Deputi Pencegahan BNN Sampaikan Strategi Penanganan Masalah Narkoba Pada Acara Homeland Security

Deputi Pencegahan BNN Sampaikan Strategi Penanganan Masalah Narkoba Pada Acara Homeland Security

Deputi Pencegahan BNN, Drs. Anjan Pramuka Putra. SH. M.Hum menjadi pembicara dalam acara HLS (Homeland Security) Indonesia 2020 di Jakarta Convention Center Kamis (5/3/2020). Anjan mengawali paparan dengan memberikan informasi tentang penanganan masalah narkoba dimana demand harus ditekan agar supply berkurang. Permasalahan narkoba tidak hanya menjadi masalah BNN ujar Anjan, tapi juga menjadi masalah bersama. Presiden telah mengeluarkan INPRESS No.6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika. Oleh karena itu Anjan mengajak seluruh instansi  bersinergi  melakukan upaya pencegahan dan mengkampanyekan P4GN.

United Nation Office Drug and Crime (UNODC) yang menangani narkoba di dunia memberikan data tentang prevalensi penyalahgunaan narkoba yang mengalami penurunan dari 2.23% di tahun 2014 menjadi 1.80% ditahun 2019. Melihat hal tersebut Deputi Bidang Pencegahan memiliki Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang bertujuan tidak hanya untuk menekan penurunan angka prevalensi tapi juga membantu BNN untuk mengawasi masuknya narkoba dari desa dan daerah pesisir ujar Anjan.

Perkembangan teknologi saat ini lanjut Anjan menyebabkan informasi transaksi narkoba di Indonesia mudah terewat begitu saja. Hal tersebut merupakan Ancaman dimana teknologi informasi (cyber) terhadap penyalahgunaan narkoba.  Salah satunya dark web yang begitu sulit untuk dimatikan dan diretas karena internet Protocol (IP) yang tidak terdeteksi.

 

Saat ini sambung Anjan jenis narkoba yang banyak diperjualbelikan adalah jenis NPS (New Psychoactive Substances) yang diciptakan oleh jaringan dimana efeknya 13 kali lebih hebat dan kandungannya tidak ada di peraturan perundang-undangan tentang Narkotika. Saat ini terdapat 892 jenis NPS yang beredar di dunia jelas Anjan.

 

Anjan melanjutkan bahwa pintu masuk narkoba ke Indonesia di dominasi melalui jalur laut. Menurutnya 80% narkoba masuk ke Indonesia masuk melalui jalur laut  dengan memanfaatkan golden triangle sebagai jalur transaksi sehingga begitu sulit untuk diawasi.

Anjan berharap Indonesia dapat menghentikan perdagangan narkoba baik dari luar negeri, transit, ataupun yang diproduksi didalam negeri.(ilham)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *