Tidak Di Pidana: Pecandu Narkoba Di Bali Diminta Melapor ke BNNP dan IPWL

Denpasar, Indonesiabergegas – BNN terus melakukan upaya peningkatan kapasitas petugas rehabilitas, salah satunya adalah pelatihan dalam bidang asesmen. Asesmen dianggap merupakan proses yang penting dalam merehabilitasi pecandu narkoba.

Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Brigjend Pol Ida Oetari Poernamasasi, mengatakan saat ini BNN membutuhkan banyak asesor yang terlatih dan bersertifikat dari Kemenkes dalam upaya merehabilitasi pecandu di seluruh  Indonesia ujar Ida.
Hal itu disampaikan Ida saat kegiatan peningkatan kemampuan petugas rehabilitasi dalam bidang asesmen bagi petugas rehabilitasi Provinsi Bali di Denpasar kamis 11/6/2015.

Dalam paparannya Ida menghimbau agar pecandu narkoba di Bali untuk melaporkan diri ke BNN dan IPWL untuk mendapat layanan rehabilitasi agar dapat pulih kembali. “Pecandu narkoba saya himbau untuk segera melaporkan diri ke BNNP Bali atau IPWL yang sudah terdaftar agar di rehabilitasi. Saya jamin tidak di pidana” sambung Ida.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Bali AKBP. I Nyoman Arthana, mengatakan BNNP Bali menargetkan untuk merehabilitasi 2.083 pecandu narkoba. Oleh karena itu perlu peningkatan akses layanan dan kemampuan petugas rehabilitasi yang sesuai dengan standar pelayanan ujar Nyoman. selain lanjut Nyoman perlu mengembangkan metode layanan rehabilitasi sesuai perkembangan situasi dan kondisi pernyalahgunaan narkotika.

Hadir sebagai narasumber dr. Ayie Sri Kartika, dari RS Marzoeki Mahdi Bogor. Menurut dia asesmen merupakan proses penting dalam pemulihan pecandu, karena pada dasarnya asesmen ini bertujuan untuk mengembangkan recana terapi  dan  menentukan program atau layanan spesifik yang akan dilakukan terhadap para penyalahguna atau pecandu narkoba. Dengan dilakukannya asesmen, petugas terapi dapat mengkaji masalah medis pecandu dan kondisi lain yg perlu menjadi perhatian khusus, menegakkan diagnosis, dan menyusun rencana terapi. Pada kesempatan ini nara sumber melakukan contoh kasus untuk menentukan dianosis dan rencana terapi. (osc_ant)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *