KAMPUS, MASYARAKAT DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA

0
208

Senin, 8 September 2014, JAKARTA – Maraknya peredaran gelap narkoba di Indonesia sudah mengancam semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali termasuk juga di kalangan mahasiswa. Kampus yang sedianya merupakan tempat menuntut ilmu ternyata tidak lepas dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba. Rawannya lingkungan kampus dari bahaya penyalahgunaan narkoba membuat warga di lingkungan sekitar kampus menjadi cemas.

Hal tersebut di sampaikan warga Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan saat menggelar Focus Group Discussion (FGD ) dengan Deputi Bidang Pencegahan BNN, Jumat 5/9/2014.

Ketua Lembaga Kelurahan (LMK), Jati Padang, Haidir, mengatakan kasus peredaran narkoba yang terjadi di lingkungan kampus dekat wilayahnya terbukti meresahkan. “Wilayah kami sangat dekat dengan kampus, sedianya kampus merupakan tempat bersih dan aman dari bahaya penyalahgunaan narkoba namun penggerebekan yang terjadi justru membuat kami takut. Kami tidak ingin peredaran dan penyalahgunaan narkoba masuk ke wilayah kami. Kami tidak ingin anak-anak dan keluarga kami terkena penyalahgunaan narkoba.

Kasubdit Heroin Narkotika Alami, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, Slamet Pribadi mengatakan peredaran narkoba di Indonesa sudah sangat menghawatirkan termasuk di lingkungan kampus. Kita tidak mengatakan bahwa kampus sarang narkoba, tapi kampus sering kali oleh sindikat untuk mengadarkan narkoba ujar Slamet.

Masyarakat Lanjut Slamet yang tinggal disekitar kampus harus mewaspadai kos-kosan yang marak tumbuh disekitar kampus. Kos-kosan merupakan tempat yang paling mudah menjadi tempat peredaran dan penyalahgunaan narkoba karena sesama penghuni saling mengenal hingga memudahkan mereka untuk berkomunikasi dan menolak masuknya orang luar yang tidak mereka kenali.

Masyarakat harus mampu bertindak sebagai kontrol sosial dengan mengkritisi peredaran gelap narkoba di sekitarnya. Warga dapat menjadi intelijen publik dan menjadi informan publik. Selain itu warga juga harus menjadi agen pencegahan dengan memberikan pengetahuan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada warga lainnya yang belum mempunyai pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba,” ajak Slamet.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rusdiana HB, Analis Monitoring Kekambuhan Wajib Lapor Deputi Bidang. Rehabilitasi BNN.

Menurut Rusdiana, seseorang dapat menjadi penyalahguna narkoba disebabkan karena dua faktor. Foktor pertama karena faktor genetik dan faktor kedua adalah faktor lingkungan. Lingkungan yang rawan jelas berbahaya bagi warga sekitar karena dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Namun untuk warga atau kerabat yang ternyata telah menjadi penyalahguna narkoba maka sebaiknya melapor diri kepada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Bagi keluarga yang mengetahui jika anaknya merupakan pecandu dan tidak melaporkan maka diancam hukuman pidana selama 6 bulan. (Oscar_fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here