Komisi III DPR RI Apresiasi Kinerja BNN Tahun 2021

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra kerja Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Kamis 20/1 di Ruang Rapat Komisi III DPR RI Gedung Nusantara II, Jakarta.

Rapat dipimpin oleh Dr. Ir. H. Adies Kadir, S.H, M.Hum dari Partai Golkar serta dihadiri oleh Sebagian besar anggota Komisi III DPR RI .

Ada pemandangan yang tak biasa dari RDP kali ini karena sebagian besar anggota Komisi III yang hadir memakai jaket War on Drugs. Pimpinan rapat Adies Kadir mengatakan bahwa dengan memakai jaket War on Drugs adalah bukti bawah Komisi III DPR RI mendukung pelaksanaan tugas dari BNN RI.

“ Untuk mendukung kerja-kerja dari BNN hari ini sebagian besar dari anggota Komisi III DPR RI memakai jaket War On Drugs”ujar Adies Kadir disambut tepuk tangan dari semua anggota yang hadir.

Sementara itu Kepala BNN RI Komjen Pol. DR Petrus Reinhard Golose didampingi oleh pejabat  utama dilingkungan BNN RI. Mengawali paparannya kepala BNN melaporkan realisasi anggaran BNN pada tahun 2021 yang mencapai 98,19 persen kemudian diikuti dengan laporan kinerja dalam bidang pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Diakhir paparannya kepala BNN penyamaikan tentang rencana kerja BNN pada tahun 2022 dan beberapa pertimbangan atas Revisi UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Rapat dilanjutkan dengan penyampaian pendapat dari masing-masing anggota komisi III DPR RI atas laporan pelaksanaan tugas BNN tahun 2021.

Habiburokhman dari fraksi Gerindra mengatakan mendukung maksimal BNN dalam konteks War On Drugs. “Kita dari Fraksi Grindra Support Full BNN” ujarnya.

Sementara itu, Irjen.Pol.(Purn) Drs. H. Safaruddin dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ikut memberikan apresiasi atas pelaksanaan tugas BNN. Sarifudin menyampaikan apresiasi atas upaya BNN membentuk pegiat atau relawan narkoba di setiap daerah. Menurutnya hal tersebut sebagai terobosan yang perlu ditingkat oleh BNN pada tahun 2022.

“Apresiasi kepada Kepala BNN dan jajaran atas prestasi yang dicapai pada tahun 2021” ujar Sarifudin.

Wakil rakyat yang turut menyampaikan dukungan kepada BNN adalah Habib Aboe Bakar Alhabsyi, S.E. dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Di rapat kerja ini, saya memberikan apresiasi kepada Ka BNN RI, khususnya manajemen kinerjanya sehingga berhasil mengungkap 85 jaringan narkotika dan pengungkapan narkotika di 3 propinsi dengan hasil sabu 218,46 Kg dan ekstasi 16.586 butir di awal tahun 2022 ”

“Disamping itu, penggunaan digitalisasi dalam penyidikan khususnya e-mindik memberikan transparansi penyidikan kepada masyarakat sehingga kinerja penyidik BNN lebih profesional” tutur Habib Aboe Bakar Al-habsyi. (Oscar)

Gebrakan Awal Tahun: BNN Selamatkan 950 Ribu Generasi Muda dari Penyalahgunaan Narkoba

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) terus berkomitmen dalam melakukan gebrakan War on Drugs dengan strategi hard power approach melalui pemberantasan  jaringan narkoba.

Kepala BNN RI Komjen Pol DR. Petrus Reinhard Golose mengakatan BNN terus bergerak dalam menggelorakan perang melawan narkotika (War on Drugs) dengan melumpuhkan jaringan narkotika yang selama ini merusak generasi bangsa.

Senin, 17/1/2022 BNN menggelar Press release pengungkapan kasus penyelundupan narkotika dengan barang bukti jenis Sabu seberat 218,46 Kg dan ekstasi sebanyak 16.586 butir dari tiga (3) wilayah yakni Provinsi Kalimantan Timur, kalimantan Barat dan Riau.

Dari Operasi di 3 (tiga) Provinsi yang dilakukan oleh personil BNN mendapatkan hasil yang membanggakan. melalui penyitaan narkotika jenis sabu dan ekstasi dari ketiga jaringan, BNN RI telah menyelamatkan 950 ribu generasi muda dari penyalahgunaan narkotika.

Petrus Golose memberikan apresiasi yang tinggi kepada anggotanya yang berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika di wilayah sumatera dan Kalimantan. Menurutnya dari operasi tersebut BNN berhasil menyelamatkan 950 ribu nyawa anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika. Prestasi yang sangat membanggakan, ujar mantan Kapolda Bali ini bangga.

Melihat trend penyelundupan narkotika diawal tahun, maka diperlukan kerjasama dengan negara lain agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang diselamatkan. Selain itu upaya pencegahan akan terus dilakukan terutama di wilayah-wilayah yang menjadi pintu masuknya narkotika ke Indonesia tutupnya. (Oscar)

Gelorakan War on Drugs BNN dan PRSSNI Usulkan Agar Mars BNN disiarkan di Seluruh Radio Swasta

Pada awal tahun 2022, Direktur Informasi dan Edukasi, Deputi Bidang Pencegahan BNN Drs. Iman Soemantri, MSi genjar melakukan koordinasi dan Kerjasama sama dengan pihak terkait untuk menggeloran War on Drugs. Dalam kunjungannya Iman Soemantri banyak mendapat usulan atau masukan tentang bagaimana menggeloran War on Drugs.

Misalnya saat melakukan kunjungan kerja di kantor Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Selasa 11/1/2022, Iman Soemantri mendapat masukan agar radio swasta wajib menyiarkan Mar BNN pada jam tertentu. Hal ini sebagai bentuk kepedulian radio terhadap anak bangsa agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

PRSSNI yang merupakan organisasi radio siaran swasta berizin terbesar di Indonesia saat memiliki 585 radio swasta yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Jejaring yang dimiliki oleh PRSSNI  dapat dimanfaatkan untuk menggelorakan War on Drugs.

Untuk mendukung hal tersebut BNN bersama PRSSNI akan berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar ide tersebut dapat dilaksanakan (oscar).

BNN Gelar Drugs Free Exhibition Day di Kota Denpasar

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggelar “Drugs Free Exhibition Day”. Kali ini yang disasar adalah remaja kota Denpasar, Bali. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung, Dharma Negara, Alaya, kota Denpasar, Jumat 26/11/2021.

Drugs Free Exhibition Daya bertujuan untuk menggali potensi Remaja pulau Bali dengan tujuan agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan laporan panitia terdapat 73 Remaja Kota Denpasar mengikuti kegiatan ini dengan tiga kategori yakni Videografi, Desain Grafis dan Photografi. Dari jumlah tersebut panitia memilih 10 karya terbaik untuk mendapatkan penghargaan dari Kepala BNN RI.

Kepala BNN RI Dr. Petrus R. Golose di dampingi Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, SE, meninjau langsung pemeran tersebut dan memberikan apresiasi yang tinggi atas karya yang dihasilkan oleh para remaja kota Denpasar. Kepala BNN berharap melalui kegiatan positif Remaja di pulau Bali dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

“Generasi Muda pulau Bali harus kita lindungi dari penyalahgunaan narkoba karena narkoba merusak keluarga dan masa depan ujar mantan Kapolda Bali tersebut.

Sementara itu Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, SE, mengatakan Drugs Free Exhibition Day merupakan kegiatan positif yang dapat menghindarkan remaja dari penyalahgunaan narkoba.

Walikota Denpasar dalam sambutannya mengatakan bahwa Kota Denpasar sudah melalukan upaya pencegan kepada remaja Kota Denpasar dengan menjadikan Gedung Dharma Negara Alaya sebagai pusat kreasi dan inovasi bagi remaja Kota Denpasar.

“Di gedung ini setiap hari remaja pulau berkumpul dan menyalurkan bakat mereka seperti melukis, menari dan kegiatan positif lainnya” ujar Wali Kota Denpasar.

 

Sementara itu salah satu remaja peserta Drugs Free Exhibition Day, asal Kota Denpasar, Putu Perdana, mengaku bangga dengan pelaksaan Drus Free Exhitibitin Day di Kota Denpasar. Menurutnya saat ini remaja sangat rentang terhadap penyalahgunaan narkoba. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan setiap tahun oleh BNN untuk mewadahi sekaligus sebentuk apresiasi atas karya yang dihasilkan oleh remaja di Kota Denpasar. Adapun motivasinya mengikuti kegiatan ini adalah mengasa bakatnya dalam dalam melukis untuk masa depannya.

 

 

Setelah meninjau pemeran karya remaja Kota Denpasar, Kepala BNN kemudian melantik Relawan Anti Narkoba Panjuru Reksa Gargita (PRG) Kota Denpasar dan melaunching Desa Wisata Edukatif Bersinar. (Oscar)

#DrugFreeExhibitionDay #kepalabnnri #kepalabnn #petrusgolose #bali #dewata #indonesiabersinar #pulaudewata #campaign #skill #ExhibitionDay #challenge #photography #videography #design #Graphicdesign #video #photo #remaja #siswa #pemuda #talent

Kepala BNN RI Launching Terobosan Kreatif BNNP Sulawesi Utara

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyelenggarakan Launching Terobosan Kreatif BNNP Sulawesi Utara bersama Gubernur, Wakapolda dan Forkopimda Sulut, Kamis (11/11).

Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose bersama Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Jhonny Eddizon Isir, dan Kepala BNNP Sulut, Brigjen. Pol. Drs. Victor Joubert Lasut, M.M., secara resmi meluncurkan Program Terobosan Kreatif BNNP Sulawesi Utara, Pencanangan Desa/Kelurahan Bersinar, Pemberian Penghargaan kepada Pihak Pendukung P4GN serta Drugs Free Exhibition Day tersebut di Mapolda Sulut.

Kepala BNN RI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam upaya perang melawan narkoba.

“Secara khusus saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Gubernur Sulawesi Utara atas kepedulian yang besar terhadap masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba”, tutur Kepala BNN RI.

Kepala BNN RI berharap Gubernur beserta jajaran pemerintah daerah hingga Kepala Desa terus mendukung upaya BNN RI dalam melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya penyalahgunaan dan perdaran gelap narkoba.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulut menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada BNN RI dan BNNP Sulut yang telah bekerja keras dalam upaya penanggulangan narkoba di Bumi Minahasa. Secara khusus, Gubernur memberikan penghargaan kepada Kepala BNNP Sulut yang telah membuat kolaborasi hebat sehingga penanggulangan narkoba di Provinsi Sulut ini menjadi lebih kuat.

Gubernur Olly Dondokambey juga menambahkan bahwa dukungan pihaknya dalam upaya penanggulangan narkoba sangat serius yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 07 Tahun 2010 tentang Pengembangan Desa/Kelurahan Peduli Bahaya Narkoba.

Sementara itu Kepala BNNP Sulut, Brigjen. Pol. Drs. Victor Joubert Lasut, M.M., berharap diberikan dukungan penuh dan mendoakan keberhasilan program terobosan tersebut sehingga dapat merehabilitasi masyarakat yang terpapar narkoba.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pihak pendukung program P4GN, diantaranya :

  1. Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey
  2. Walikota Manado, Andrei Angouw
  3. Walikota Bitung, IR. Mauritis Mantiri, MM
  4. Bupati Minahasa, IR. Royke O. Roring, M.Si
  5. Camat Singkil, Zainal Naway, SE
  6. Lurah Wawonasa, Husein Masiaga
  7. Lurah Sindulang Dua, Putera Djaja Salendah, SE
  8. Lurah Karombasan Selatan, Deesye Tulenan, S.Sos
  9. Lurah Girian Weru Dua, Y0ukefin Marthin, SE
  10. Kepala Desa Sea Tumpengan, Filadelfus Kukihi
  11. Hukum Tua Desa Raringis, Rany Posumah

Mengakhiri kegiatannya, Kepala BNN RI dan rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi serta membeli produk-produk para peserta Drugs Free Exhibition Day di Mapolda Sulut. (YDW)

Biro Humas dan Protokol BNN

Survey is loading…

PERAN KELUARGA DALAM PENANGGULANGAN PECANDU NARKOBA (ANALISIS BUKU NAK, DENGARKAN IBU KARYA SRI HAYUNI)

Nak, Dengarkan Ibu merupakan sebuah buku yang menceritakan pengalaman seorang ibu yang anaknya menjadi pecandu narkoba. Sejak awal mengetahui anaknya terjerumus ke dalam pengaruh buruk narkoba, ia berusaha untuk menerima dan menjalaninya dengan sabar dan optimis demi agar anaknya bisa kembali pulih. Meski luka, sedih, dan kecewa ia rasakan namun beliau berkeyakinan bahwa keterpulihan sang buah hati dari adiksi narkoba berkaitan erat dengan peran orang tua yang selalu hadir mencari jalan, mendampingi dan mendoakan.

Permasalahan yang terangkum di dalam buku Nak, Dengarkan Ibu karya Sri Hayuni adalah tentang goresan hati ibu seorang pecandu narkoba. Seorang anak yang masuk ke dalam pengaruh buruk narkoba hingga menjadi pecandu narkoba akan turut membawa orang tua atau keluarganya pada putaran permasalahan tersebut. Bagaimana tidak, ketika diketahui seorang anak terperangkap dalam jeratan narkoba, keluarga khususnya orang tua akan merasa sedih dan kecewa. Ketika diketahui anaknya telah menjadi pecandu, keluarga akan berjuang lama, banyak dan panjang untuk mendampingi dan mencari jalan keluar demi anaknya bisa terlepas dari adiksi. Ketika runtutan permasalahan yang dialami oleh pecandu semakin hari semakin bertambah maka peran keluarga sudah jelas sangat dibutuhkan.

Menganalisis setiap catatan yang terdapat dalam Buku Nak, Dengarkan Ibu mulai dari kesaksian ibu seorang pecandu narkoba, penjelasan mengenai adiksi sebagai penyakit di dalam keluarga, upaya untuk bangkit menyelamatkan pecandu hingga harapan orang tua terhadap anaknya yang menjadi korban adiksi terdapat satu kekuatan utama dan terbesar dalam menghadapi anggota keluarga yang terpapar narkoba adalah menerima dan melawan. Menerima dalam artian adalah kita menerima kenyataan bahwa narkoba memang telah masuk ke dalam keluarga kita. Berlari dari masalah tanpa adanya usaha untuk menghadapinya adalah suatu jalan yang tidak tepat. Melawan, keluarga tidak boleh kalah dengan narkoba. Narkoba harus dilawan dengan segala upaya yang kita bisa. Melawan dengan berbagai cara seperti mengetahui dan memahami apa itu narkoba dan dampak buruknya karena bagaimana mungkin seseorang dapat melawan suatu hal tanpa mengetahui apa dan siapa yang ia lawan. Melawan dengan tetap berdiri tegak tidak goyah untuk selalu berusaha dan berdoa dan berkomitmen “Kita tidak boleh kalah dengan narkoba sebelum kita melawannya.” Dan ketika seorang anak menjadi pecandu narkoba maka keluargalah yang paling utama untuk menginternalisasikan nilai-nilai atau fungsi keluarga dalam penerimaan dan perlawanan terhadap adiksi yang menimpa.

Solusi dalam penanggulangan anggota keluarga yang terpapar narkoba akan selalu ada. Karena setiap permasalahan tentu ada solusinya. Untuk memperoleh solusi tersebut tentunya harus disertai dengan cara dan upaya. Adalah suatu upaya yang seharusnya kita lakukan bahwa mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Namun, jika permasalahan narkoba dimana ada anggota keluarga yang terpapar narkoba atau telah menjadi pecandu narkoba maka mengetahui akar penyebabnya menjadi hal yang harus diperhatikan. Siapa yang harus mengetahui? Tentu keluarga, orang terdekat dengan anak yang menjadi korban narkoba tersebut. Siapa yang harus melangkah di awal dalam penanggulangan pecandu narkoba? Kembali lagi kepada keluarga, sebagai orang terdekat yang memiliki ikatan darah dan tali cinta terkuat, terutama orangtua. Berdasarkan hasil analisis yang saya lakukan terhadap buku Nak, Dengarkan Ibu, ada satu hal yang saya garis bawahi dalam penanggulangan pecandu narkoba di lingkaran keluarga yaitu penerapan CINTA TEGAS.

Penerapan cinta tegas oleh keluarga adalah melalui penerapan kolaborasi dan hubungan yang seiring sejalan antara Ibu dan Ayah dan anggota keluarga yang lain dalam mengupayakan terlepasnya si pecandu dari adiksi narkoba. Satu hal juga yang harus diketahui oleh orang tua atau keluarga adalah tentang pemahaman adiksi narkoba. Orang tua atau keluarga yang hanya sekedar berkutat pada bagaimana anaknya mendapat pemulihan di tempat rehabilitasi semata tanpa dirinya terlibat tentang apa itu adiksi dan bagaimana menghadapi pecandu maka keterpulihan anak dari adiksi narkoba tidak akan berjalan dengan baik. Karena pada dasarnya, tempat rehabilitasi pecandu narkoba hanya sebuah jembatan untuk mengobati dan mengembalikan fungsi sosial pecandu narkoba, dan setelah pulang dari tempat rehabiltasi keberlanjutan pemulihan yang sebenarnya adalah di dalam rumah yautu melalui penguatan peran keluarga.  Dengan demikian, ketika seorang anak menjadi pecandu narkoba maka orang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam penanggulangannya. Ini dilakukan agar cita-cita war on drugs dalam penanggulangan pecandu narkoba dapat tercapai, yaitu bukan semata tentang berorasi menyampaikan apa itu adiksi dan apa itu pecandu melainkan tentang bagaimana masyarakat mau dan semangat dalam memahami adiksi narkoba dan mampu melihat sosok pecandu narkoba dengan kacamata bijaksana tanpa penghakiman dan pendiskriminasian.

Kepala BNN: Peran Penyuluh Narkoba Sebagai Disseminator Informasi P4GN Kepada Masyarakat

Deputi Bidang Pencegahan BNN RI menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyuluh Narkoba. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan penyuluh narkoba yang profesional sebagai garda terdepan dalam upaya penyampaian informasi dan edukasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kegiatan Bimbingan teknis mengusung tema “Optimalisasi Peran Penyuluh Narkoba melalui Program Desa Bergerak dalam rangka Perang Melawan Narkoba Menuju Indonesia Bersinar”, yang diselenggarakan secara virtual dengan mengundang seluruh Penyuluh di lingkungan BNN baik ditingkat Pusat, Provinsi maupun di Kabupaten / Kota (25/8).

Saat ini permasalahan narkotika di Indonesia masih memerlukan perhatian dan kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen bangsa Indonesia. Tercatat bahwa angka prevalensi tahun 2019 mencapai 1,8% atau 3,41 juta jiwa. Tentunya dibutuhkan strategi dalam menghadapi permasalahan tersebut. Selain itu tentunya dibutuhkan juga peran Penyuluh Narkoba sebagai garda terdepan BNN dalam pencegahan bahaya penyalahgunaan nakona. Hal tersebut dikemukakan oleh Dr. Petrus Golose, selaku Kepala BNN dalam sambutannya.

Kepala BNN menyampaikan bahwa untuk menjawab permasalahan narkotika di Indonesia, BNN saat ini telah menjalankan program P4GN serta mengeluarkan tagline War On Drugs – perang melawan narkoba untuk mewujudkan Indonesia bersinar bersih narkoba. Terdapat tiga pendekatan dalam menjalankan program tersebut yaitu soft power approach (upaya bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi), hard power approach (upaya di bidang pemberantasan) dan smart power approach (upaya pemanfaatan teknologi informasi dan litbang). Tentunya para Penyuluh Narkoba memainkan peranan penting dalam upaya P4GN tersebut.

Kepala BNN menekankan pentingnya peran Penyuluh Narkoba sebagai disseminator informasi P4GN kepada masyarakat yang diharapkan secara efektif dapat mengurangi sisi supply dari peredaran narkoba. Diakhir sambutan, Kepala BNN berharap agar seluruh jajaran pencegahan termasuk penyuluh narkoba dapat terus membangun inovasi dan sinergi dalam rangka menghadirkan program pencegahan yang optimal. Untuk itu Kepala BNN meminta Penyuluh Narkoba untuk terus mengasah kemampuan dan keterampilan serta kompetensi di Bidang Penyuluhan Narkoba.

Kepala BNN Ajak Trisakti Muda Untuk War On Drugs

Universitas Trisakti menyambut tahun ajaran baru dengan  mengajak seluruh Mahasiswa baru Tahun Akademik 2021/2022 untuk mengikuti acara PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) tahun 2021 dengan tema Trisakti Muda menuju Young Generation of Entrepreneurs yang  dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2021.

PPKMB ini dihadiri 2.000 mahasiswa baru Trisakti dengan berbagai narasumber yang menginspirasi salah satunya Kelapa Badan Narkotika Nasiona (BNN) RI Komjen Pol Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M yang akan menyampaikan materi tentang Strategi Penanggulangan Narkoba dalam Perspektif Pencegahan Menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).

Dalam paparannya Kepala BNN menyatakan saat ini jumlah pengguna narkoba berdasarkan hasil penelitian LIPI bekerjasama dengan BNN pada tahun 2019 adalah 1,80 persen atau setara dengan 3.419.188 jiwa. Hal tersebut harus menjadi perhatian semua pihak untuk melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoa ujar kepala BNN.

Kepala BNN menegaskan narkotika amat sangat berbahaya, secara klinis narkotika memiliki daya rusak yang menyerang otak dan tidak ada jaminan untuk sembuh walaupun sudah melalui upaya rehabilitasi. Oleh karena itu Pencegahan harus dikedepankan dalam menjaga generasi muda terutama generasi Trisakti Muda dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ujarnya.

Lebih lanjut mantan Kapolda Bali ini berujar untuk menghasilkan pemimpin bangsa yang hebat maka diperlukan kesadaran berbangsa dan bernegara dan kesadaran mencintai keluarga dengan cara menjauhi narkoba. Generasi muda Trisakti harus memiliki ketegasan untuk menolak penyalahgunaan narkoba sambung Kepala BNN.

Jenderal Bintang 3 yang memiliki banyak penghargaan ini berpesan agar Generasi muda tidak terpengaruh dengan masalah-masalah yang dianggap sedang buming  oleh rekan-rekan dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu ia mengajak civitas akademi Trisakti bersama-sama BNN mendeklarasikan War On Drugs menuju Indonesia Bersih Narkoba. (Oscar)

Bahasa Kasih Itu Ampuh Menjauhkan Anak dari Narkoba

Manusia memiliki kebutuhan secara lahiriah maupun batiniahnya. Tidak hanya butuh makanan fisik untuk memberikan kekuatan bagi tubuh luarnya namun manusia juga membutuhkan makanan batiniah untuk menguatkan jiwanya. Seringkali terlewatkan oleh kita tentang hal ini dan cenderung mengabaikannya atau mungkin kita kurang paham bagaimana memberikannya.

Banyak terdengar oleh kita bahwa para artis mendekati narkoba dan dibui hingga beberapa tahun, keluar dan mengulanginya lagi. Mungkin juga tetangga atau bahkan keluarga kita sendiri pernah melakukannya. Sebenarnya tindakan mendekati narkoba ini bukan karena mereka kelebihan uang atau untuk kesenangan semata namun terdapat sisi yang kosong dari segi batiniah mereka.

Para pecandu narkoba adalah refleksi dari kurangnya “Bahasa Kasih”  dalam keluarga intinya. Tak hanya pada kalangan borju saja, bisa terjadi di kalangan biasa. Mereka mencari pelarian ke dalam komunitas tersebut untuk merasa dianggap, dan melarikan diri dari dunia nyata hanya untuk melupakan hal yang tidak mereka sukai.

Segala yang terjadi terdapat sebab dan akibat. Sebenarnya ada apa dengan para pecandu hingga terjerumus dalam kehidupan semu tersebut?. saya menemukan empat orang mantan pecandu dan bertanya kepada mereka, pendapat keempatnya hampir sama yaitu tidak diperhatikan, dikucilkan, sering dimarahin, dibandingkan, dan tidak dianggap.

Menurut ahli neuroscience, dr. Aisah Dahlan, otak manusia terdiri dari 100Milyar Neuron, 1000 triliyun byte atau 1 juta gigabyte merupakan jumlah memori yang sanggup disimpan dalam otak manusia selama hidupnya. Dalam format video, 1 juta gigabyte setara dengan video berdurasi 300 juta tahun. Proses pengolahan informasi dalam otak terjadi melalui loncatan informasi antar syaraf satu ke syaraf yang lain dan terjadi dengan kecepatan 400 km/jam, 1 detik ada 2 juta informasi tersambung.

jantung memiliki kekuatan 5 kali lebih besar dari kekuatan otak. Ketika otak manusia menyimpan emosi negatif atau positif, jantung akan merasakan hal yang lebih kuat. Contohnya seperti ingatan tentang cinta yang indah maka jantung merasakannya hingga timbul debar yang kuat dan membuat wajah bersemu merah dan senyuman, karena pompaan darah dari jantung (reaksi jantung ketika mengingat memori). Pada saat memori mengeluarkan ingatan yang menyakitkan debar jantung akan menimbulkan rasa nyeri yang dalam dan membuat reaksi menangis pada mata.

Mengapa manusia bila ditanya hal-hal yang menyakitkan, mereka selalu berkata “jangan diingat lagi”, “jangan ngomongin itu lagi”, dll. Otak berusaha mengubur memori tersebut dalam-dalam, namun tidak melepaskan emosi negatifnya. Orang-orang yang mengalami luka batin saat masa kecil dan remajanya cenderung mengubur memori itu dengan berbagai cara termasuk mendekati narkoba.

Kebutuhan Lahiriah Manusia

Kita sering beranggapan bahwa kesuksesan untuk menopang kehidupan ini dengan banyaknya harta, nama besar, makan dan minum yang mewah, pakaian bagus, mobil mewah, tas bermerk, dll merupakan sumber kebahagiaan. Semua itu hanyalah alat pendukung saja namun bukan sumber utama kebahagiaan. Sumber utama kebahagiaan langsung menyentuh hati dan membuat senyum itu lama berada “disana”.

Benda-benda yang berbentuk ini merupakan alat untuk menuju bahagia. Namun tidak mengisinya. Alat-alat itu dipandang oleh mata dan hanya sampai pada otak, memberikan anak kebutuhannya secara lahiriah sudah merasa cukup, tidak berhenti hanya pada kebutuhan luarnya saja.

Kebutuhan Batiniah Manusia

Sering juga tentunya kita menemukan orang yang hidup pada tahun sebelum milenial ini. Cenderung tegas, otoriter dan merasa tabu dengan pujian, membelai, menemani anak bermain, memberi dukunga penuh. Berbeda dengan masa sekarang yang cenderung lebih mudah karena telah memahami banyak ilmu pengetahuan.

Sesuatu yang abstrak tak terlihat dengan mata namun hati atau jantung merasakannya. Itulah makanan batin makhluk hidup. Perbuatan positif yang langsung mengenai sasaran yaitu hati.

Bahasa kasih ini merupakan makanan batin atau kebutuhan batin manusia. Bila batin tidak diberi makan maka batin akan kosong dan lapar, luka dan bersedih. Pada saat mengalami luka tersebut mata mengirim informasi tersebut kepada otak dan tersimpan selamanya.

Memori negatif itu mengirim signal ke jantung dan mengakibat kebencian yang dalam dan membuat manusia menjadi apatis. Kebencian itu terakumulasi hingga merusak diri sendiri dan orang lain dengan cara mengajak masuk kedalam komunitas tersebut. Menularkan kebiasaan karena memiliki problem yang seolah sama.

Penyebab Narkoba

Kecanduan narkoba ini bermula dari perilaku orang terdekat, mendorong mereka menjauh dari realita. Membiarkan mereka menghadapi hidup sendirian dengan penuh luka yang tidak disadari. Sesuatu yang tidak disadari itu tersimpan di alam bawah sadarnya.

Cara mereka lari dari kenyataan hidup yang membuat mereka terkucil, terhina, tidak dianggap, atau mungkin hal yang sangat remeh menurut kita tapi besar artinya bagi otak dan jantung manusia. loncatan informasi yang sangat kuat ketika mengingat kejadian tersebut tidak mampu dibendung oleh mereka. Sehingga membuat mereka berusaha menguburnya dalam-dalam dengan cara “tidak sadar” menjalani hidupnya.

Mereka hidup dalam level emosi yang sangat rendah dibawah dari level putus asa. Untuk berada pada level manic mereka menggunakan zat terlarang tersebut dan menurut mereka itulah kebahagiaannya. Ketidaktahuan mereka terhadap bagaimana cara untuk bahagia hingga mereka merusak hidupnya sendiri.

Berilah keluarga kita pujian, dukungan yang kuat, sentuhan fisik berupa elusan dan belaian dikepalanya, layani mereka dengan baik, dan beri apresiasi dari setiap perbuatan baiknya kepada orang lain berupa hadiah. Agar mereka merasa keluarganyalah tempat mereka berlari, tidak ada tempat yang lebih baik daripada keluarganya sendiri. Sehingga trauma itu terhenti hanya sampai disitu.

Kalimat pujian mampu memberikan semangat hidup dan enggan untuk merusak dirinya, karena mereka tahu tentang kelebihan yang mereka punyai, dukung agar mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Belai kepalanya, agar mereka tahu bahwa mereka juga bagian dari keluarga itu. Layani dengan baik, agar mereka merasa disayangi dan beri hadiah sebagai apresiasi perilaku baik, karena hadiah adalah sesuatu yang sangat berharga untuk hati mereka.

Penulis: Zairiyah kaoy CH CHt