BNNP Aceh mencegah penyalahgunaan narkoba di kota yang dijuluki “Serambi Mekah” itu.

BNNP Aceh tidak sendiri dalam melaksanakan kegiatan tersebut, BRI dan PLN juga bersinergi dengan SINEAS ACEH yang tergabung dalam “Aceh Documentary” membuat konten kampanye stop narkoba dengan cara menjaring dari aspirasi masyarakat Aceh.

Karya merupakan Film Pendek (Fiksi) dengan durasi minimal 3 menit, dan maksimal 5 menit. Aspek yang menjadi penilaian adalah kesesuaian film dengan tema, teknik pengambilan gambar (sinematografi),  editing, reatifitas menyajikan cerita dan kreatifitas penyampaian pesan.

Lomba yang melibatkan pelajar dan masyarakat Aceh itu sudah ditutup pada hari Minggu tanggal 30 Juni.  Nantinya panitia akan memilih 5 (lima) Film Terbaik untuk diposting di akun media sosial BNNP Aceh. Kemudian dari ke-lima film terbaik tersebut akan diputuskan 1 (satu) Film Favorit Netizen, yang ditentukan melalui like terbanyak.

Peserta diminta untuk meng-upload film ke Instagram (IGTV) pendaftar dan tag ke akun @infobnn_prov_aceh dan @p2m_bnnp_aceh. Serta diberi caption yang wajib memuat hastag: #StopNarkoba #AcehAntiNarkoba #AnakAcehAntiNarkoba #FilmAcehAntiNarkoba #AcehBersinar.

Lomba ini dibagi kedalam dua kategori yakni kategori pelajar dan masyarakat umum. Besaran hadiah yang disiapkan oleh BNNP Aceh kepada masing-masing pemenang adalah
Film Terbaik I : Rp. 4.000.000
Film Terbaik II : Rp. 2.500.000
Film Terbaik III : Rp. 1.500.000
Film Favorit Netizen: Rp. 500.000

Sementara hadiah untuk masyarakat umum yang disiapkan BNNP Aceh sebesar
Film Terbaik I : Rp. 5.000.000
Film Terbaik II : Rp. 3.000.000
Film Terbaik III : Rp. 2.000.000

(edit Oscar)