anto

anto

Page 1 of 25

Menjadi pribadi yang easy going dan memiliki banyak teman adalah hal yang menyenangkan. Apalagi kamu juga seorang yang mudah beradaptasi di lingkungan baru. Semua orang akan menerima dan mengenal kamu sebagai sosok yang asyik dan seru. Tetapi ada yang perlu diingat, bahwa dalam lingkungan pergaulan tidak semua orang memiliki kepribadian yang positif. Banyak dari mereka yang justru akan memberikan pengaruh buruk. Misalnya, jika beberapa teman kamu adalah pemakai narkoba, pastilah kamu akan terkena efeknya. Untuk itu kenali tanda-tanda bahwa temanmu adalah seorang pecandu narkoba.

Emosional

Mereka yang menggunakan narkoba umumnya menjadi cepat marah dan tersinggung. Mereka tidak dapat mengontrol emosinya dengan baik. Salah bicara sedikit, membuatnya naik darah. Apalagi jika ia sedang dalam pengaruh obat, emosinya yang tidak stabil dapat menyebabkan perkelahian.

Bersikap Aneh

Seorang pecandu narkoba memiliki sikap yang tidak dapat ditebak. Terkadang menjadi sosok yang pendiam, kadang banyak bicara tapi disisi lain bisa menjadi sangat pemurung. Apalagi dibawah pengaruh narkotika pembicaraannya pun cenderung ngelantur.

Paranoid

Suatu gangguan kepribadian dimana seseorang yang menderita paranoid merasa dirinya dikejar. Memiliki tingkat kepercayaan rendah, yang menyebabkan ia sulit bekerja sama dengan orang lain. Dalam kasus ini, seorang pecandu narkoba sering mengalami halusinasi berlehebihan.

Manipulatif

Adalah tindakan curang yang dilakukan seseorang agar ia mendapat apa yang diinginkannya. Dalam hal ini seorang pecandu kerap kali berbohong demi mendapatkan barang haram tersebut, dengan cara apapun. Bahkan pertemanan yang terjalin lamapun tidak akan berarti karena seorang pengguna dapat dengan mudah memaksa meminjam uang untuk membeli barang haram narkotika.

Itulah beberapa hal yang mudah dideteksi apabila teman kamu adalah seorang pecandu narkoba. Kenali mereka sebisa mungkin agar kamu tidak ikut terjerumus dalam dunia gelap tersebut. Penting sekali bagi para generasi muda untuk memperluas pergaulan dan memperbanyak relasi karena sejatinya manusia tidak mungkin hidup sendiri. Namun yang lebih penting lagi, pintar-pintarlah dalam berteman.

(Asri Gartika)

Jakarta, Cegahnarkoba.bnn.go.id -Masalah penyalahgunaan narkoba menjadi permasalahan yang serius karena melibatkan generasi muda atau generasi millennial yang akan menjadi tulang punggung pembangunan nasional di masa depan, namun sangat disayangkan banyak generasi muda yang jatuh kedalam jurang oenyalahgunaan narkoba. Media sosial menjadi tool yang dapat memfasilitasi pengguna untuk menyerap beragam informasi (positif dan negatif), tergantung bagaimana kemampuan generasi muda untuk memilah beragam informasi tersebut, ada yang mengadopsi informasi tertentu dan mendijadikan sebagai gaya hidup (life style) seperti menggunakan narkoba sebagai gaya hidup.

Anggota Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional (BNN), Yappi Manafe saat mengujungi Social Media Center (SMC) di lantai 3, kantor BNN mengungkapkan generasi millennial harus menjadi segmen yang dilindungi dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Pemahaman yang keliru tentang konsumsi narkoba sebaga life style menjadikan generasi muda sangat rentan terjerumus kedalam bahaya penyalahgunaan narkoba, ujar Yappi.

Kalau kita ingin generasi millennial ini produktif dan punya potensi dalam membangun bangsa ke depan, maka mereka harus dijaga”  Cara mencegahnya adalah melalui peranan besar orang tua, orang tua yang menjadi mentor untuk memberikan  life skill kepada anak-anaknya supaya mentalnya menjadi stabil dan memiliki tujuan hidup yang pasti untuk menggapai cita-cita dengan cara yang baik dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sambung mantan Deputi Pencegahan.

