Deputi Pencegahan BNN Ajak Awak Media Gelorakan #HIDUP100PERSEN

Tagar #Hidup100Persen yang menjadi tagline baru BNN terus digelorakan oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN melalui acara ‘Forum Diskusi Trending Topic di Kalangan Media’. Tagar #Hidup100Persen merupakan inovasi BNN dalam menyampaikan suatu ajakan kepada masyarakat untuk terus Produktif, Sadar, Sehat dan Bahagia. Kegiatan tersebut digelar pada Kamis (22/10) di Ruang Binakarna, Hotel Bidakara dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dengan mewajibkan seluruh peserta dan panitia mengikuti rapid tes dan memakai masker dan menjaga jarak aman.

Deputi Pencegahan BNN, Drs. Anjan Pramuka Putra S.H., M.Hum dalam sambutannya mengatakan selama puluhan tahun masyarakat dicekoki informasi bahaya, akibat serta larangan  berbagai penggunaan Narkoba. Namun kenyataannya penyalahgunaan Narkoba masih saja marak terjadi. Anjan menerangkan bahwa dengan berbagai fenomena yang terjadi tersebut membawa perubahan (re-branding) citra BNN  dalam menggunakan slogan atau tagline baru yaitu #Hidup100Persen sebagai garda utama Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba.

Berbicara mengenai kampanye Nasional, #Hidup100Persen yang digaungkan pada saat HANI (Hari Anti Narkotika Internasional) tahun 2020 ada empat komponen yaitu sadar, sehat, produktif, dan bahagia tanpa Narkoba. BNN mengajak untuk lebih aspiratif dalam menentukan pilihan hidup dan diharapkan menjadi sebuah gerakan massal, terutama bagi para pekerja media dan lingkungan Kementerian/Lembaga untuk bersama-sama digelorakan tagar ini di berbagai lapisan masyarakat”, lanjut Anjan.

Selain itu, kegiatan yang mengambil tema “Menggelorakan Kampanye Nasional #Hidup100Persen, Sadar, Sehat, Produktif, Bahagia Tanpg Narkoba” ini turut mengadirkan Direktur Informasi dan Edukasi BNN, Drs. Purwo Cahyoko, M.Si. Beliau menjelaskan bahwa yang menjadi latar belakang dalam perubahan citra BNN ini karena adanya pembangunan SDM yang unggul yang merupakan salah satu program yang dijalankan dalam 5 (lima) tahun kedepan, kemudian adanya bonus demografi di tahun 2030 – 2040 serta karakter generasi millennial atau generasi Z, “Hal inilah yang bisa dilakukan seorang generasi millennial untuk menjadikan perubahan sebagai teman dalam mencapai tujuan, yang tentunya mengarah kepada pilihan hidup 100 persen. Masyarakat atau kaum millennial ini juga membutuhkan contoh atau role model untuk hidup dengan segala alasan dan motivasi mereka, tanpa Narkoba”.

Pada kesempatan yang sama, pilihan #Hidup100Persen juga menjadi pilihan terbaik bagi Suci Arumsari, Co-Founder dan Director Alodokter yang turut hadir sebagai Narasumber dan berbagi pengalaman pribadi dalam menjalankan gaya hidup 100 persen. “Pada tahun 2011, saya mengalami kelumpuhan dan kecacatan selama 20 hari dan melihat berbagai informasi dari media yang ujung-ujungnya menggunakan obat dan menyerang tulang belakang saya, sehingga bersama dengan rekan saya,  di tahun 2014 kami membangun website Alodokter yang turut mengaktualisasi gaya hidup 100 persen. Dengan informasi-informasi yang kami bagikan melalui artikel bahwa kita perlu menjauhkan diri dari hal yang kurang bermanfaat seperti Narkoba serta Turut berkontribusi untuk menciptakan suasana kondusif di lingkungan sosial, karena kita dapat mewujudkan apapun tanpa Narkoba”, cerita Suci.

