Friday, 23 February 2018 09:11

Satu Tekad Punggawa P2M : Stop Narkoba

Satu Tekad Punggawa P2M : Stop Narkoba Photo By Cegah Narkoba

Makassar, Cegahnarkoba - Para punggawa Pencegahan dan Pemberdayaan masyarakat (P2M) berkumpul di Hotel The Rinra, Makassar, 19-21 Februari 2018 untuk berdiskusi dan menyatukan tekad dalam pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba serta pemberdayaan masyarakat.  Selain menyatukan tekad, acara tersebut juga bertujuan untuk menguatkan koordinasi BNN Pusat dengan daerah dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Pejabat BNN Pusat dan daerah yang hadir dalam acara tersebut antara lain: Deputi Pencegahan BNN Irjen Pol Drs. Ali Djohardi, Deputi Pemberdayaan Masyarakat Irjen Pol Drs. Dunan Ismail, serta Direktur Diseminasi Informasi dan Direktur Advokasi.

Dalam sambutannya, Deputi Pencegahan BNN, Irjen Pol Drs. Ali Djohardi mengatakan selain untuk menguatkan koordinasi, Bimbingan Teknis bagi BNNP dan BNNK juga dilakukan untuk mencari solusi dan kesamaan gerak dan langkah dalam melakukan penanganan permasalahan narkoba, serta menjadikan Indonesia sebagai negeri yang memiliki karakter anti penyalahgunaan narkoba.

Lebih lanjut menurut Ali Djohardi, nilai-nilai baik dan mulia yang ditularkan dalam pelaksanaan  tugas akan memberikan dampak yang positif kepada masyarakat. “Tugas pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang diemban bukanlah pekerjaan semalam, namun merupakan sebuah proses panjang yang harus terus dievaluasi, diperbaiki, serta ditingkatkan. Karenanya, kesabaran, keteguhan dan stamina kita akan menjadi kunci penting dalam pencapaian tujuan kita” ujarnya.

Beberapa hal yang dibahas pada kesempatan kali ini adalah Kebijakan dan Tantangan Program Pencegahan dan Pemberdayaan di tingkat Pusat dan Daerah oleh Deputi Pencegahan BNN, Irjen Pol Drs. Ali Djohardi dan Deputi Pemberdayaan Masyarakat Irjen Pol Drs. Dunan Ismail Isja. Dalam acara Bimbingan Teknis ini, dihasilkan beberapa kesepakatan dan rekomendasi, antara lain akan segera diterbitkan Surat Edaran terkait pekerjaan teknis kepada seluruh satker daerah, pelaksanaan tes uji narkoba menggunakan tes urin bersifat Screening Early Warning (deteksi dini lingkungan) dan bukan Pro Justicia, sehingga Kabid dan Kasi P2M menjadi pengedali setiap kegiatan tes urin di daerah.

Selain itu, meningkatnya daya tangkal dan daya lawan instansi pemerintah dan komponen bangsa, maka semua jajaran harus siap, tanggap, reponsif dan inovatif serta bersinergi dengan lingkungan kerja pemerintah, swasta dan masyarakat. Pada tataran perencanaan, rekomendasi yang berhasil dihasilkan adalah Daerah Perbatasan Terpencil dan Kepulauan harus menjadi pertimbangan Biro Perencanaan BNN untuk mendapat perhatian khusus, terutama terkait operasionalisasi di lapangan. Rekomendasi lain yang bersifat terobosan adalah perlu adanya Mobile e-catalog P4GN untuk menunjang pelaksanaan kegiatan P2M di seluruh Indonesia.

#stopnarkoba #cegahnarkoba

Read 280 times
Login to post comments
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…