Bahasa Kasih Itu Ampuh Menjauhkan Anak dari Narkoba

Manusia memiliki kebutuhan secara lahiriah maupun batiniahnya. Tidak hanya butuh makanan fisik untuk memberikan kekuatan bagi tubuh luarnya namun manusia juga membutuhkan makanan batiniah untuk menguatkan jiwanya. Seringkali terlewatkan oleh kita tentang hal ini dan cenderung mengabaikannya atau mungkin kita kurang paham bagaimana memberikannya.

Banyak terdengar oleh kita bahwa para artis mendekati narkoba dan dibui hingga beberapa tahun, keluar dan mengulanginya lagi. Mungkin juga tetangga atau bahkan keluarga kita sendiri pernah melakukannya. Sebenarnya tindakan mendekati narkoba ini bukan karena mereka kelebihan uang atau untuk kesenangan semata namun terdapat sisi yang kosong dari segi batiniah mereka.

Para pecandu narkoba adalah refleksi dari kurangnya “Bahasa Kasih”  dalam keluarga intinya. Tak hanya pada kalangan borju saja, bisa terjadi di kalangan biasa. Mereka mencari pelarian ke dalam komunitas tersebut untuk merasa dianggap, dan melarikan diri dari dunia nyata hanya untuk melupakan hal yang tidak mereka sukai.

Segala yang terjadi terdapat sebab dan akibat. Sebenarnya ada apa dengan para pecandu hingga terjerumus dalam kehidupan semu tersebut?. saya menemukan empat orang mantan pecandu dan bertanya kepada mereka, pendapat keempatnya hampir sama yaitu tidak diperhatikan, dikucilkan, sering dimarahin, dibandingkan, dan tidak dianggap.

Menurut ahli neuroscience, dr. Aisah Dahlan, otak manusia terdiri dari 100Milyar Neuron, 1000 triliyun byte atau 1 juta gigabyte merupakan jumlah memori yang sanggup disimpan dalam otak manusia selama hidupnya. Dalam format video, 1 juta gigabyte setara dengan video berdurasi 300 juta tahun. Proses pengolahan informasi dalam otak terjadi melalui loncatan informasi antar syaraf satu ke syaraf yang lain dan terjadi dengan kecepatan 400 km/jam, 1 detik ada 2 juta informasi tersambung.

jantung memiliki kekuatan 5 kali lebih besar dari kekuatan otak. Ketika otak manusia menyimpan emosi negatif atau positif, jantung akan merasakan hal yang lebih kuat. Contohnya seperti ingatan tentang cinta yang indah maka jantung merasakannya hingga timbul debar yang kuat dan membuat wajah bersemu merah dan senyuman, karena pompaan darah dari jantung (reaksi jantung ketika mengingat memori). Pada saat memori mengeluarkan ingatan yang menyakitkan debar jantung akan menimbulkan rasa nyeri yang dalam dan membuat reaksi menangis pada mata.

Mengapa manusia bila ditanya hal-hal yang menyakitkan, mereka selalu berkata “jangan diingat lagi”, “jangan ngomongin itu lagi”, dll. Otak berusaha mengubur memori tersebut dalam-dalam, namun tidak melepaskan emosi negatifnya. Orang-orang yang mengalami luka batin saat masa kecil dan remajanya cenderung mengubur memori itu dengan berbagai cara termasuk mendekati narkoba.

Kebutuhan Lahiriah Manusia

Kita sering beranggapan bahwa kesuksesan untuk menopang kehidupan ini dengan banyaknya harta, nama besar, makan dan minum yang mewah, pakaian bagus, mobil mewah, tas bermerk, dll merupakan sumber kebahagiaan. Semua itu hanyalah alat pendukung saja namun bukan sumber utama kebahagiaan. Sumber utama kebahagiaan langsung menyentuh hati dan membuat senyum itu lama berada “disana”.

Benda-benda yang berbentuk ini merupakan alat untuk menuju bahagia. Namun tidak mengisinya. Alat-alat itu dipandang oleh mata dan hanya sampai pada otak, memberikan anak kebutuhannya secara lahiriah sudah merasa cukup, tidak berhenti hanya pada kebutuhan luarnya saja.

Kebutuhan Batiniah Manusia

Sering juga tentunya kita menemukan orang yang hidup pada tahun sebelum milenial ini. Cenderung tegas, otoriter dan merasa tabu dengan pujian, membelai, menemani anak bermain, memberi dukunga penuh. Berbeda dengan masa sekarang yang cenderung lebih mudah karena telah memahami banyak ilmu pengetahuan.

Sesuatu yang abstrak tak terlihat dengan mata namun hati atau jantung merasakannya. Itulah makanan batin makhluk hidup. Perbuatan positif yang langsung mengenai sasaran yaitu hati.

Bahasa kasih ini merupakan makanan batin atau kebutuhan batin manusia. Bila batin tidak diberi makan maka batin akan kosong dan lapar, luka dan bersedih. Pada saat mengalami luka tersebut mata mengirim informasi tersebut kepada otak dan tersimpan selamanya.

Memori negatif itu mengirim signal ke jantung dan mengakibat kebencian yang dalam dan membuat manusia menjadi apatis. Kebencian itu terakumulasi hingga merusak diri sendiri dan orang lain dengan cara mengajak masuk kedalam komunitas tersebut. Menularkan kebiasaan karena memiliki problem yang seolah sama.

Penyebab Narkoba

Kecanduan narkoba ini bermula dari perilaku orang terdekat, mendorong mereka menjauh dari realita. Membiarkan mereka menghadapi hidup sendirian dengan penuh luka yang tidak disadari. Sesuatu yang tidak disadari itu tersimpan di alam bawah sadarnya.

Cara mereka lari dari kenyataan hidup yang membuat mereka terkucil, terhina, tidak dianggap, atau mungkin hal yang sangat remeh menurut kita tapi besar artinya bagi otak dan jantung manusia. loncatan informasi yang sangat kuat ketika mengingat kejadian tersebut tidak mampu dibendung oleh mereka. Sehingga membuat mereka berusaha menguburnya dalam-dalam dengan cara “tidak sadar” menjalani hidupnya.

Mereka hidup dalam level emosi yang sangat rendah dibawah dari level putus asa. Untuk berada pada level manic mereka menggunakan zat terlarang tersebut dan menurut mereka itulah kebahagiaannya. Ketidaktahuan mereka terhadap bagaimana cara untuk bahagia hingga mereka merusak hidupnya sendiri.

Berilah keluarga kita pujian, dukungan yang kuat, sentuhan fisik berupa elusan dan belaian dikepalanya, layani mereka dengan baik, dan beri apresiasi dari setiap perbuatan baiknya kepada orang lain berupa hadiah. Agar mereka merasa keluarganyalah tempat mereka berlari, tidak ada tempat yang lebih baik daripada keluarganya sendiri. Sehingga trauma itu terhenti hanya sampai disitu.

Kalimat pujian mampu memberikan semangat hidup dan enggan untuk merusak dirinya, karena mereka tahu tentang kelebihan yang mereka punyai, dukung agar mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Belai kepalanya, agar mereka tahu bahwa mereka juga bagian dari keluarga itu. Layani dengan baik, agar mereka merasa disayangi dan beri hadiah sebagai apresiasi perilaku baik, karena hadiah adalah sesuatu yang sangat berharga untuk hati mereka.

Penulis: Zairiyah kaoy CH CHt

Ngabuburit Kreatif Ala Milenial

Milenial selalu penuh dengan ide kreatif termasuk dalam mengisi bulan Ramadhan Bulan Ramadhan tahun ini memang beda dari bulan Ramadhan biasanya. Pandemic covid-19 menjadi alasan utama mengapa Ramadhan kali ini berbeda dengan Ramadhan sebelum-sebelumnya. Kebijakan physical distancing yang diterapkan pemerintah menyebabkan orang-orang mau tidak mau harus berada di rumah demi mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Kalau biasanya, jadwal buka puasa bersama rekan maupun teman-teman lama sudah numpuk dan suasana ngabuburit sering diisi dengan jalan-jalan atau keliling komplek sambil nyari takjil menunggu adzan maghrib berkumandang, kali ini sudah pasti berbeda. Namun, masuk seminggu pertama Ramadhan ini sudah terlihat aktivitas milenial yang justru makin kreatif di sosial media.

Kamu bingung mau isi ngabuburit sambil nunggu buka puasa? Yuuk simak aktivitas berikut ini!

  1. Live instagram bareng teman

Platform instagram menjadi salah satu sosial media terbesar yang paling banyak diminati hampir semua kalangan. Mengadakan siaran langsung secara kolaborasi menjadikan hari-hari #dirumahajah menjadi lebih produktif dan berwarna. Kamu bisa memulai pembahasan yang ringan dan dekat dengan keseharian, misal menceritakan aktivitas selama di rumah ajah atau mulai membicarakan hobi dan film-film terbaru. Serius, ngabuburit kamu nggak akan kaku lagi, dan waktu adzan maghrib menjadi hal yang tidak lagi lama untuk ditunggu.