Dalam menggelorakan kampanye nasional tagar #Hidup100Persen ini pun, Deputi Bidang Pencegahan mengajak Head of Content Narasi TV, Amanada Velani untuk berbagi ilmu bagi peserta yang hadir dalam mengajak melakukan pilihan gaya hidup 100 persen. “Tujuan membuat kampanye, salah satunya adalah menarik animo masyarakat dan mengukur keberhasilan apakah kampanye kita berhasil atau tidak. Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah kita harus mengerti target audience. Setelah itu, perlu membangun konten-konten yang inspiratif kepada masyarakat khususnya generasi Z supaya mereka bisa men-share kembali tagar yang sudah kita buat tersebut”, terang Amanda. Pada akhirnya, dibutuhkan kekonsistenan untuk membuat konten karena dengan membagikan real content, kita bisa membagikan penampilan yang menarik sehingga tagar #Hidup100Persen akan diingat dan menggelora bagi masyarakat dan mulai melakukan gaya hidup 100 persen untuk sadar, sehat, produktif dan Bahagia tanpa Narkoba di lingkungan kita masing-masing, tutup Amanda.

Peserta yang berjumlah 100 dari berbagai kalangan media, blogger, kementerian/Lembaga ini diharapkan dapat ikut menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam hal ini BNN, kepada masyarakat untuk bersama-sama memiliki pilihan #Hidup100Persen

BNN Optimalkan Peran Desa Melalui Program Desa Bersinar

Deputi Bidang Pencegahan melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penguatan Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa. Rapat koordinasi ini dilaksanakan pada tanggal 8, 9, 10, dan 15 September 2020 secara virtual dan melibatkan BNNP dan BNN Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Adapun pembagian zona antara lain zona 1, zona 2, zona 3, dan zona 4 untuk memudahkan koordinasi dan sinkronisasi sesuai wilayah regional.

Adapun area untuk zona 1 antara lain BNNP Nanggro Aceh Darussalam, BNNP Sumut, BNNP Sumbar, BNNP Riau, BNNP Kepulauan Riau, BNNP Jambi,  dan BNNP Lampung. Sementara untuk zona 2 antara lain BNNP Sumsel, BNNP Kepualauan Bangka Belitung, BNNP Bengkulu, BNNP DKI Jakarta, BNNP Banten, BNNP Jawa Tengah, BNNP Jabar. Selanjutnya zona 3 BNNP DI Yogyakarta, BNNP Jawa Timur, BNNP Kalimantan Barat, BNNP Kalimantan Timur, BNNP Kalimantan Tengah, BNNP Kalimantan Selatan, BNNP NTB.

Zona 4 ini dilaksanakan oleh BNNP dan BNNK di bawahnya antara lain  BNNP Kalimantan Utara, BNNP Bali, BNNP NTT, BNNP Sulawesi Barat, BNNP Sulawesi Tengah, BNNP Sulawesi Barat, BNNP Sulawesi Tengah, BNNP Sulawesi Selatan, BNNP Sulawesi Tenggara, BNNP Sulawesi Utara, BNNP Gorontalo, BNNP Maluku, BNNP Malut, BNNP Papua, BNNP Papua Barat

Rapat koordinasi ini sebagai tahapan awal dalam membangun persepsi seluruh stakeholders terutama yang ada pada masing-masing zona untuk melaksanakan kegiatan penguatan ketahana keluarga berbasis sumber daya desa. kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan informasi secara rinci mengenai petunjuk pelaksanaan dan teknis baik proses, metode dan teknis serta upaya dalam mewujudkan program penguatan ketahanan keluarga berbasis sumber daya pembangunan desa adalah memiliki alokasi anggaran program ketahanan keluarga dari dana desa dan itu dapat direalisasikan secara maksimal. Sebelumnya program ketahanan keluarga telah dilaksanakan tahun 2019 bekerjasama dengan UNODC namun lebih fokus untuk menghasilkan model program penguatan institusi keluarga untuk menunjang pendidikan anti narkoba  bagi keluarga. Program ini berdampak signifikan pada peningkatan kemampuan parenting orangtua, peningkatan resiliensi anak, serta penurunan perilaku  negatif  anak.

