PERMEN NARKOBA MENGINTAI ANAK – ANAK

0
123

Jumat, 29 November 2013, TANGERANGKetua RW 005 Kelurahan Larangan Indah, Sriyanto mengungkapkan, anak-anak di sekolah sering ditawari “permen narkoba” yang awalnya 2 sampai 3 kali gratis, selanjutnya harus membeli. Sementara ia sendiri sebagai orang tua tidak tahu bentuk “permen narkoba” seperti apa,”Ini yang kadang menyulitkan kami untuk mendeteksi keberadaan permen narkoba yang sering dikonsumsi oleh anak-anak di sekolah,” kata Sriyanto, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Direktorat Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), di Komplek Larangan Indah, Ciledug, Tangerang, Minggu (24/11).

Dalam kesempatan tersebut Sri Yanto juga menyampaikan, bahwa di lingkungannya pernah ada anak yang menyalahgunakan narkoba, dan anak tetangganya juga terkena narkoba, tetapi saat ini anak yang terkena narkoba tersebut telah dijauhkan oleh keluarganya ke luar negeri, agar jauh dari lingkungan atau tetangganya itu.

Menanggapai pernyataan Sriyanto tersebut, Paulina G. Padmohoedojo, menjelaskan, untuk menghindarkan anak-anak dari jeratan permen narkoba, perlu adanya kerja sama antara pengurus RT/RW dengan pihak sekolah yang ada di lingkungannya, “Untuk mengatasi masalah narkoba diperlukan kerjasama semua pihak, kalau tidak segera dicegah, lama-lama anak tersebut akan ketagihan, tidak ada toleransi bagi anak yang menggunakan narkoba, untuk itu anak harus diawasi,” jelas Paulina.

Paulina menambahkan, strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis masyarakat, langkah pertama yang dilakukan adalah membuat Satgas Anti Narkoba di lingkungannya, langkah berikutnya yaitu membuat kebijakan/peraturan “Lingkungan Bebas Narkoba”, selanjutnya adalah membuat penilaian berapa persen warga yang terkena narkoba, lalu perlunya pemetaan lingkungan tentang situasi/kondisi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di daerahnya, dengan mengingat narkoba merupakan salah satu ancaman besar pada keamanan lingkungan, karena narkoba memicu aksi-aksi kejahatan dan kriminalitas, disamping ancaman terhadap kesehatan, yaitu penyebaran penyakit seperti HIV/AIDS dan Hepatitis.

Selain itu Paulina juga menekankan pentingnya pola asuh yang baik terhadap anak, dan orang tua sebagai pengawas dan pendidik anak harus menerapkan Pola Hidup Sehat dalam keluarga, yang dapat ditularkan kepada tetangganya serta lingkungannya, agar warga Komplek Larangan Indah bisa menjadi zona aman “Lingkungan Bebas Narkoba”.

Ketua RT 007/RW 05, Larangan Indah, Wibo Awitiono mengharapkan kegiatan ini tidak berhenti sampai disini saja, tetapi dilanjutkan dengan kegiatan lain seperti pembentukan Satgas Anti Narkoba, dan kegiatan lain yang bermanfaat serta memberdayakan masyarakat. (pas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here