Saran Yappi agar generasi millennial bebas dari penyalahgunaan narkoba. Pertama generasi muda dalam bergaul harus menggunakan rasio bukan perasaaan. Kedua Pelajari semua pengetahuan tentang bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba dan Ketiga selalu dekat dengan orang tua tutup Yappi. (Oscar)

Jakarta, Cegahnarkoba.bnn.go.id - Permasalahan penyalahgunaan narkoba yang terjadi  di Indonesia membutuhkan kerjasama dari semua pihak dalam upaya penanganannya. 
 
Deputi IV Kantor Staf Presiden yang membidangi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Eko Sulityo menyambangi Social Media Center (SMC) milik Deputi Bidang Pencegahan di lantai 3 Kantor BNN Cawang, Senin (30/07). Beliau didampingi oleh Kepala BNN Heru Winarko dan Deputi Pencegahan Ali Djohardi.
 
Kunjungannya dalam rangka menyatukan persepsi dan melawan penyalahgunaan narkoba. Presiden Joko Widodo sudah menyatakan perang  melawan narkoba. Oleh karena itu semua instansi dan elemen masyarakat harus melakukan upaya-upaya untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba.
 
Menurut Eko, masalah narkoba sudah sangat membahayakan khususnya bagi generasi muda. Oleh kerena itu, anak muda perlu diingatkan terus menerus agar tidak terjerumus dengan penyalahgunaan narkoba. 
 
"Narkoba tidak hanya merusak fisik dan mental. Sampai dengan hari ini narkoba menjadi kejatahan yang luar biasa. 
 
Khusus kepada generasi muda, Eko berpesan untuk menjaga bangsa ini dengan tidak menyalahgunaan narkoba. Tahun 2030 Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Bonus demografi merupakan kondisi dimana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif ujar Eko.  (Oscar)
#stopnarkoba #cegahnarkoba

Oleh: Asri Gartika

Pentingnya komunikasi dan interaksi orang tua dengan anak menjadi kunci utama dalam membangun kedekatan emosional. Komunikasi yang baik mempengaruhi pembentukan karakter anak dalam perkembangannya. Anak menjadi lebih terbuka dan menganggap orang tua selayaknya teman sebagai tempat bercerita. Namun, dewasa ini sering kali ditemukan adanya gap antara anak dan orang tua yang disebabkan minimnya rasa percaya dan komunikasi. Terlebih, pergaulan anak zaman sekarang kerap kali lepas dari pengawasan orang tua.

Mengatasi hal tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mendekatkan diri dengan anak. Agar tak terasa kaku, orang tua dapat mengadakan perjalanan wisata atau family trip. Dalam waktu-waktu senggang ajak si anak berbicara dengan santai, salah satunya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Sebab, orang tua tidak pernah tahu pergaulan anak di luar rumah dan seperti apa teman-temannya.

Salah satu bentuk komunikasi yang dapat dilakukan saat family trip adalah dengan mengingatkan si anak untuk tidak menerima apapun dari orang yang tidak dikenal, memperingati mereka sedini mungkin untuk tidak merokok serta dampak yang akan didapatkan apabila hal tersebut tetap dilakukan. Menolak secara halus apabila ditawari minuman beralkohol atau diajak ke club malam.

Mendeteksi masalah narkotika sedari dini dapat dimulai dari lingkup lingkungan yang paling kecil, seperti keluarga. Peran keluarga dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sangatlah penting. Selain itu, orang tua kerap kali kecolongan atas perilaku anak yang kemudian dianggap menyimpang atau aneh. Atas dasar itu lah, family trip dapat dipilih sebagai salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Buatlah suasana sesantai mungkin dan perlakukan si anak layaknya teman. Sehingga si anak tidak merasa tertekan.

#HANI2018 #ListenFirst #WorldDrugDay #stopnarkoba #cegahnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba.bnn.go.id - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara menggelar acara Forum Komunikasi Anti Narkoba Berbasis Media Online, di Jakarta. kamis 05/07/2018, Hal ini karena Kejahatan narkotika di media online semakin sering terjadi. Dan tidak jarang media online dimanfaatkan oleh sindikat untuk memasarkan narkotika.

Kepala BNNK Jakarta Utara AKBP  Yuanita Amelia Sari mengatakan pentingnya melibatkan para Netizen dalam upaya perang melawan penyalahgunaan narkoba.

Menurut  Yuanita, BNNK Jakarta Utara sengaja memilih para netizen untuk menjadi perpanjangan tangan atau mitra BNNK dalam penyampaikan informasi pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat. Dia meminta para netizen untuk lebih aktif sebagai pelopor gerakan pencegahan, penyebaran informasi dan menjaga diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba dengan cara penyebarkan informasi melalui blog, media sosial dan website. Terlihat 30 peserta hadir pada kegiatan itu yang berasal dari Pelajar dan Pekerja.   

Sementara itu narasumber lain, Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Fika Dewi Rahmawati kembali menegaskan  untuk bersama mencegah bahaya narkoba melalui sarana media online untuk lebih intens mengedukasi masyarakat agar lebih aware terhadap permasalahan narkoba. Media yang efektif untuk menyebarkan informasi bahaya narkoba adalah media online tutup Fika. (edit oscar)

#HANI2018 #ListenFirst #WorldDrugDay #stopnarkoba #cegahnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba.bnn.go.id - Ada yang menarik dari nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2018 di RW/08 Penjaringan, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat 06/07/2018. Sebelum menyaksikan pertandingan perempat final yang mempertemukan France dan Uruguay masyarakat terlebih dahulu menggelar sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba.

Hadir sebagai narasumber Direktur Diseminasi Informasi, Deputi Bidang Pencegahan BNN Brigjen Pol. Drs Antoni Hutabarat dan anggota Komisi 7 DPR RI dari fraksi partai Golkar Ivan Doli Gultom.

Wakil ketua RW 08, Lahudin mengatakan moment piala dunia sengaja dimanfaatkan untuk menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada warga untuk menjaga lingkungan dan keluarganya dari penyalahgunaan narkoba. Menurut Lahudin banyak warga RW/8 Penjaringan khususnya remaja yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut yang menjadi dasar pengurus RW mengundang BNN untuk hadir dan menyampaikan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba ujarnya.

Direktur Diseminasi Informasi BNN, Antoni Hutabarat saat menyampaikan sambutan mengatakan saat ini Indonesia menjadi pangsa pasar yang cukup besar mengingat ada 5 juta pengguna narkoba. Oleh karena itu kita harus bersama-sama bersama-sama melawan penyalahgunaan narkoba ajak Antoni Hutabarat.

Lebih lanjut Antoni Hutabarat menjelaskan, bonus demografi yang akan datang harus sikapi dengan cara mempersiapkan generasi muda Indonesia yang sehat dan berprestasi. Tugas orang tua adalah melindungi mereka dari penyalahgunaan narkoba tutupnya.

Sementara itu, Ivan Doli Gultom angota DPR RI yang saat itu bersama-sama masyarakat menyaksikan nobar Piala Dunia memberikan apresiasi kepada BNN yang datang menyampaikan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat.

“Ini kesempatan yang baik dimana masyarakat berkumpul menyaksikan pertandingan Piala Dunia. Semua kalangan ada disini. Ada remaja dan dewasa. Mereka bisa mendengarkan langsung bahaya narkoba dari sumber yang memahami permasalahan narkoba. Jadi menurut saya ini kegiatan yang kreatif dari teman-teman BNN” ujarnya.

Ivan Doli Gultom berharap kegiatan Pencegahan penyalahgunaan narkoba terus dilaksanakan oleh BNN agar generasi muda Indonesia bebas dari penyalahgunaan narkoba. (Oscar)

#HANI2018 #ListenFirst #WorldDrugDay #stopnarkoba #cegahnarkoba

Page 1 of 25
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…