Rapat ini juga dilaksanakan untuk memastikan adanya dukungan dan  komitmen Pemerintah Desa dengan melakukan  berbagai  langkah pendekatan, koordinasi, dan  Asistensi Penguatan kepada Pemerintah Desa agar Desa memiliki alokasi anggaran Program Ketahanan Keluarga dari Dana Desa  (Desa Bersih Narkoba). Keterlibatan Pemerintah Desa dalam memerangi narkoba sebuah strategi tepat sebagaimana diatur  UU  No 6  Tahun  2014 tentang Desa dapat ambil bagian dalam program ketahanan keluarga yang dialokasikan melalui Dana Desa  demi memperoleh hasil pencegahan yang efektif serta menyatukan pemahaman dan keterpaduan langkah dalam pelaksanaan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Adapun narasumber yang terlibat dalam kegiatan rapat ini antara lain adalah  Deputi Pencegahan BNN Drs. Anjan Pramuka Putra, SH., M.Hum yang membahas program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa Sebagai Strategi & Kebijakan P4GN. Kemudian dilanjutkan oleh  Kementerian Dalam Negeri yang membahas aspek Arah dan Kebijakan Kemendagri dalam Fasilitasi P4GN dan Program Penguatan Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa. Selanjutnya penyampaian materi dari Kementerian Desa PDTT yang fokus pada pembahasan mengenai Dukungan Dana Desa untuk Program Penguatan Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa. Direktur Advokasi Supratman, SH  menyampaikan materi mengenai bentuk aktivitas Program Keluarga Anti Narkoba yang dapat diimplementasikan di Desa.

Diharapkan dengan adanya rapat koordinasi ini  dapat menjadi ruang komunikasi antara BNNP, BNNK dengan BNN Pusat dan terutama seluruh stakeholders mengenai knowledge sharing agar dapat meningkatkan pelaksanaan program ketahanan keluarga di desa secara optimal.

 

Jalin Kerjasama: BNN dan ILUNI UI Tandatangani MoU Pencegahan Narkoba

Jumat (24/07/2020) Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penandatanganan nota Kesepahaman dan perjanjian kerjasama dengan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI).

Acara ini dihadiri oleh Deputi Pencegahan BNN, Drs. Anjan Pramuka Putra. SH, M.Hum dan Ketua Umum Iluni UI Andre Rahadian serta jajaran pengurus.

Salah satu ancaman krusial terkait pembangunan Sumber Daya Manusia adalah penyalahgunaan narkotika yang masif dan menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu. Saat ini media massa hampir setiap harinya menyajikan berita seputar kejahatan narkotika dengan berbagai varian modus operandi yang dilakukan para bandar narkotika.

 

BNN mengandeng ILUNI UI yang mana mempunyai tugas untuk memberikan dukungan bagi alumni untuk masuk kedunia kerja dan melakukan pengawasan terhadap para alumni dan tidak ada penyalahgunaan narkotika dikalangan Alumni UI.

Deputi Pencegahan BNN, Anjan Pramuka Putra, memberikan apresiasi yang tinggi kepada ILUNI UI yang mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika yang diharapkan dapat mempengaruhi dan membentuk paradigma serta sikap yang positif dan semangat hidup yang produktif, sehinga seluruh alumi UI tidak berfikir untuk menyalahgunakan narkotika dalam bentuk apapun.

Kerjasama ini bertujuan untuk mewujudkan komitmen bersama untuk meningkatkan peran serta dalam Upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika di Indonesia.

Deputi Pencegahan BNN: Dalam Sekejap Uang Hasil Penjualan Narkotika Mengalir ke Luar Negeri

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementrian Keungan menggelar Webinar dalam rangka DJKN menuju wilayah bebas dari Korupsi dengan mengusung tema “Hidup Sehat Tanpa Narkoba Dalam Tatanan Normal Baru”. Webinar tersebut menghadirkan Deputi Pencegahan BNN Drs. Anjan Pramuka Putra, SH. M,Hum dan Ivanka Slank sebagai narasumber.

Lebih dari 800 ratus peserta mengikuti kegiatan tersebut diantaranya para Direktur di lingkungan Kementrian Keuangan, Kepala Kanwil DJKN dari Aceh sampai Papua .

Kepala DJKN  Isa Rachmatarwata dalam pengantar diskusi mengatakan permasalahan narkoba menjadi ancaman serius yang mengancam kesehatan mental masyarakat. Dia berharap kegiatan webinar ini dapat menghindarkan pegawai dan peserta webinar dari penyalahgunaan narkoba.

Penyalahgunaan narkotika lanjut Isa sangat tergantung terhadap individu itu sendiri, terutama bagaimana mengelola perilaku , stres dan tekananan dalam dirinya. Apabila tidak mampu mengendalikan itu semua maka seseorang bisa terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika ujar Isa.

DJKN yang memayungi sekitar 400 karyawan terus berupaya menjaga kesehatan fisik maupun mental pegawai agar dapat bekerja lebih produktif sambung Isa.

Deputi Pencegahan BNN Drs. Anjan Pramuka Putra. SH, M,Hum dalam paparannya mengambil tema Hidup Sehat Tanpa Narkoba dalam Tatanan Normal Baru. Diawal paparannya Anjan menyampaikan tentang kerugian ekomoni yang timbul akibat penyalahgunaan narkoba. Kerugian ekonomi menurut Anjan meliputi biaya privat dan sosial yang mencapai 84, 7 trilyun.

Saat ini transaksi narkotika papar Anjan dipermudah dengan hadirnya teknologi. Misalnya seseorang transaksi narkotika maka uang hasil transaksi tersebut dalam sekejap mengalir keluar negeri .

“Dengan bermodalkan ponsel melalui M-banking uang hasil transaksi narkotika langsung dikirim pada saat itu juga keluar negeri. Ini sangat berbahaya sekali” ulas Anjan. Pada masa pandemi ini lanjut Anjan sindikat narkoba tetap menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Hal ini terlihat dari pengungkapan kasus oleh aparan penegak hukum.

Data BNN pada tahun 2019 tercatat 77% penyalahguna narkoba adalah kalangan pekerja. Penyebabnya adalah gaya hidup yang tidak sehat, kemampuan ekonomi yang memadai, tekanan pekerjaan yang menuntut untuk overtime dan pandangan yang keliru tentang narkoba papar Anjan.

Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba Anjan mengajak seluruh kementrian dan lembaga melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain menampilkan konten-konten pencegahan penyalahgunaan narkoba di setiap kantor (melalui videotron, spanduk, banner dll),  pemeriksaan urine secara mendadak, membentuk relawan anti narkoba serta membuat aturan yang tegas terhadap pegawai atau karyawan yang terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ajak Anjan.

Sementara itu Ivan Kurniawan Arifin atau yang lebih dikenal sebagai Ivanka Slank mengatakan permasalahan penyalahgunaan di Indonesia  tidak bisa diserahkan kepada BNN maupun Polri saja. Semua elemen harus harus ikut dalam mencegah penyalahgunaan narkoba ujar Ivanka.

Menurut Ivanka, faktor coba-coba dan kondisi lingkungan yang buruk menjadi penyebab utama seseorang menyalahgunaan narkoba.

“Personil Slank mulai menggunakan narkoba diawali dengan coba-coba” kemudian mengalami ketergatungan. Pada saat itu informasi soal narkoba masih jarang jelas Ivanka.

Dalam kondisi ketergantungan narkoba, bunda Iffet (ibunda dari Bim Bim Slank) kemudian menjadi penyelamat sambung Ivanka. Atas bantuan Bunda Iffet  personil Slank mulai menjalankan rehabiltasi secara mandiri. Pada tahun 2000 Slank mendeklarasikan diri bebas dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan penggemar Slank yang ikut menggunakan narkoba sambung Ivanka.

“Setelah melewati perjuangan yang panjang kemudian Slank bebas dari penyalahgunaan narkoba. Tanpa dukungan keluarga dan teman-teman sulit untuk keluar dari jeratan narkoba,” tutup Ivan.(oscar)

Deputi Pencegahan BNN: Tanpa Sadar Masyarakat Bisa Menjadi Bagian dari Mata Rantai Bisnis Narkotika

Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI)  bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jumat, 26/06 menggelar Web Seminar (Webinar) dengan mengusung tema, “Pencegahan Dini Penyalahgunaan Narkoba di Masa Pandemi COVID-19 dan Persiapan New Normal”. Ratusan peserta dari berbagai daerah mengikuti webinar tersebut.

Webinar yang dimoderatori oleh Dr. Endang Mariani, M.Psi Ketua ILUNI UI menghadirkan narasumber Deputi Pencegahan BNN Drs. Anjan Pramuka Putra, SH, M.Hum dan Spesialis kedokteran kerja DR.dr Ray Basrowi, MKK, Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana.

Anjan mengawali paparannya dengan menjelaskan kondisi darurat narkoba yang terjadi di Indonesia. Menurut Anjan geografis yang terbuka  menyebabkan narkoba  mudah masuk dan menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu kerugian yang timbul akibat  penyalahgunaan Narkoba  mencapai 84,7 trilyun rupiah  termasuk biaya privat dan sosial.

Saat ini sindikat narkoba tidak hanya menyasar orang dewasa, tapi sudah menyasar para remaja. Awalnya mereka terpapar sebagai pengguna dulu, apabila didiamkan maka mereka bisa menjadi kurir atau bandar narkoba ujar Anjan. Demografis yang sangat  besar  (260 juta jiwa) menjadi  pasar potensial peredaran  gelap narkoba papar Anjan.

Kondisi saat ini setiap lapisan masyarakat tanpa disadari berpotensi menjadi bagian dari rantai bisnis peredaran gelap narkoba. Kita bisa melihat mulai dari konsumsi, distribusi dan produksi.

Konsumsi narkoba melibatkan pelajar atau remaja yang masih rentan karena mudah terpengaruh ajakan untuk menyalahgunakan narkoba. Distribusi adalah adanya kelompok masyarakat dari perbatasan yang melakukan penyelundupan pengiriman ilegal. Misalnya penyelundupan ganja dari Aceh yang memanfaatkan sarana angkutan darat dan udara untuk menyelundupkan narkoba. Kemudian dalam produksi adanya masyarakat pedesaan yang masih memasok tanaman narkotika khususnya ganja. Seperti yang kita ketahui bahwa ganja merupakan tanaman yang tumbuh subur di wilayah Aceh. Namun itu sudah menjadi perhatian dari BNN melalui program Alternatif Development.

“BNN mengajak masyarakat agar tidak menanam ganja lagi dan beralih kepada komoditi stategis,” jelas Anjan

Khusus untuk remaja, lanjut Anjan, BNN telah menyiapkan flatform digital berupa website Rumah Edukasi Anti Narkoba (Rean.id) dimana melalui website tersebut menjadi wadah bagi remaja untuk menyalurkan aktivitas positif seperti membuat artikel, video dan photografi.

Sementara itu dokter Spesialis Kedokteran kerja Ray Basrowi mengatakan darurat narkoba tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi sudah menjadi krisis global. Menurut dr. Ray ada empat bidang yang sangat rentan terhadap peredaran gelap narkoba,empat bidang tersebut adalah bidang konstruksi (construction), perkebunan/pertanian (farming), manufaktur (manufacturing)  dan nonprofit. Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dikalangan pekerja Ray menyarankan agar adanya protokol yang jelas dan tegas untuk melindungi pekerja dari penyalahgunaan narkoba.

Narasumber lainnya Vera Itabiliana, S.Psi. dalam paparannya menjelaskan “mengapa seorang remaja menggunakan narkoba”. Menurut Vera ada beberapa hal yang memicu seorang remaja menggunakan narkoba.

