yono

yono

Page 1 of 11

Salah satu segmen masyarakat yang menjadi perhatian BNN dalam penyebarluasan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba adalah anak usia dini. Hal ini bertujuan untuk melindungi mereka dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kasubdit Media Elektronik, Direktorat Diseminasi Informasi BNN, Tri Tjahyono mengatakan saat ini ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba sudah mengancam anak-anak usia dini. Oleh karena itu perlu langkah-langkah untuk melindungi mereka dari penyalahgunaan narkoba ujar Tri.

salah satunya adalah meberikan pembekalan anti penyalalahgunaan narkoba kepada tenaga pendidik usia dini.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Talkshow interaktif  berbasis komunitas keluarga dengan tema “generasi millenial sehat, kuat, hebat  tanpa narkoba" menyasar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (15/5).

Dalam paparannya Tri Tjahyono menyampaikan permasalahan narkoba terutama di kalangan keluarga dan dari sudut pandang pendidik di kalangan anak-anak usia dini.

Menurut Tri, tenaga pendidik harus memiliki pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Hal ini penting agar tenaga pendidik bisa menyampaikan informasi yang benar kepada anak didiknya tentang bagaimana melindungi diri mereka dari penyalahgunaan narkoba.

Hadir pula psikolog anak Vera Itabiliana yang menyampaikan materi pentingnya Parenting Skill kepada para guru-guru dan kepala sekolah HIMPAUDI.

Diharapkan pendidik sebagai pejuang generasi muda mengajak anak didiknya untuk menanamkan kegiatan yang positif  untuk melindungi mereka dari penyalahgunaan narkoba" (Edit Oscar)

#cegahnarkoba

#stopnarkoba

Sejak pukul 03.30 WIB dinihari geliat aktivitas di pesantren Al Iman sawangan elok kota Depok telah dimulai. Terlihat sosok seorang pemuda bertubuh tinggi dan berkulit putih melaksanakan shalat Tahajud dan muroja'ah atau mengulang hafalan di mushola pesantren tersebut. Dona, nama pemuda tersebut adalah salah satu santri program tahfidz yang berasal dari Jambi. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya di pertengahan tahun 2017, pemuda 25 tahun ini melanjutkan program menghafal Al-Qur’an selama 2 tahun atas saran guru ngajinya di Jambi.

Ditemui di pesantren Al-Iman, Dona menceritakan bagaimana perkembangan penyalahgunaan narkoba di Jambi sudah marak terjadi, bahkan beberapa teman yang dikenalnya juga ikut sebagai pecandu narkoba. Dona amat bersyukur dengan kesibukannya di pesantren ini sehingga dapat mencegah dirinya dari godaan untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Ia berpesan kepada seluruh pemuda Indonesia terkhusus di Jambi untuk memperbanyak kegiatan positif, terutama dalam hal keagamaan. Karena waktu yang dihabiskan dalam kegiatan keagamaan jauh lebih berkah dan akan mendatangkan kebaikan.

Sobat cegah, dalam menolak perilaku penyalahgunaan narkoba hendaklah dimulai dari diri sendiri. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menyibukkan diri melalui hobi atau kegiatan bermanfaat lainnya. Apa yang dilakukan oleh Dona adalah salah satu dari sekian banyak kegiatan positif yang dapat kita lakukan. Karena kita tidak tahu kapan dan bagaimana datangnya godaan untuk melakukan penyalahgunaan narkoba.

Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa akan membentuk pribadi yang kuat dan penuh motivasi untuk menjaga perilaku sesuai perintah yang telah ditetapkan. Seseorang yang sadar bahwa hidup ini hanya sementara dan setiap detik yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban maka tentu akan berpikir untuk melakukan perbuatan yang sia-sia. Sudah saatnya pemuda Indonesia berpikiran maju ke depan untuk mengisi kemerdekaan sesuai dengan harapan dan cita-cita para pahlawan terdahulu yaitu hidup merdeka tanpa penjajahan, termasuk merdeka dari ancaman narkoba.

#cegahnarkoba  #stopnarkoba

* Penulis : Helmi Murvikal (Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, BNNK Gayo Lues, Aceh)

Jakarta, Cegahnarkoba - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan 20 Kg Narkoba jenis sabu di Lampung dan Riau. Kepala BNN Komjen. Pol. Heru Winarko,  saat konferensi pers di kantor BNN RI (26/04/2018) menyampaikan bahwa penyelundupan sabu ini berasal dari Malaysia yang dilakukan oleh tiga WNI berinisial ZA, FAS dan MA. Lebih lanjut  beliau menyatakan bahwa narkoba masih ada dan dikirim dari luar melalui jalur perairan menggunakan speedboat. Penangkapan ini merupakan kerjasama dari BNNP Riau dan BNNP Lampung. Keberhasilan pengungkapan ini berkat adanya peran serta aktif masyarakat dalam memberikan informasi kepada BNN mengenai tindak kejahatan narkoba.

Saat ini wilayah Lampung dan Perairan Riau kerap dijadikan pintu masuk peredaran gelap narkoba ke Indonesia melalui pelabuhan dan jalur darat. Sindikat narkoba sering memanfaatkan longgarnya pengamanan di sepanjang perairan Indonesia untuk memasukan narkoba dari Luar Negeri. Bahkan disinyalir terdapat beberapa pelabuhan tikus yang menjadi titik lokasi masuknya narkoba di Indonesia.

Maraknya kasus peredaraan narkoba seperti ini memerlukan upaya lebih kuat dalam hal pencegahan. Diantaranya dengan dilakukannya penguatan pengawasan perairan untuk mencegah masuknya narkoba dari Luar negeri. Selain itu juga diperlukan upaya peningkatan kewaspadaan terhadap segala bentuk peredaran bahan-bahan berbahaya yang ada di sekitar kita khusususnya di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat pada umumnya. Masyarakat juga harus senantiasa  mengikuti dan memahami perkembangan informasi yang berkaitan dengan kejahatan narkoba. Oleh karenanya BNN bersama masyarakat akan terus secara masif melakukan pencegahan peredaran narkoba. (Ade, Kiki, Helmi, Hendrik, Rina).

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Jakarta, CEGAHNARKOBA – SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di desain untuk dapat diintegrasikan dengan proses  manajemen dan kendali yang ada serta Komitmen kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam Sistem manajemen anti penyuapan (SMAP).  Komitmen kepemimpinan untuk menetapkan budaya kejujuran, transparansi, keterbukaan dan kepatuhan. Sifat dari budaya organisasi adalah hal yang kritis terhadap kesuksesan atau kegagalan sistem manajemen anti penyuapan.

BNN sudah selangkah lebih maju karena sudah menerapkan Peraturan Kepala (Perka) terkait Kebenturan Kepentingan dan hal tersebut diatur dalam SNI ISO 37001: 2016 SMAP Klausal 4.5 Penilaian Risiko Penyuapan. Atas dasar itulah, melalui Inspketur Utama, BNN mencoba mengintegrasikan ke dalam SNI ISO 37001:2016 dan mengintegrasikan SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu.

BNN sudah mempunyai sistem namun belum terkelola dengan baik. Mempertahankan standar sesusai sertifikasi lebih sulit dan merupakan kewajiban BNN untuk melaksanakannya. Sertifikasi yang telah diraih BNN hanya berlaku selama 3 tahun, dan akan terus dilakukan audit sebagai langkah monitoring dan evaluasi.

Inspektur Utama BNN, Irjen Pol. Drs. Wahyu Adi menyampaikan dalam acara penterahan sertifikat tersebut secara bersamaan merupakan tanggung jawab yang besar bagi BNN. “Mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkannya, maka dibutuhkan komitmen dan kerja sama yang baik dari semua unsur yang ada dalam suatu organisasi untuk mengimplementasikan klausul-klausul yang ada di dalam SNI ISO tersebut” tegasnya lebih lanjut.

Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar – Badan Standardisasi Nasional (BSN) Wayu Purbowarsito menyampaikan sebagai salah satu binaan BSN dalam menerapkan SNI ISO 37001:2016 dan SNI ISO 9001:2015, mempertahankan Sistem Manajemen Mutu bukan hanya sekedar untuk memenuhi persyaratan saja, namun harus menjadi bagian dari Budaya Organisasi sebagai bentuk Komitmen dan tanggungjawab organisasi dalam menjamin mutu kerja yang dihasilkan. Selanjutnya dengan diterimanya sertifikat ke SNI ISO 9001:20015 dan SNI ISO 37001:2016, maka Inspektorat telah berhak menggunakan LOGO Komite Akreditasi Nasional (KAN). (yul).

#stopnarkoba #cegahnarkoba

Denpasar, Cegahnarkoba – Ibu negara,  Iriana Joko Widodo melakukan sosialisasi Anti Narkoba, Pornografi serta Kekerasan Pada Perempuan dan Anak kepada masyarakat Bali.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari kegiatan Organisasi Aksi Solidaritas Era (Oase) Kabinet Kerja yang merupakan organisasi khusus gagasan Ibu Negara dan Ibu Wakil Presiden dan disepakati para pendamping menteri kabinet kerja.

"Kita harus semangat memberantas narkoba, karena pemakainya di Indonesia sangat banyak. Jauhi narkoba, kekerasan dаn pornografi jika tidak ingin masa depan kita rusak. Indonesia harus bebas dаrі narkoba,” ujar Iriana, di Hotel Aston, Denpasar, Bali, Selasa (3/4/2018).

Lebih lanjut Iriana berharap selesai acara ini, sepulang dari tempat ini, saudara-saudara dan anak-anak yang menjadi peserta sosialisasi bisa menjadi duta anti narkoba, duta anti pornografi dan duta anti kekerasan. Mari sebarkan informasi bahaya penyalahgunaan  narkoba mulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar kita.

#stopnarkoba #cegahnarkoba

Jembrana, Bali, Cegahnarkoba - Desa Budeng yang terletak di Kecamatan, Jembrana, Kabupaten Jembrana Bali menjadi Pilot Project pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BNN Irjen (Pol) Drs. Heru Winarko saat menghadiri peresmian Desa Budeng menjadi Desa Bersih narkoba.

Heru Winarko sangat mengapresiasi konsep tersebut, sehingga beliau menyempatkan hadir dalam acara peresmian Desa Budeng sebagai desa bersih narkoba. Hal ini sejalan dengan program BNN yang menangkal peredaran gelap narkoba mulai dari pedesaan. 

“Tidak bisa dipungkiri bahwa narkoba sudah masuk hingga pedesaan. oleh karena itu perlu ketahanan yang kuat dari desa tersebut untuk menangkalnya. Saya harap semua desa di Kabupaten Jembrana ini bersih dari peredaran narkoba” tegas Heru Winarko.

Peresmian Desa Budeng sebagai desa bersih narkoba dibarengi dengan penandatanganan perjanjian Muspida bersama masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. (disunting dari berbagai sumber) edited affan.

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Page 1 of 11
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…