TIDAK TEPAT PECANDU NARKOBA DIHUKUM DIPENJARA

TIDAK TEPAT PECANDU NARKOBA DIHUKUM DIPENJARA

Kamis, 12 Desember 2013, JAKARTA – Kebijakan memenjarakan pecandu atau penyalahguna narkoba adalah kebijakan yang tidak tepat, karena para pecandu yang dimasukkan dalam penjara malah bebas mengonsumsi narkoba, bahkan bisa meningkat keahliannya menjadi pengedar bahkan bandar.

Hal itu diungkapkan Randy, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Jakarta, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Direktorat Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jakarta, Kamis (12/12).

Menurut Randy, penyalah guna yang sudah kecanduan sangat sulit untuk berhenti menggunakan narkoba tanpa dukungan dari pihak lain dalam hal ini medis, “Saya tidak kaget mendengar ada pabrik narkoba di Lapas,” ujarnya.

Sementara itu, Kaprodi Fakultas Hukum UBK, Rahmat Soleh, mengatakan bahwa para penegak hokum harus bisa membedakan mana korban dan mana Bandar,”Jangan main tangkap dan penjara saja,” katanya.

Dari sisi hukum, tambahnya, UU Nomor 35 Tahun 2009 sudah memberikan kepastian hukum untuk merehabilitasi pecandu narkoba. Namun, belum ada komitmen untuk melaksanakan perintah UU itu,”Saya melihat BNN sudah memulai kebijakan itu, dan kita berharap mendapat dukungan dari pihak lain terutama Kejaksaan dan Kepolisian,” harapnya.

Sedangkan, Direktur Diseminasi Informasi, BNN, Gun Gun Siswadi menjelaskan, jumlah penyalah guna narkoba di Indonesia mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Tidak ada satupun daerah yang bersih dari peredaran barang haram itu,”Untuk itu saya menghimbau kepada para pecandu dan korban penyalah guna narkoba untuk melaporkan diri kepada BNN atau Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk mendapatkan layanan terapi dan rehabilitasi secara gratis. Karena apabila mereka tertangkap tangan menggunakan narkoba maka proses hukumnya akan lebih berat,” himbaunya. (pas)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *