yono

yono

Page 1 of 15

Cegahnarkoba - Mengisi masa muda dengan kegiatan yang positif tentunya sangat bermanfaat dibanding hanya menghabiskan waktu untuk nge-mall atau clubbing. Kamu bisa melakukan hal produktif seperti ikut komunitas tari, teater dan musik. Selain sebagai cara untuk mengekplorasi kemampuan diri, kegiatan tersebut juga berguna untuk menyalurkan bakat dan minat yang barangkali belum kamu sadari.

Banyak hal berguna yang bisa kamu dapatkan ketika mengikuti komunitas tersebut. Beberapa diantaranya adalah mendapat pengalaman dan teman baru, dari situ kamu bisa bertukar informasi seputar hobi yang sedang kamu geluti. Kamu juga dapat berbagi cerita mengenai hal-hal yang berkaitan dengan komunitas yang kamu ikuti. Pengalaman dan informasi yang kamu bagi tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang lain.

Salah satu komunitas yang banyak dikenal orang ialah Komunitas Salihara. Dibentuk oleh beberapa sastrawan, seniman dan peminat seni sejak Agustus 2008. Komunitas ini menyelanggarakan berbagai macam acara dan program-program seni. Teater menjadi salah satu pertunjukan yang cukup sering ditampilkan. Ada juga bedah buku, perhelatan tari, pemutaran film dan konser musik.

Komunitas Salihara juga membuka klub buku, kelas akting dan menulis. Melalui klub buku, kamu diajarkan untuk membedah, mengkritik dan mengolah karya sastra. Lewat kelas akting, kamu bisa belajar teater, drama dan tampil di depan umum dengan percaya diri. Sementara, menulis dapat mengungkapkan isi hati dan mengekspresikan kepribadian diri.

Banyaknya komunitas seni di Indonesia, mempermudah masyarakat dalam meyalurkan hobi dan bakat yang mereka miliki. Komunitas tersebut juga menjadi wadah untuk mengeksplorasi potensi diri. Masa muda tidak lagi sia-sia ketika diisi dengan kegiatan positif yang tak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga untuk orang lain. Jadilah generasi bangsa yang cerdas dan menginspirasi. (asri)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Cegahnarkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengadakan Forum Komunikasi (Forkom) berbasis media online pada hari kamis (27/8/18) di salah satu Hotel daerah Cawang – Jakarta Timur.

Mengambil tema “Generasi Digital Generasi Milenial Sehat Tanpa Narkoba”, BNN mengajak semua lapisan untuk turut serta membantu dan berperan aktif dalam mensosialisasikan bahaya pengunaan narkoba atau obat-obatan terlarang.

Forkom dimulai pukul 09.00 wib, di hadiri oleh Direktur Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, Bapak Brigjen. Pol. Drs. Anthoni Hutabarat dan Praktisi bidang seni dan entertain, Trisa Triandesa sebagai narasumber dalam forkom ini.

“Kami sengaja memilih para blogger, netizen untuk menjadi perpanjangan tangan atau mitra BNN dalam menyampaikan informasi pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat. Saat ini media informasi sudah beralih melalui media elektronik khusunya media online, hal ini menunjukan betapa pentingnya media ini sebagai media diseminasi informasi bahaya narkoba. ucap bapak Brigen Pol. Drs. Antony Hutabarat dalam sambutannya”.

Memang peserta yang hadir adalah para blogger, vlogger dari berbagai macam usia dan profesi, yang ingin berpartisipasi dalam mensosialisasikan bahaya pengunaan narkoba kepada khalayak.

hal ini tentunya menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar tidak terberdaya atau tertipu dengan sindikat narkoba yang bertujuan menghancurkan generasi muda Indonesia.

Oleh sebab itu, strategi untuk menyatukan atau melibatkan netizen dalam penyebaran informasi tentang bahaya pengunaan narkoba tentu saja sangat dibutuhkan.

Para netizen diharapkan turut serta ambil bagian guna membantu masyarakat melalui tulisan-tulisan yang dimuat pada media online, atau membuat vlog yang bersifat mengedukasi serta menggungah masyarakat agar lebih peduli, waspada dan menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Sumber Berita: Strategi.id

Masalah penyalahgunaan narkoba yang melibatkan generasi muda menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini. Generasi muda yang menjadi penerus cita-cita bangsa harusnya bebas dan bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Hasil penelitian terakhir BNN (tahun 2017) jumlah penyalahgunna narkoba di kalangan generasi muda (Pelajar) mencapai 24 persen atau setara dengan 810.267 orang. Jumlah tersebut sangat besar dan memerlukan penanganan yang serius. Penanganan tidak hanya dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading sector pencegahan penyalahgunaan narkoba, tetapi unit kecil dalam masyarakat seperti keluarga juga memegang peranan penting dalam mencegah generasi muda menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan dalam keluarga antara lain menciptakan kedekatan dan komunikasi antara orang tua dan anak. Salah satu investasi waktu terbaik dan yang paling bijaksana adalah meluangkan waktu bersama keluarga. Mengapa demikian?

Interaksi orang tua dan anak sangat penting untuk menumbuhkan kedekatan di antara mereka, misalnya dengan mengobrol atau pergi bersama di waktu luang. Kedekatan ini penting untuk menciptakan rasa nyaman bagi anak-anak. Mereka semestinya dapat menganggap orang tua selayaknya teman, dimana setiap permasalahan dapat mereka sampaikan kepada orang tua. Nah, yang berbahaya adalah ketika anak tidak berani menceritakan permasalahan yang ia dihadapi kepada orang tua. Salah satu bentuk komunikasi yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan meluangkan sedikit waktunya untuk sekadar sms atau menelepon anak-anak mereka. Anak akan merasa diperhatikan.

Banyak penelitian yang menunjukan bahwa orangtua yang sering meluangkan waktu bersama anak-anaknya seperti saling bercerita, mendengarkan dan menjawab pertanyaan mereka, maka prestasi anak akan jauh lebih baik dan memiliki sikap yang tegas dalam menolak pengaruh negatif disekitar mereka. (Oscar)

(Disunting dari beberapa sumber)

Pada tingkat perguruan tinggi banyak ditemukan organisasi kemahasiswaan sebagai wadah berkumpulnya individu dengan visi, dan misi yang sama. Organisasi ini dikenal sebagai fasilitator antar pihak kampus, mahasiswa, juga masyarakat dalam berbagi inspirasi ataupun aksi terkait isu yang beredar di masyarakat.

Salah satu contohnya ialah Gerakan Mahasiswa Anti Narkoba (GERHANA) di Universitas Serang Raya, sebuah organisasi yang aktif mensosialisasikan tentang bahaya narkoba. Dengan adanya wadah ini, mahasiswa dapat mengupayakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) di lingkungan kampus dan juga masyarakat.

Para mahasiswa mengadakan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada siswa SMP/SMA/sederajat dengan maksud dan tujuan memberikan pemahaman yang lebih tentang narkoba dan bahayanya kepada generasi muda penerus bangsa.

Sebab bukan lagi rahasia umum jika lingkungan kampus begitu memudahkan mahasiswa melakukan transaksi terlarang. Universitas menjadi lokasi yang banyak digunakan untuk memakai maupun mengedarkan narkoba. Pasalnya tidak ada pengawasan khusus dari pihak terkait.

Dengan adanya organisasi seperti ini mahasiswa diharapkan berperan aktif terjun langsung ke masyarakat dalam memberikan penyuluhan akan bahayanya penyalahgunaan narkoba. Juga dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain yang belum memiliki organisasi serupa untuk ikut peduli akan pentinya sosialisasi tentang pencegahan narkoba. (Diandra&Asri)

Beredarnya rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan sebutan Vape, menjadi incaran para perokok khususnya anak muda. Mereka menganggap bahaya rokok elektrik lebih ringan dibanding rokok tembakau.

Pada awalnya rokok elektrik dikeluarkan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah perokok tembakau aktif yang kemudian diharapkan mampu membuat mereka berhenti merokok. Namun ternyata rokok elektrik juga tak kalah bahaya dibanding rokok tembakau.

Sesuai namanya, rokok elektrik berbentuk tabung dengan baterai yang dapat diisi ulang dengan cara di-charge. Ada pula pipa kecil tempat menaruh cairan sebagai pengganti tembakau bakar. Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan zat cair yang mengandung perisa serta varian aroma buah-buahan.

Uap yang dihembuskan usai menghisap rokok elektrik mengandung zat kimia yang dapat menyebabkan penyakit asma, kanker paru-paru, membuat mata iritasi dan juga mencemari udara. Lagipula, uap yang dihasilkan dari vape lebih banyak dibanding asap rokok tembakau, sehingga efek negatif juga akan dirasakan orang yang berada di sekitar perokok.

Meskipun beberapa rokok elektrik dilabeli dengan “nicotin-free”, tak jarang, zat cair yang digunakan dalam vape juga mengandung nikotin dan senyawa kimia lainnya yang dapat menyebabkan kecanduan, masalah jantung dan tekanan darah.

Selain uap dan cairan yang membahayakan kesehatan, logam pada baterai rokok elektrik dapat meledak karena daya panas yang tinggi. Terdapat beberapa kasus ledakan vape yang menyebabkan luka bakar pada wajah korbannya.

Baik rokok tembakau ataupun rokok elektrik nyatanya memiliki efek samping yang sangat membahayakan. Himbauan tentang bahaya merokok sangat penting disosialisasikan kepada seluruh masyarakat, khususnya anak muda, ibu hamil dan menyusui. Dampak negatifnya tak hanya mengancam kesehatan diri sendiri tapi juga perokok pasif di sekitarnya. (Asri)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar konferensi pers atas pengungkapan penyelundupan narkotika dengan barang bukti 42,6 kilogram sabu, 98,7 kilogram ganja dan 2.985 butir ekstasi di Kantor BNN, Cawang Jakarta timur, Jumat (28/9). Barang bukti tersebut berasal dari 3 (tiga) kasus berbeda yang berhasil diungkap BNN.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BNN Drs. Heru Winarko bersama Deputi Pemberantasan Drs. Arman Depari. Menurut Heru Winarko, jenis pil ekstasi yang diungkap bukan jenis ekstasi baru melainkan barang lama yang memiliki bahaya seperti sitaan sebelumnya. “Jenis sabu dan ekstasi masih sama, belum ada jenis yang baru”, ujar Heru menambahkan. Dalam konferensi pers kali ini BNN menyampaikan pengungkapan 3 kasus penyelundupan narkotika dengan mengamankan 11 orang tersangka.

Kasus pertama yang berhasil diungkap, yakni tiga unit dispenser yang berisi lima bungkus teh hijau yang didalamnya terdapat 5,1 kilogram sabu. Barang bukti tersebut didapat dari seorang pria berinisial JS alias Ahok yang berhasil diamankan BNN di Jalan Gunung Krakatau, Medan Timur, Rabu (19/9/2018).

Kasus kedua adalah diamankannya dua orang narapidana dari Lapas Kelas I, Tangerang, berinisial MIF alias K dan SI alias B. Keduanya terbukti terlibat dalam penyelundupan 98,7 kilogram ganja yang berhasil diungkap BNN beberapa waktu lalu. K dan B berhasil mengendalikan proses pengiriman ganja dari dalam lapas. Kasus tersebut berhasil diungkap BNN pada 23 Juni 2018 dengan bekerjasama dengan Kantor Pos Tangerang kota.

Pada kasus ketiga, BNN berhasil menemukan rumah yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba yang melibatkan oknum sipir lapas kelas II B Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu, (16/9). Total keseluruhan, BNN menyita 37,8 KG Sabu dan 2.985 butir ekstasi. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

(Oscar/Diandra)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Page 1 of 15
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…