Hal tersebut antara lain kebiasaan menggunakan narkoba merupakan “kelanjutan dari kebiasaan buruk lainnya, pelarian sesaat, bosan, kurang percaya diri, salah informasi dan adanya contoh yang tidak baik jelas Vera. (Oscar)

Deputi Pencegahan BNN Sebut Jaringan Narkoba Manfaatkan Kondisi Pandemi Covid-19 untuk Mengedarkan Narkoba

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia rupanya tidak membuat jaringan atau sindikat narkotika menghentikan bisnisnya haramnya.  Justru kondisi tersebut dimanfaaatkan untuk terus mengedarkan narkoba kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Drs. Anjan Pramuka Putra. SH. M.Hum saat menjadi narasumber secara virtual pada program “Selamat Pagi Indonesia” yang disiarkan Metro TV Selasa pagi (23/6/2020)

“Jaringan narkoba justru memanfaatkan kondisi saat petugas sedang berkonsentrasi menangani permasalahan pandemi covid-19. Mereka memasukan narkoba dengan dari berbagai penjuru dengan berbagai modus operandi ujar Anjan.

Namun BNN maupun Polri lanjut Anjan tidak tinggal diam dalam menjalankan tugasnya melindungi masyarakat dari peredaran gelap narkoba. Hal ini terbukti dari pengungkapan kasus penyelundupan narkoba yang telah dilakukan oleh BNN dan Polri selama pandemi covid -19.

Dari sisi pencegahan lanjut Anjan BNN juga terus melukukan upaya sosialiasi kepada masyarakat lewat semua fasilitas yang dimiliki seperti pelaksanaan Komunika Informasi dan Edukasi dengan menggunakan kendaraan penyuluhan dan juga kampanye melalui media daring. Materi kampanye yang disampaikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkoba dan pencegahan penyebaran virus covid-19.

Selain menghadirkan Deputi Pencegahan BNN, acara yang mengusung tema “ Kondisi Psikososial dan Penyalahgunaan narkoba Selama Pandemi Covid 19” ini juga menghadirkan Dr. Endang Mariani, M.Psi dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia.

Endang Mariani mengatakan selama pandemi covid 19, terjadi peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba. Endang Mariani mengaju pada data yang dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya (2020). Peningkatan kasus ini lanjut Endang Mariani salah satunya diduga karena dampak dari stres psikologis dan depresi yang dialami selama pandemi.

Diakhir acara Anjan mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan seratus persen bahagia dan seratus persen produktif. (Oscar)

REAN.id diperkenalkan Dalam DISKO

Rean.id dengan tagline #isidengankarya menjadi pengalihan remaja maupun milenial dalam mengisi waktu luangnya  agar terhindar dari hal-hal negatif dimana penyalahgunaan narkoba ada di dalamnya dan sangat rentan pengaruhnya.

Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN)  Irjen Pol. Drs. Anjan Pramuka Putra. SH. M.Hum mengisi Podcast DISKO (Diskusi Psikologi) di KBR Prime, di Jakarta Selasa 9/05/2020. Dalam wawancaranya, Deputi Pencegahan membahas tentang Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN.id) yang merupakan platform digital kreasi anak muda untuk dapat menjadi wadah ilmu dalam mencari referensi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. REAN.id berisi bermacam konten dalam bentuk fotografi, video, artikel, dan musik. Dan tak kalah menarik, di REAN.id juga terdapat e-book serta berbagai macam konten lainnya yang informatif dan edukatif.

“Karya–karya yang masuk cukup variatif. Misalnya poster hidup sehat serta poster-poster tentang bagaimana cara mencegah narkoba. Ada juga artikel yang sangat bermanfaat karena berisi tentang informasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Di REAN.id juga banyak terdapat berbagai tips yang dapat diaplikasikan bagi remaja dalam kehidupannya sehari-hari” ungkap Deputi Pencegahan ketika ditanya tentang karya apa saja yang sudah masuk di REAN.id.

Anak muda dipilih menjadi sasaran karena anak muda cenderung sangat kreatif. Mereka lebih suka mendengarkan masukan dari rekan sebaya sehingga memungkinkan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba ini dapat diterima.

Konten yang dipublish sudah melalui filter editor dan approve pihak Badan Narkotika Nasional. Konten-konten yang terpublish menjadi bagian kepedulian dan sosialisasi dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba.

Apresiasi terbesar bagi para user yang turut berkarya di rean.id adalah terselamatkannya anak bangsa dari penjajah tanpa wajah yaitu narkotika.