  1. Membaca buku

Kalau biasanya waktu berlalu begitu cepat dengan segala kesibukan yang menemani, selama #dirumahajah sambil menunggu adzan maghrib berkumandang, kamu bisa memanfaatkan waktu untuk kembali membaca tumpukan buku yang sering kali baru dibaca setengah halaman. Membaca buku juga menjadi aktivitas yang menyenangkan dan lupa akan waktu. Dan jangan lupa, selesai membaca buku, kamu bisa menulis resensinya dan membagikannya di akun sosial mediamu. Membaca buku menjelang berbuka puasa akan membuat kamu bahagia karena tahu-tahu suara adzan maghrib sudah terdengar.

  1. Melakukan Instajam

Kebijakan #dirumahajah membuat orang-orang makin kreatif dan produktif, salah satunya sering ditemui aktivitas instajam. Aktivitas yang dilakukan oleh para musisi atau kamu yang hobi nyanyi dengan mengupload gabungan video dari para musisi dan video kamu yang sedang bernyanyi. Duh seru, kapan lagi kamu bisa nyanyi diiringi para musisi tanah air?

  1. Ikutan #videohalu

Memang milenial tidak pernah kehilangan akal untuk membuat hal-hal menjadi seru dan menyenangkan. Kreativitas semakin tumbuh ketika terlalu lama berdiam di rumah, banyak video halu di sosial media. Video halu ini juga bisa kamu pilih untuk mengisi waktu ngabuburit, khusus buat kamu yang merasa kesepian dan nggak punya banyak teman apalagi anak rantau yang jauh dari orang tua dan keluarga, kamu bisa ikutan video yang dibuat seolah-olah seseorang sedang melakukan video call bersama kamu. Asyiknya, kamu bebas menjawab apa saja dari video yang sudah dibuat, hal tersebut membuat kamu semakin kreatif dalam menggabungkan video tersebut. Kurang berfaedah yah? Tapi setidaknya bisa bikin kamu tertawa dan merasa ditemani.

Nah, sobat cegah .. ternyata masih banyak hal yang bisa dilakukan sambil menunggu buka puasa. Walaupun #dirumahajah, ngabuburit tetap seru dengan banyak kreatifitas! Yuuuk .. isi hari-hari #dirumahajah dengan berkarya!

Bingung Ramadhan Mau Ngapain? Yuk simak tips berikut..

Ramadhan hadir ditengah pandemic covid-19, sebagai generasi muda yang biasanya padat jadwal buka puasa bersama ataupun kumpul bareng teman menjadi harus taat kebijakan dengan memutus mata rantai penyebaran corona virus untuk di rumah aja serta menghindari kerumunan. Puasa tahun ini pun terasa lebih berat karena menuntut untuk lebih tangguh menjaga kondisi fisik dan mental ditengah pandemic dengan tetap produktif dari rumah.

Nah, apa saja sih yang bisa dilakukan selama bulan ramadhan di tengah pandemic covid-19?

  1. Evaluasi Diri

Perlu banget untuk mengevaluasi diri dalam melaksanakan bulan ramadhan tahun sebelumnya. Disadari atau tidak, banyak target yang belum tercapai dalam bentuk ibadah di bulan ramadhan.

  1. Perencanaan

Waktunya untuk membuat target apa saja yang harus dipenuhi selama menjalankan ibadah ramadhan di rumah ajah. Perencanaan juga menjadi bagian sangat penting, hal tersebut merupakan salah satu proses tahapan peningkatan produktivitas dimana suatu proses menentukan hal-hal yang ingin dicapai serta menentukan berbagai tahapan yang diperlukan untuk mencapai tujuan pada bulan ramadhan tahun ini.

  1. Strategi Produktif

Perlu adanya strategi khusus dalam pelaksanaannya karena kita sudah mengevaluasi diri dan membuat perencanaan, seperti; melaksanakan skala prioritas dari daftar yang sudah dibuat dalam perencanaan, mencari support system atau teman-teman yang mendukung lancarnya target-target yang sudah direncanakan. Dalam situasi dan kondisi saat ini, orang-orang serumah bisa dijadikan pilihan, atau teman-teman virtual bisa menjadi pengingat ketika rasa malas mulai menggelayuti.

  1. Alat dan Metode Produktif

Alat produktif yang digunakan untuk menyusun to do list dapat menggunakan manual maupun digital yang template-nya bisa ditemukan di jejaring internet. To do list juga bisa dibuat secara langsung maupun bertahap.

  1. Komitmen dan Konsisten

Dua hal ini menjadi bagian utama dalam sebuah produktivitas, komitmen yang kuat dan konsistensi yang harus dipertanggung jawabkan. Dengan menggenggam komitmen dan konsisten, akan memudahkan strategi berjalan.

Jadi, sobat cegah .. yuk tetap produktif selama bulan ramadhan di rumah ajah!

Deputi Bidang Pencegahan Gandeng Jurnalis Viralkan REAN.ID

Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional mengenalkan platform media digital baru yang menjadi wadah kreativitas bagi generasi milenial. Platform yang khusus disiapkan oleh Deputi Bidang Pencegahan untuk melindungi generasi muda indonesia dari penyalahgunaan dan perdaran gelap narkoba diberi nama REAN.ID.

Kegiatan bertajuk “Forum Diskusi Trending Topik P4GN di Kalangan Media” tersebut di hadiri oleh jurnalis media online, cetak, radio dan televisi, komunitas blogger dan kementerian terkait.

Deputi Pencegahan BNN, Drs Anjan Pramuka Putra, SH, M.Hum saat memberikan sambutan di Fave Hotel PGC Jakarta, Selasa, 03/12/2019 mengatakan untuk melindungi generasi milenial dari penyalahgunaan narkoba harus ada inovasi atau terobosan agar pesan yang sampaikan dapat dengan mudah dipahami. Selain itu lanjut Anjan media yang disiapkan juga harus disesuaikan dengan perkembangan saat ini.

Perkembangan teknologi dan informasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Keakraban mereka harus dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dan juga mengedukasi mereka untuk menjalani hidup sehat termasuk menjauhi narkoba sambung Anjan. Untuk itu BNN sangat mengharapkan kontribusi masyarakat dan terutama media dalam mengenalkan platform tersebut kepada generasi milenial.

Hal senada diungkapkan Direktur Informasi dan Edukasi, Deputi Bidang Pencegahan Drs. Purwo Cahyoko, M.Si. Menurutnya REAN.ID adalah wadah bagi genarasi milenial untuk berekspresi.

“Kita ingin mengalihkan kesibukan generasi milenial kearah yang positif. Misalnya membuat konten-konten kreatif dan sharing aktivitas-akitivitas yang positif ujar Purwo.  Dengan begitu generasi milenial dapat menghindari penyalahgunaan narkoba.

Purwo juga menjelaskan pada tahapan sosialisi REAN.ID Deputi Bidang Pencegahan telah melakukan Drug Free Exhibition Day di dua kota yakni Bandung dan Malang. Tujuannya adalah menampung dan menggali aspirasi generasi milenial dalam pengembangan REAN.ID.

Pada kegiatan forum diskusi ini juga hadir narasumber dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Yova Ruldeviyani S.Kom, M.Kom dan pakar media sosial Leonardi Amil. Kedua narasumber mengapresiasi inovasi BNN dalam menyampaikan pesan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada generasi milenial. Yova mengatakan saat ini hampir sebagian besar generasi milenial memiliki gadget atau smart phone.  “BNN dalam hal ini sudah bisa menyesuaikan dengan kebutuhan generasi muda”, lanjut Yova.

Sementara itu, Leonardi Amil mengatakan BNN harus membuat konten-konten yang menarik agar generasi muda tertarik dan penasaran sehingga mereka berpartisipasi dengan REAN.ID

(Oscar)

Santri Indonesia Harus Berhati – Hati Akan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Minggu (24/11/2019) Deputi Bidang Pencegahan melakukan kegiatan sosialisasi P4GN di lingkungan keagamaan dengan tema Santri Indonesia Sehat dan Berprestasi untuk Indonesia Maju SDM unggul Tanpa Narkoba di Pesantren Az – Zikra Sentul, Bogor – Jawa Barat. Hadir dalam kegiatan ini Deputi Pencegahan BNN, Drs. Anjan Pramuka Putra, SH., M.Hum dan  300 Santri & Paguyuban Az –Zikra.

Acara dimulai dengan Lomba Hafidz (Membaca Ayat Suci Al-Quran) yang terdiri dari 3 kategori yaitu, 1 Juz, 5 Juz, dan 10 Juz yang diikuti oleh para santri Az – Zikra. Kemudian dilanjutkan dengan paparan materi bahaya penyalahgunaan narkoba oleh Deputi Pencegahan yang menyampaikan kepada Santri  dan Paguyuban pengetahuan tentang narkoba, bahaya penyalahgunaan serta modus operandi peredaran narkoba di Indonesia. Diharapkan para santri lebih bisa berhati-hati terhadap senjata tanpa wajah ini karena selain dilarang agama, Narkoba juga menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa dan negara Indonesia.

Dengan pembekalan Informasi & Edukasi yang diberikan, diharapkan Santri & Paguyuban Az-Zikra dapat terus memperkuat Iman kepada Allah SWT, selalu berkegiatan positif untuk dapat berkarya dan pastinya menjauhi narkoba.

Deputi Pencegahan BNN: Anggota Pramuka Harus Jadi Pemimpin Cerdas dan Peduli Lingkungan

Kamis (21/11/2019) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Geladian Pemimpin Regu Tingkat Cabang dengan tema Cerdas, Berkarakter dan Unggul. Acara yang digelar di Bumi Perkemahan Kitri Bakti, Curug Kabupaten Tangerang oleh Kak Hidayat Selaku Pusdiklat Cabang serta Deputi Pencegahan BNN RI, Anjan Pramuka Putra serta 800 Penggalang (Anggota Pramuka) tingkat SD sampai  SMP.

Acara dimulai dengan seni Lengser dan Tari Merak serta Tabur Bunga untuk menyambut tamu kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi bahaya narkoba oleh Deputi Pencegahan BNN. Dalam sambutannya, Anjan menyampaikan tentang informasi dasar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda dan masyarakat. Beliau mengajak anggota Pramuka untuk hidup sehat dengan menjauhi narkoba.

Lebih lanjut Anjan menghimbau anggota pramuka untuk berhati-hati dan selalu berkegiatan positif salah satunya kegiatan Dianpinru Kwarcab. Kegiatan tersebut  menurut Anjan dapat membentuk karakter yang bersih dari narkoba.

Diharapkan dengan adanya acara ini para Penggalang (Anggota Pramuka) dapat menjadi pemimpin yang cerdas, peduli dengan lingkungan yang hebat tanpa narkoba.

Turnamen Basket sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini

Pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak usia dini dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah turnamen basket usia dini. Memasuki tahun ketiga turnamen basket usia dini Cougar Childern Championship kembali digelar, turnamen basket yang mempertandingkan perserta dengan usia pemain 10 hingga 12 tahun ini digelar di GOR Sumantri, Kuningan, Jakarta. Meningkat dari tahun sebelumnya laga diikut sebanyak 15 club basket dengan berbagai kategori yaitu ; kategori usia 10 tahun campuran , kategori usia 12 putri, dan kategori 12 putra.

“Kegiatan semacam ini penting untuk menjadi sarana anak berolahraga dan berkompetisi secara sportif ”, kata Airlangga Hartarto selaku Menko Perekonomian. Selain itu Agus Sudrajat selaku ketua Cougar Basketball Jakarta mengatakan bahwa turnamen digelar sejak tahun 2016, Cougar Basketball Jakarta bersama BNN rutin menggelar turnamen basket sebagai upaya pencegahan bahaya narkoba pada anak usia dini selain itu kami juga berkerjasama dengan Badan Narkotika Nasional agar tercipta generasi sehat tanpa narkotika.

Sementara itu Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN menyambut baik kegiatan ini. “Ini salah satu implementasi mengalihkan kegiatan terutama anak anak muda supaya mereka tidak didominasi oleh para bandar narkoba atau kurir-kurir narkoba yang mempengaruhi mereka” imbuhnya.

Pertandingan yang digelar dari 8 November hingga 15 November mendatang diharapkan turnamen ini dapat menemukan bibit bibit baru pembasket Indonesia dari Jakarta.

Video dapat dilihat disini

Antusiasme Arek Malang dipeluncuran REAN.id

Setelah Bandung, kini Malang menjadi kota tujuan diselenggarakannya Drug Free Exhibition Day sekaligus peluncuran Platform Digital REAN.id (Rumah Edukasi Anti Narkoba) yang diselenggarakan pada Minggu, 10 November 2019 di area CFD Simpang Balapan, Kota Malang. Hadir dengan berbagai macam booth kreasi untuk berkarya, serta mentor yang ahil dibidangnya agar masyarat yang datang khususnya generasi milenial dapat berpartisipsi menyampaikan aspirasi dalam bentuk karya untuk menyebarkan informasi dan mengedukasi kaum milenial khususnya agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Acara dihadiri oleh Wali Kota Malang Sutiaji, yang mengungkapkan terima kasihnya atas terpilihnya Kota Malang untuk mengembangan budaya literasi terkait bahaya narkoba dalam bentuk platform digital. Direktur Informasi Edukasi BNN, Brigjen Pol. Purwo Cahyoko juga berpesan agar kaum milenial Kota Malang dapat ikut andil mengasa kemampuan dirinya agar selalu produktif melalui REAN.id.

Penampilan para peserta yang ikut dalam workshop REAN.id yang dilihat langsung oleh masyarakat serta para tamu undangan untuk memperlihatkan kemampuan yang sudah mereka pelajari dari para mentor. Pada akhir acara, dipilih hasil karya terbaik dari para peserta workshop dari masing-masing bidang dan mendapatkan apresiasi dari BNN.

Dengan diluncurkannya platform REAN.id, diharapkan para peserta serta kaum milenial di kota-kota lainnya di seluruh Indonesia dapat menjadi perpanjangan tangan untuk selalu berkarya yang dinamis agar generasi penerus bangsa bisa menyalurkan kreatifitas dan wadah digital ini dapat terus berkembang di masa yang akan datang.

Kepala BNN bersama Gubernur Jawa Barat meluncurkan REAN.ID di West Java Festival 2019

Bandung Drug Free Exhibition Day (BDFED) hadir dalam WJF 2019 (West Java Festival 2019). Kegiatan berisi workshop yang dibagi menjadi kelas vlog, fotografi, desain grafis, artikel, mural, dan musik di booth BNN serta workshop sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Puncak dari BDFED adalah acara launching website REAN.ID (Rumah Edukasi Anti Narkoba) di panggung utama West Java Festival oleh Kepala Badan Narkotika Nasional, Drs. Heru Winarko dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

REAN.ID tercipta sebagai platform digital anak muda dengan harapan dapat menjadi media dan kesibukan positif bagi generasi milenial. REAN.ID merupakan Rumah bukan dalam arti harfiah, melainkan Rumah yang dapat diakses secara online dan menjadi wadah dalam menampung berbagai macam karya. Mereka yang masuk ke dalam website REAN.ID kemudian membuat akun, dengan otomatis akan terdaftar dan dapat memasukan karya-karyanya ke REAN.ID yang secara tidak langsung menjadi perpanjang tanganan BNN dalam kampanye bahaya penyalahgunaan narkoba.

Bandung Drug Free Exhibition Day yang berlangsung pada tanggal 1-2 November 2019 diharapkan mampu menjadi kegiatan yang berkelanjutan dengan adanya konten-konten yang dibuat oleh para peserta dan di submit pada situs REAN.ID.

Tips Mudah Mengajak Anak Diskusi Soal Narkoba

Melihat fakta kasus narkoba pada anak muda semakin marak, membuat banyak orang tua ingin melakukan percakapan dengan anak remaja mereka tentang pemakaian narkoba, agar sang buah hati tidak ikut terjerumus. Hal ini memang sangat dianjurkan, namun pastikan waktunya tepat dan tidak mengganggu kegiatan mereka.

Berikut adalah sejumlah cara yang bisa orangtua lakukan untuk berbicara dengan anak remaja mereka tentang narkoba.

  1. Usahakan tidak menggunakan cara menjelaskan seperti dalam kelas kuliah. Cobalah dengan cara mendengarkan pendapat dan pandangan anak remaja Anda tentang narkoba. Yakinkan mereka bahwa mereka bisa jujur kepada Anda selaku orangtuanya.
  2. Jangan juga memakai taktik menakut-nakuti. Lebih baik Anda menjelaskan bahwa pemakaian narkoba bisa mempengaruhi hal-hal yang penting bagi anak remaja Anda, seperti berpengaruh buruk pada kesehatan dan penampilannya.
  3. Diskusikan juga cara untuk menolak ajakan atau tekanan teman sebayanya untuk memakai narkoba. Anda bisa  dengar pendapat anak remaja Anda tentang bagaimana cara menolak tawaran narkoba yang tepat.
  4. Anda harus siap bagaimana Anda akan merespons jika anak remaja Anda bertanya seputar narkoba. Beri tahu mereka mengenai dampak bahayanya mengonsumsi narkoba.

Itulah beberapa tips mudah mengajak anak diskusi soal narkoba. Semoga bermanfaat!

(A. Rakhmanto)