KEPALA BNNP SULUT: MASALAH NARKOBA ADALAH TANGGUNG JAWAB BERSAMA

0
126

Manado, Indonesiabergegas.com – Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah Deputi Bidang Rehabilitasi menggelarkegiatan Peningkatan Kemampuan Petugas Pelaksana Rehabilitasi melalui Modalitas Therapeutic Community (TC)di Hotel Gran Puri Manado, Sulawesi Utara tanggal29 Aprilsampai 02 Mei 2015.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari ini diikuti oleh 35 orang petugas rehabilitasi yang berasal dariinstansi pemerintahan terkait yang akan mendukung kegiatan rehabilitasi di daerah Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah, yang terdiri dariSPN Polda Sulawesi Utara, Lapas Klas IIA Manado, Divisi Pemasyarakatan Kanwilkumham Sulawesi UtaraBidang Psikologi Polda Sulawesi Utara, Bidokkes Polda Sulawesi Utara, BNNP Sulawesi Utara, SPN Polda Sulawesi Tenggara, Lapas Klas IIA Kendari, BNNP Sulawesi Tenggara, SPN Polda Sulawesi Tengah, Lapas Klas IIA Palu, BNNP Sulawesi Tengah.

Kepala BNN Provinsi Sulawesi Utara, Drs Kombes Pol Sumirat Dwiyanto mengatakan dalam pembukaan kegiatan tersebut mengatakan bahwa salah satu upaya untuk mendukung program tersebut adalah dengan memanfaatkan lembaga non rehabilitasi di lingkungan lembaga/instansi pemerintah dengan mendayagunakan fasilitas layanan kesehatan dan layanan sosial untuk rawat jalan dan rawat inap bagi pecandu dan korban penyalahgunaan Narkotika. Kondisi ini dilakukan mengingat permasalahan Narkotika merupakan tanggung jawab seluruh Kementerian dan lembaga termasuk TNI dan Polri, serta Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota. Selain instansi pemerintah non lembaga rehabilitasi, rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan Narkotika juga dilakukan di Lapas papar Sumirat.

Selain itu kata Sumirat, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan penguatan yang dapat diberikan oleh BNN kepada lembaga rehabilitasi instansi pemerintah adalah dengan peningkatan kemampuan para praktisi yang bergerak dibidang terapi dan rehabilitasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi penyalah guna narkoba sesuai dengan standar yang telah ditentukan”

Metode TC lanjut Sumirat merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pelaksanaan rehabilitasioleh BNN. Sehingga metode ini harus dikuasai oleh semua petugas rehabilitasi ujarnya.

“Di Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah sendiri saat ini ada 1 Lapasdan 1 SPN, yang akan dijadikan tempat rehabilitasi rawat inap dalam mendukung program gerakan rehabilitasi 100 000 penyalahguna dan korban penyalahguna narkoba ungkap Sumirat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam melaksanakan rehabilitasi melalui modalitas  TC danterlayaninya pecandu dan korban penyalahgunaan narktotika secara optimal dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan tutup Sumirat. (osc_ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here