Kalau lo pake narkoba, lo dihadapkan sama dua pilihan; sakit jiwa atau mati!

Podcast yang berdurasi 20 sampai 30 menit ini dapat di dengarkan di www.kbrprime.id dan podcast Disko dalam platform digital musik spotify.(Aya)

BNN Tegas Menolak Legalisasi Ganja

Terkait merebaknya isu legalisasi narkotika jenis Ganja, Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menolak dengan tegas.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Deputi Pencegahan BNN, Drs. Anjan Pramuka Putra, SH. M.Hum. dalam web seminar atau webinar (seminar virtual-red) yang berlangsung di web room BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (3/6/20).

Menurut Anjan Pramuka, alasan ekonomi dibalik legalisasi Ganja adalah hal yang keliru. Sebaliknya, justru ekonomi akan terdampak akibat adanya peningkatan biaya medis dari legalisasi Ganja.

Lebih jauh, Anjan menilai, penggunaanya (Ganja-red) yang menyebabkan kecelakaan maupun perawatan medis dalam rehabilitasi.

“Alasan ekonomi tidak sepenuhnya benar, yang tadinya mengharapkan adanya pemasukan dari sektor pajak ternyata tidak segampang teori. Hal ini karena sindikat narkoba masih tetap bermain, bahkan di era legalisasi,” papar Anjan.

Selain itu, Anjan berharap, melalui webinar yang didukung oleh kalangan muda dan mahasiswa, masyarakat dapat memahami lebih dalam lagi berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba.

“Saya menyatakan secara tegas, BNN menolak berbagai upaya legalisasi Ganja di Indonesia,” tegas Anjan dalam kegiatan bertajuk ‘Generasi Muda Melawan Legalisasi Ganja’ tersebut.

Selaras dengan hal itu, praktisi ahli farmasi, Mufti Djusnir menyatakan, euphoria yang merupakan dampak THC dari mengonsumsi Ganja dapat memberikan gangguan pada tubuh.

“Hingga pada titik tertentu, dapat mengakibatkan kecelakaan maupun dampak buruk lainnya,” bebernya, lengkap.

Sementara itu, Direktur Informasi dan Edukasi BNN, Purwo Cahyoko, menambahkan, sampai saat ini sistem hukum negara Indonesia masih menggolongkan Ganja sebagai golongan narkotika.

“Hal tersebut, menandakan jika mekanisme pembentukan hukum masih melihat Ganja sebagai sesuatu yang berbahaya. Sehingga harus ada perlindungan maksimal untuk masyarakat,” pungkasnya.

Sumber: https://bantensatu.co/

BNN Tetap Ungkap Peredaran Narkoba Ditengah Pandemi Covid-19

Deputi Pencegahan BNN mengungkapkan beberapa hasil tangkapan BNN di tengah Pandemi Covid-19 ini di Seminar “Online” Seri-1 yang diselenggarakan oleh Pengurus Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (Jumat, 22/05/20). Seminar yang diselenggarakan secara virtual ini dihadiri oleh pengurus Ganas Annar tingkat Pusat dan Provinsi dan Pimpinan Harian MUI dengan tema Waspada Narkoba di Tengah Wabah Corona. Kegiatan yang akan diselengarakan beberapa sesi ini adalah bentuk keprihatinan Ganas Annar terhadap suatu fenomena peredaran gelap narkoba yang tetap ada di tengah wabah virus corona di negeri ini.

 

Anjan Pramuka sebagai orang nomor 1 di Deputi Bidang Pencegahan BNN ini pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa peredaran narkoba saat ini sudah banyak juga terpapar pada anak dan remaja, artinya secara data banyak pengguna awal pada usia tersebut. Inilah salah satu keprihatinan Anjan sebagai juga bapak dari seorang putri yang diungkapnya di ruang Social Media Center Deputi Bidang Pencegahan BNN.

Jenderal bintang 2 yang sering memimpin pengungkapan peredaran narkoba ini mengutarakan keprihatinan juga bahwa sistem penegakan hukum yang belum mampu menimbulkan efek jera bagi para bandar narkoba.

Kondisi geografis sebagian besar Indonesia dalam bentuk laut digunakan sebagai rute favorit bagi sindikat untuk menyelundupkan narkotika dari luar negeri, bahkan ia katanya 80% jalur laut adalah modus melalui luat.

Anjan juga mengungkapkan beberapa tangkapan BNN dilakukan melalui jalur laut pada masa pandemi covid-19. Tidak main-main jaringan luar negeri mayoritas masih mendominasi peredaran gelap narkoba tersebut. Pengungkapan di pulau Sumatera, Bali, dan Pulau Jawa serta Pulau Sulawesi dipetakan secara detail yang menunjukkan bahwa BNN tetap bekerja keras untuk menjaga negeri ini di tengah ancaman virus corona.

Bahkan pada layar penampil ditayangkan beberapa pengungkapan pengalaman jenderal bintang 2 yang sering di lapangan dalam mengungkap peredaran narkoba ini dalam pengungkapan besar narkoba.

Hal senada juga disampaikan juga oleh Kombes Pol. Asep Jenal Ahmadi, bahwa Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri juga terus bekerja di lapangan. Bahkan perwira melati tiga ini juga menyampaikan bahwa atas ajaran bapak Anjan Pramuka yang dulu pernah menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri maka para anggota Polri siap di lapangan dan terus berupaya mengamankan bangsa ini dari jeratan sindikat narkoba.

 

Pada pengantar sesi seminar ini DR. KH. Sodikun, M.Si. selaku wakil ketua PP Ganas Annar MUI Pusat menyampaikan bahwa kita harus waspada pada narkoba karena sangat bahaya karena melebihi corona yang dampaknya sangat luar biasa. Perspektif dampak bahaya narkoba disampaikan yang pertama berdampak pada keluarga, kedua berdampak pada orang lain, ketiga berdampak menghancurkan. Narkoba yang dihancurkan adalah otak manusia ungkapnya, sehingga eksistensi diri yang menggunakan sudah tidak tahu lagi. Strategi antisipasi terpadu merupakan solusi yang ditawarkan dalam menangani narkoba sejak pendidikan dini di sekolah hingga di masyarakat.

Keprihatinan Mejelis Ulama Indonesia (MUI) pada permasalahan narkoba di masyarakat oleh DR. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag. selaku Sekjen MUI mengungkapkan bahwa di tengah wabah virus corona ini bangsa ini harus mengikuti arahan pemerintah. Konsep The New Normal yang disampaikan bahwa bangsa ini perlu berdamai dengan corona. Namun disampaikan pula oleh Doktor dari UIN ini bahwa MUI ikut bertanggung jawab pada permasalahan bangsa ini yaitu peredaran narkoba yang mengancam remaja.

Seminar Online yang dihadiri oleh lebih dari 70 partisipan ini cukup interaktif dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan melalui fasilitas tulis kepada pada narasumber. Sebagai penutup banyak komentar dari partisipan bahwa materi bahasan yang super menarik dan sangat bermanfaat dengan narasumber yang hebat.

Deputi Pencegahan Terima Hasil Karya Lomba Poster Bertema Pencegahan Anti Narkoba dari BNNK Purbalingga

Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Sudirman S.Ag menyerahkan masker dan poster kepada Deputi Bidang Pencegahan. Poster dan Masker yang diserahkan kepada Deputi Pencegahan merupakan hasil pemenang dari lomba yang di selenggarakan oleh BNNK Purbalingga.

Menurut Sudirman tema yang diangkat pada lomba tersebut adalah “Tolak Narkoba da Waspada Corona:. Selain lanjut Sudirman lomba tersebut merupakan merespon BNNK Purbalingg terhadap penyebaran virus Covid 19. Masker tersebut juga di bagikan kepada masyarakat Purbalingga ujar Sudirman.

Deputi Pencegahan, Drs. Anjan Pramuka Putra, SH. M.Hum saat menerima masker dan poster mengapresiasi hal tersebut dan meminta Kepala BNNK Purbalingga untuk terus berinovasi dalam penyampaikan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat.