Darurat Narkoba, Sumba Butuh BNNK

Jakarta, Indonesiabergegas – Seperti umumnya kita ketahui penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sering kali terjadi di kota-kota besar. Namun pengungkapan kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang berhasil diungkap oleh Polri belakangan ini membalikkan anggapan itu.

Saat ini hampir seluruh pelosok negeri sudah di kepung oleh sindikat narkoba, baik lokal maupun internasional. Tak terkecuali daerah kecil. Oleh karena itu harus ada gerakan bersama untuk menyelamatkan masyarakat khususnya generasi muda dari ancaman barang haram itu.

Tokoh muda masyarakat Sumba, Heinrich Dengi mengatakan pencegahan dan pemberantasan narkoba harus memperhatikan daerah-daerah terluar seperti pulau Sumba dan sekitarnya. Pasalnya menurut dia saat ini peredaran gelap narkoba di pulau sumba sudah sangat mengkhawatirkan.

“Yang paling heboh adalah pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba pada bulan oktober yang lalu. Masalah ini sempat menjadi bahan diskusi intens warga selama beberapa minggu terakhir. Pada tahun 2015 Polres Sumba Timur dan Sumba Barat berhasil mengungkap 3 kasus besar penyelundupan narkoba. Ini mengindikasikan bahwa Sumba sudah termasuk darurat narkoba” bebernya.

Penyalahguna narkoba juga sudah melibatkan oknum pegawai negeri sipil, pengusaha bahkan oknum aparat keamanan. Kondisi ini tentu saja sangat disayangkan karena mereka harusnya menjadi panutan dalam masyarakat terutama generasi muda yang sisi psikologisnya masih labil terang Heinrich.
Oleh karena itu perlu dipikirkan tentang pembentukkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di pulau sumba ujar Heinrich. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi peredaran gelap narkoba yang masuk ke pulau sumba. Selain kehadiran BNNK juga untuk menjamin kepastian keamanan atau perlindungan bagi warga yang melapor dugaan penyalahgunaan narkoba tambahnya.

Dalam rilisnya yang diterima redaksi indonesia bergegas, Heinrich mengatakan faktor penyebab merebaknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di sumba adalah karena lemahnya pengawasan di pintu masuk Bandara dan Pelabuhan laut. Sehingga pada oktober lalu kasus besar penangkapan badar narkoba terjadi di pelabuhan Waikelo, Sumba Barat Daya ulas Heinrich.

Modus yang sering digunakan sambung Heinrich adalah dengan membawa mobil dari luar sumba dan menawarkan barang dagangan seperti pakaian sebagai kamuflase. Padahal barang utama yang mereka bawa adalah narkoba. Inilah yang membuat aparat kita tertipu sambungnya.

Pemilik radio Max FM Waingapu ini meminta Polres di wilayah sumba untuk meningkatkan koordinasi agar masyarakat tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Selain itu semua elemen masyarakat harus terlibat aktif untuk melawan ancaman narkoba, karena korbannya adalah masyarakat terutama anak-anak. (osc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *