HINDARI ROKOK CARA AMPUH PELAJAR TANGKAL NARKOBA

Jumat, 29 Agustus 2014, JAKARTA – Kalangan pelajar adalah mereka yang saat ini termasuk dalam kalangan yang rentan terkena dampak peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Rentannya penyalahgunaan dan peredaran narkoba masuk ke kalangan pelajar diduga karena faktor pergaulan.

Berdasar survei nasional yang dilakukan pada 2011, terdapat angka prevalensi sebesar 2,2 persen dari jumlah penduduk Indonesia, atau sekitar 4 juta penduduk Indonesia yang menyalahgunakan atau mengosumsi narkoba. Dari jumlah tersebut sebanyak 22 persen atau sekitar 880 ribu berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa. “Berdasarkan hasil penelitian BNN (Badan Narkotika Nasional) bekerjasama dengan Puslitkes UI (Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia) pada tahun 2011 menunjukkan dari 100 orang pelajar dan mahasiswa terdapat empat orang pernah menyalahgunakan narkoba kata Ahmad Soleh,  Kasi Diseminfo Deputi Pencegahan BNN Dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan Pelajar SMP Al Sulaimaniyah Cisoka, Tangerang, Sabtu (23/8)

“Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf, sehingga generasi muda harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan,” ungkap Ahmad

Untuk itu Ahmad berharap para pelajar dapat menghindari penyalahgunaan narkoba dan pintar – pintar untuk memilih teman sepergaulan memanfaatkan teknologi dengan bijak dan memanfaatkan waktu dengan belajar dan beraktifitas membantu orang tua dan berolahraga membiasakan diri hidup sehat tanpa merokok.

H. Muhani S.H Moderator dalam FGD tersebut menegaskan tentunya para pelajar tidak akan rela membiarkan bangsa ini hancur karena narkoba, memulai menghindari narkoba dari hal-hal yang bisa kita lakukan sekarang antara lain misalnya dengan tidak merokok, karena rokok adalah pintu gerbang untuk menyalahgunakan narkoba.

Hal itu ditegaskan oleh K.H Ardhani Selaku Ketua Yayasan SMP Al Sulaimaniyah bahwa sekolahnya menerapkan peraturan yang ketat bahwa pelajar dilarang keras untuk merokok dan di terapkannya Zona dilarang merokok yang wajib dipatuhi oleh pelajar, staff pengajar dan tamu yang berkunjung di SMP Al Sulaimaniyah. Adalah kewajiban kami sebagai Guru untuk mentransfer informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para anak didik kami sehingga nantinya para pelajar dapat meneruskan informasi mengenai dampak merusak narkoba kepada teman sebayanya dan menciptakan efek domino yang positif  untuk menjauhi narkoba menciptakan generasi baru Indonesia yang imun terhadap narkoba.

Para pelajar yang diketahui melanggar disiplin seperti merokok atau menggunakan narkoba tentu akan mendapatkan penanganan lebih lanjut misalnya melalui metode konseling dan sharing dengan wali orang tua pelajar tersebut dan mengarahkan ke pusat rehabilitasi narkoba. Kami berkomitmen memberikan pendidikan yang mendidik dan bermanfaat bagi masa depan pelaja tanpa harus mengeluarkannya dari sekolah. Ujar Ardhani lebih lanjut

Penyuluhan narkoba sangat penting bagi generasi muda dan sangat bermanfaat. Bila perlu penyuluhan narkoba dilakukan secara bertahap setiap 6 bulan sekali di tiap-tiap lembaga pendidikan, tutup Ardhani dalam Acara FGD tersebut. (fan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *