Anjan Pramuka: NPS Harganya Murah Tapi Efeknya Sangat Membahayakan

Kamis (22/10) LSM Gerakan Nasional Anti Narkona (Granat) bersama Universitas Ubhara Jaya menggelar  Webinar dengan tema “Waspada Ancaman Narkoba Jenis Baru”.  Hadir sebagai narasumber Deputi Pencegahan BNN Drs, Anjan Pramuka Putra, SH. M, Hum.

Dalam paparannya Anjan mengatakan saat ini sudah beredar ratusan New Psychoactive Substances (NPS) di dunia. Sementara di Indonesia lanjut Anjan sudah ditemukan 77 jenis dan 73 diantara sudah diatur dalam Perarturan Mentri kesehatan sedangkan 4 jenis lainnya masih dalam proses sambung. Saat ini Indonesia merupakan urutan kelima sebagai konsumen NPS terbanyak.

Munculnya narkoba jenis baru adalah cara sindikat menghindari peraturan yang berlaku disebuah negara jelas Anjan.

“Sebelum narkoba tersebut dierdarkan sindikat mempelajari dulu Undang-Undang yang berlaku di suatu negara. Mereka akan membuat NPS yang kandungannya tidak ada dalam undang-undang sambung Anjan.

Narkoba jenis baru tersebut menurut Anjan harganya lebih murah tapi efeknya sangat berbahaya. Bahkan daya rusaknya 13 lipat dari narkoba yang kita kenal ujar Anjan.

“Efek dari NPS tersebut bisa membuat penggunanya bunuh diri karena paranoid dan ketakutan yang berlebihan” sambung  Anjan

Untuk mengantisipas masuknya NPS, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan seluruh jajaran dari pusat sampai daerah agar berada dalam satu garis agar berperang melawan narkoba. Pada kesempatan tersebut Anjan mengapresiasi Granat dan Ubhara yang telah menyelenggarakan Webinar tersebut.

 

 

Deputi Bidang Pencegahan Ikut Ambil Bagian Dalam Webinar Pencegahan Se-Asia Tenggara

Deputi Bidang Pencegahan BNN mengikuti webinar “Rethinking Preventive Drug Education For The New Normal” yang diselenggarakan oleh ASEAN Training Center for Preventive Drug Education (ATCPDE) yang bekerjasama dengan Dangerous Drugs Board Republic of Philippines.  Webinar ini diikuti oleh badan negara yang menangani program pencegahan narkoba dari se-Asia Tenggara yang digelar dari tanggal 7 Oktober – 11 November 2020. Deputi Bidang Pencegahan BNN diwakilkan oleh Eva Fitri Yuanita (Kasi Pendidikan), Yona Janesia (Kasi Media Daring), MSL. Senithio, Tri Agustinasari, Ratih Frayunita Sari, Wenny Juanita, Yulia Angelina dan Sri Murjiati.

 

 

Pada Rabu (21/10) perwakilan dari Deputi Bidang Pencegahan BNN, Eva Fitri menjelaskan tentang program – program Pencegahan yang dilaksanakan di tengah masa pandemi Covid-19. Sama seperti dengan negara lainnya, ada beberapa kegiatan yang terkendala dengan Covid-19, namun hal ini tidak menjadi hambatan dalam menyebarkan informasi tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan tatap muka untuk meneruskan Program Ketahanan Keluarga yang telah dilaksanakan di tahun sebelumnya serta  KIE keliling yang dilaksanakan untuk menyampaikan pesan pencegahan narkoba dan Covid-19 tetap dilanjutkan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Selain itu, pemanfaatan media juga menjadi kunci dalam penyebaran informasi selama masa pandemi ini. Selain pemasangan media luar ruang dan berupa billboard dan branding moda transportasi, media sosial yang sedang menjadi tren saat ini juga dilaksanakan dengan menargetkan anak muda sebagai sasaran utama. Pada kesempatan kali ini, , Deputi Bidang Pencegahan BNN juga memperkenalkan Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN.id) yang merupakan platform digital yang mengajak anak muda untuk membuat konten pencegahan narkoba mereka sendiri. Program-program ini mendapat sambutan yang cukup baik dari negara ASEAN dan pihak ATCPDE berharap program-program seperti ini dapat berjalan dengan baik sehingga mungkin dapat di contoh oleh negara lain di ASEAN.

Wujudkan Kelurahan Bersinar, BNNK Jakarta Timur Gelar MoU dengan Kelurahan Lubang Buaya

Senin,20/10/2020 – Guna mewujudkan kelurahan yang bersinar atau bersih dari narkoba, Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur (BNNK Jaktim) mengadakan penandatanganan atau MoU dengan pihak Kelurahan Lubang Buaya Jakarta Timur.

Hadir dalam MoU tersebut Direktur Advokasi BNN  Supratman SH, Kepala BNNK Jaktim AKBP Yuanita Amelia Sari, Kasat Narkoba Jaktim Kompol Stefanus Sulistyono, Kasdim Letkol Jimny Hutapea, Lurah Lubang Buaya Dede Syaifullah, dan para anggota Pokdar Kamtibmas, FKDM, dan Ormas Kepemudaan FKPPI.

Selain menandatangani MoU, dalam kegiatan tersebut juga digelar deklarasi relawan P4GN atau Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika yang berasal dari perwakilan ormas di Kelurahan Lubang Buaya.

Menurut Direktur Advokasi BNN Pusat Brigjend Supratman kegiatan ini adalah sebagai aksi untuk mewujudkan desa dan kelurahan yang bersih dari narkoba. “Apalagi kegiatan ini didukung oleh regulasi, anggaran dan SDM yang terdiri dari tim terpadu dan relawan,”jelasnya.

Sementara itu Kepala BNNK Jaktim AKBP Yuanita Amelia Sari dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekedar seremonial saja, melainkan sebagai bentuk nyata BNNK Jaktim dalam mewujudkan Jakarta Timur bebas dari narkoba.

“Narkoba adalah musuh negara dan ancaman kita bersama. Itu harus kita lawan dengan langkah nyata, salah satunya dengan membentuk relawan P4GN dan menjadikan Kelurahan Lubang Buaya sebagai pilot project Kelurahan Bersih Narkoba atau bersinar,”ujarnya.

“Adanya program kelurahan bersinar di wilaya jakarta terutama di jakarta timur berharap sinergitas stakeholder instansi pemerintah semakin memperkokoh katahanan keluarga dan diri, sehingga dapat menwujudkan pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing dengan yang lainnya” Tutur Anton- Kepala Seksi P2M BNNK Jakarta Timur

Lurah Lubang Buaya Dede Syaifullah menyambut baik acara ini. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya sekedar diikrar diawal tapi harus menjadi komitmen bersama mewujudkan Jakarta Timur bebas dari narkoba.

“Dibutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat, dan dimulai dari satuan yang kecil seperti kelurahan untuk mewujudkan perang kita terhadap narkoba,”tandasnya.

 

Jauhi Narkoba untuk Tetap Hidup 100 Persen

Slogan/tagline baru #Hidup100Persen merupakan perubahan citra BNN sebagai garda utama Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba dengan mengubah pola Otoritatif menjadi Aspiratif dan yang terkesan Kaku menjadi Fleksibel. “Tagar #Hidup100Persen ini dicanangkan oleh Wakil Presiden RI pada saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional pada 26 Juni menjadi pilihan dan ajakan bagi masyarakat untuk mulai menjalani gaya #Hidup100Persen”, ucap Irjen Pol Drs. Anjan Pramuka Putra,S.H., M.Hum Deputi Pencegahan BNN pada saat mengawali kegiatan Webinar Memandu #Hidup100Persen Bersama Komunitas, Jum’at 9 Oktober. Kegiatan ini juga mengajak beberapa Pembicara untuk menyampaikan pandangannya mengenai gaya #Hidup100Persen, seperti Co-Founder & Director Suci Arumsari, Content & Digital Strategist Dompet Dhuafa Suci Nuzleni Qadarsih dan Media Bussiness Development aktual.com Megel Jekson.

 

“Keterbatasan ruang gerak, perekonomian yang sulit membuat tingkat stress meningkat di masa pandemi ini tidak menutup sebagian masyarakat untuk mengonsumsi Narkotika. Masalah Narkotika yang dialami seluruh bangsa ini ibaratnya sudah lampu merah dan kalau kita tidak bertindak, maka kita akan mengalami lost generation. Pera serta masyarakat dibutuhkan, sama seperti kehadiran para peserta saat ini melalui Webinar, karna setelah kita tahu dan memahami tentunya kita akan bergerak bersama untuk menyampaikan informasi ini, khususnya bagaimana kita menjalankan gaya #Hidup100Persen”, lanjut Anjan. Anjan berharap bahwa misi baru BNN ini tidak akan berjalan dengan sempurna atau optimal apabila tidak didukung oleh komunitas-komunitas yang ada, seperti beberapa komunitas yang hadir untuk Webinar kali ini yang terdiri dari Komunitas Penggiat Sepeda Sekt3 (Sektor Tebet), Komunitas Santri Zawiyah Ar-Raudha, Komunitas Penggiat Koperasi, Komunitas G-Family, Komunitas Menjaga Pantai Barat (KOMANTAB), Sibolga – Sumatera Utara dan lainnya.

Pilihan #Hidup100Persen juga menjadi pilihan terbaik bagi Suci Arumsari, Co-Founder dan Director Alodokter melihat dari pengalaman pribadi yang pernah dialaminya. “Pada tahun 2011, saya mengalami kelumpuhan dan kecacatan selama 20 hari dan melihat berbagai informasi dari media yang ujung-ujungnya ke obat dan menyerang tulang belakang saya, sehingga bersama dengan saya di tahun 2014 membangun website Alodokter yang turut mengaktualisasi gaya hidup 100 persen”, cerita Suci. Pilihan hidup sehat harus dimulai sejak dini, karna kalau kita menjalani hidup sehat setengah-setengah, maka bahagianya juga setengah-setengah. Suci pun membagikan beberapa tips menarik untuk menerapkan gaya hidup ini, diantaranya dengan menjadi sadar dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar untuk menciptakan keharmonisasian, menjadi sehat baik secara fisik dan mental sangat penting untuk mencapai tujuan hidup, buat hidup kita menjadi berguna dan produktif sehingga bisa mempengaruhi orang lain, dan dari kesemua tips tersebut akan membuat hidup menjadi Bahagia karena menjalankan kehidupan yang baik dan benar, seperti salah satunya adalah menjauhi Narkoba.

Diskusi melalui Webinar yang berlangsung seru ini pun juga turut membuat Suci Qadarsih, Content & Digital Strategist Dompet Dhuafa ini untuk menyampaikan informasi  “bagaimana giving, salah satu gaya hidup 100 persen untuk menciptakan sebuah gerakan yang menjadi penyemangat dan produktif serta bermanfaat bagi lingkungan sekitar”, tuturnya, dimana beliau juga sudah berkecimpung lama dalam program P4GN yang dijalankan BNN sejak menjadi Jurnalis di salah satu TV swasta.

Acara ini ditutup dengan ajakan dari Megel Jekson, Media Business Development aktual.com “Wajah BNN yang baru saat ini lebih mengajak kita masyarakat, terutama peserta dari berbagai komunitas yang hadir secara virtual, dan tagar Hidup 100 Persen merupakan rumus hidup yang harus kita pegang, karena kalau kita tidak sadar, tidak sehat, tidak produktif, pasti kita tidak akan Bahagia, jadi mari kita bersama-sama memilih untuk Hidup 100 Persen”.

SMAN 10 Kota Tasikmalaya Jadi Pemenang Vlog Hidup 100 Persen

Kegiatan lomba Vlog yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tasikmalaya beberapa waktu yang lalu telah sampai babak akhir yaitu penyerahan hadiah kepada pemenang dari masing-masing.

Dalam lomba ini SMAN 10 Kota Tasikmalaya keluar sebagai pemenang dengan penghargan berupa uang pembinaan dan sertificat yang diserahkan langsung oleh kepala BNNK Tasikmalaya Tuteng Budiman.

 

Adapun juara kedua ditempati oleh SMA Terpadu Riyadhul Ulum Wada’wah, dan ketiga SMK Bina Putra Nusantara. Sementara juara harapan satu adalah SMK Mitra Batik, harapan kedua SMKN 1 Tasikmalaya dan juara harapan ketiga MA Persis Sukasari.

Menurut Tuteng Budiman tema yang dilombakan adalah hidup 100 persen. 100 persen sadar, sehat, produktif dan bahagia. Dengan adanya lomba tersebut Tuteng dapat membantu generasi muda untuk lebih memahami bahaya penyalahgunaan narkoba.

Nantinya menurut Tuteng video vlog tersebut akan menjadi bahan sosialisasi untuk penyampaikan pesan bahaya narkoba kepada generasi mudah ujar Tuteng.

“Nantinya konten vlognya bisa diupload di media sosial dan rean.id dalam rangka upaya pencegahan narkoba” sambung Tuteng.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdaya­an Masyarakat (P2M) BNNK Tasikmalaya Ridwan Jumiarsa menjelaskan, pesan dalam vlog yang dibuat oleh pelajar diharapkan dapat membantu menyadarkan masyarakat akan bahaya narkoba. “Karya dari pelajar ini luar biasa dan ditambah deklarasi anti narkoba kemarin bisa menjadi kader penggiat pencegahan narkoba di sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Lindungi Remaja Dari Narkoba: BNNK Surabaya Gandeng Guru BK

Tinnginya angka penyalahguna narkoba di wilayah perkotaan membuat Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya mencari cara agar dapat menekan peningkatan jumlah penyalahguna narkoba khususnya yang melibatkan remaja atau pelajar. Pelajar perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan tulang punggung bangsa dan negara.

Upaya pencegahan yang dilakukan BNNK Surabaya adalah menggandeng guru BK (Bimbingan dan Konseling) dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Rabu 23/9 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, 18 orang Guru BK dari tingkat SMPN dan 2 orang Guru BK dari SMP Swasta di Surabaya dikumpulkan dalam rangka memberikan bimbingan teknis untuk mencegah remaja dari penyalahgunaan narkoba. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Kartono.

Dengan menggandeng guru BK tingkat SMP Negeri dan Swasta di Surabaya, kami berharap lingkungan sekolah dapat melaksanakan kegiatan P4GN dan bisa mengurangi angka prevalensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika” ujar Kartono.

Tujuan lain dari Bimtek ini, sambung Kartono, membekali guru BK agar memiliki kemampuan menjadi Penggiat Anti Narkoba P4GN. Dan menjadi kepanjangan tangan BNN Kota Surabaya. Serta menumbuhkan keinginan dan tekad untuk menyelamatkan para siswa dalam rangka pencegahan dan pemberantasan Narkoba.

Kartono berharap, para guru Bk dapat menjadi penggiat anti Narkoba dan melakukan kegiatan dalam upaya P4GN. Seperti melakukan sosialisasi P4GN di lingkungan sekolah. Diantaranya untuk para siswa, komite wali murid dan guru-guru di sekolah masing-masing.

Sekolah yang ditunjuk sebagai penggiat anti narkoba diharapkan mampu menganggarkan kegiatan P4GN setiap tahun melalui MPLS. Baik dalam kegiatan lomba berupa konten anti Narkoba di hari – hari nasional. Maupun pelatihan OSIS dan konselor sebaya” tutup Kartono

Kepala BNNK Mojokerto Ajak Masyarakat Hidup 100 Persen

Dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan, Badan Narkotika Nasionl Kota Mojokerto menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat di lingkungan Ngaglik, RW 4 Kranggan, Kota Mojokerto (20/9)

Hal tersebut dilakukan saat pandemi covid 19 agar masyarakat mendapatkan informasi tentang bagaimana menghindari penyebaran covid 19 dan juga mencegah penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan tersebut juga melibatkan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dalam rangka pelaksanaan kegiatan reses II tahun 2020.

Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi dalam sambutannya mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam rangka penghindari penyebaran virus covid 19. Caranya adalah dengan menjaga jarak aman minimal satu meter, selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan istirahat yang cukup.

Selain itu lanjut Suharsi, dimasa pandemi covid 19 ini ada orang-orang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi tersebut dengan mengedarkan narkotika kepada masyarakat. Oleh karena itu Suharsi mengajak masyarakat Mojokerto agar tidak mudah diperdaya oleh orang yang menawarkan narkotika.  Suharsi juga meminta masyarakat untuk melapor kepada pihak berjawajib dalam hal ini BNN dan Kepolisian apabila ada hal-hal yang mencurigakan.

Lebih lanjut Suharsi mengajak masyarakat untuk menerapkan hidup 100 persen dalam setiap lini kehidupan dengan sadar, sehat, produk dan bahagia.

“Ditengah pandemi ini kita benar-benar dituntut untuk sadar. Kesadaran itu yang yang membuat kita sadar, produktif dan bahagia ujar” Suharsi

Sekitar 40 orang masyarakat yang mengikuti kegiatan itu mengaku mendapat informasi tentang bagaimana mencegah penyalahgunaan narkoba dan menghidari penyebaran virus covid 19.(Oscar)

BNNP Sulteng Gandeng FKUB Himbau Masyarakat Cegah Narkoba

Dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di Sulawesinh Tengah, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah bersinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng mengajak masyarakat mencegah penyalahgunaan narkoba mulai dari lingkungan keluarga. Kegiatan dikemas dalam bentuk dialog interaktif yang di RRI Palu, Pekan lalu.

Lingkungan keluarga adalah pintu utama memulai upaya pencegahan karena didikan selalu dimulai oleh orang tua ujar kepala BNNP Sulteng Sugeng Suprijanto. Sugeng berharap orang tua dapat memberikan edukasi kepada anggota keluarga termasuk edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Saya bisa mengatakan, bahwa upaya kita harus mempunyai dampak terhadap penurunan kasus narkoba. Salah satunya yakni kita mulai dari lingkungan keluarga antara didikan orangtua kepada anaknya. Mustahil kemudian orangtua itu mengajarkan hal yang tidak baik kepada anaknya, sehingga kami meminta untuk menyematkan tentang bahaya narkoba dalam sendi-sendi mendidik anak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, Prof Zainal Abidin juga meminta orangtua harus menyematkan didikan-didikan agama sejak dini kepada anak. Dalam perjalanan mendidik lewat muatan agama, menurutnya, akan secara otomatis tertanam kebaikan dalam diri anak, sehingga anak dapat membedakan tidnakan boleh dan tidak bisa dikerjakan, termasuk mancoba atau mengkonsumsi narkoba.

“Marilah kita mulai dari keluarga untuk menanamkan pemahaman agama. Narkoba adalah salah satu hal yang tidak baik, ketika pemahaman agama kita sering dengungkan di telingan anak, maka yakinlah mereka akan terbiasa dengan kebaikan dan meninggalkan hal-hal yang merusak diri mereka sendiri,” tuturnya.

BNN Optimalkan Peran Desa Melalui Program Desa Bersinar

Deputi Bidang Pencegahan melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penguatan Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa. Rapat koordinasi ini dilaksanakan pada tanggal 8, 9, 10, dan 15 September 2020 secara virtual dan melibatkan BNNP dan BNN Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Adapun pembagian zona antara lain zona 1, zona 2, zona 3, dan zona 4 untuk memudahkan koordinasi dan sinkronisasi sesuai wilayah regional.

Adapun area untuk zona 1 antara lain BNNP Nanggro Aceh Darussalam, BNNP Sumut, BNNP Sumbar, BNNP Riau, BNNP Kepulauan Riau, BNNP Jambi,  dan BNNP Lampung. Sementara untuk zona 2 antara lain BNNP Sumsel, BNNP Kepualauan Bangka Belitung, BNNP Bengkulu, BNNP DKI Jakarta, BNNP Banten, BNNP Jawa Tengah, BNNP Jabar. Selanjutnya zona 3 BNNP DI Yogyakarta, BNNP Jawa Timur, BNNP Kalimantan Barat, BNNP Kalimantan Timur, BNNP Kalimantan Tengah, BNNP Kalimantan Selatan, BNNP NTB.

Zona 4 ini dilaksanakan oleh BNNP dan BNNK di bawahnya antara lain  BNNP Kalimantan Utara, BNNP Bali, BNNP NTT, BNNP Sulawesi Barat, BNNP Sulawesi Tengah, BNNP Sulawesi Barat, BNNP Sulawesi Tengah, BNNP Sulawesi Selatan, BNNP Sulawesi Tenggara, BNNP Sulawesi Utara, BNNP Gorontalo, BNNP Maluku, BNNP Malut, BNNP Papua, BNNP Papua Barat

Rapat koordinasi ini sebagai tahapan awal dalam membangun persepsi seluruh stakeholders terutama yang ada pada masing-masing zona untuk melaksanakan kegiatan penguatan ketahana keluarga berbasis sumber daya desa. kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan informasi secara rinci mengenai petunjuk pelaksanaan dan teknis baik proses, metode dan teknis serta upaya dalam mewujudkan program penguatan ketahanan keluarga berbasis sumber daya pembangunan desa adalah memiliki alokasi anggaran program ketahanan keluarga dari dana desa dan itu dapat direalisasikan secara maksimal. Sebelumnya program ketahanan keluarga telah dilaksanakan tahun 2019 bekerjasama dengan UNODC namun lebih fokus untuk menghasilkan model program penguatan institusi keluarga untuk menunjang pendidikan anti narkoba  bagi keluarga. Program ini berdampak signifikan pada peningkatan kemampuan parenting orangtua, peningkatan resiliensi anak, serta penurunan perilaku  negatif  anak.

Rapat ini juga dilaksanakan untuk memastikan adanya dukungan dan  komitmen Pemerintah Desa dengan melakukan  berbagai  langkah pendekatan, koordinasi, dan  Asistensi Penguatan kepada Pemerintah Desa agar Desa memiliki alokasi anggaran Program Ketahanan Keluarga dari Dana Desa  (Desa Bersih Narkoba). Keterlibatan Pemerintah Desa dalam memerangi narkoba sebuah strategi tepat sebagaimana diatur  UU  No 6  Tahun  2014 tentang Desa dapat ambil bagian dalam program ketahanan keluarga yang dialokasikan melalui Dana Desa  demi memperoleh hasil pencegahan yang efektif serta menyatukan pemahaman dan keterpaduan langkah dalam pelaksanaan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Adapun narasumber yang terlibat dalam kegiatan rapat ini antara lain adalah  Deputi Pencegahan BNN Drs. Anjan Pramuka Putra, SH., M.Hum yang membahas program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa Sebagai Strategi & Kebijakan P4GN. Kemudian dilanjutkan oleh  Kementerian Dalam Negeri yang membahas aspek Arah dan Kebijakan Kemendagri dalam Fasilitasi P4GN dan Program Penguatan Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa. Selanjutnya penyampaian materi dari Kementerian Desa PDTT yang fokus pada pembahasan mengenai Dukungan Dana Desa untuk Program Penguatan Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa. Direktur Advokasi Supratman, SH  menyampaikan materi mengenai bentuk aktivitas Program Keluarga Anti Narkoba yang dapat diimplementasikan di Desa.

Diharapkan dengan adanya rapat koordinasi ini  dapat menjadi ruang komunikasi antara BNNP, BNNK dengan BNN Pusat dan terutama seluruh stakeholders mengenai knowledge sharing agar dapat meningkatkan pelaksanaan program ketahanan keluarga di desa secara optimal.

 

Sivitas Akademika Ubhara Jaya Deklarasi Perangi Narkoba, Masuk Rekor MURI

Jika hadirnya pandemi covid-19 mampu memperlambat bahkan sampai menghentikan roda kehidupan banyak orang dan industri maka tidak demikian dengan kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Sekalipun diancam dengan berbagai hukum hingga hukuman mati, kasusnya masih terus meningkat di Indonesia. Turut ambil bagian dalam pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, lebih dari 5923 sivitas akademika  Ubhara Jaya  mendeklarasikan perang terhadap narkoba yang dilaksanakan secara luring dan daring, pada Jumat (04/08/2020) di auditorium Ubhara Jaya Grha Tanoto Kampus II Bekasi dengan memberlakukan standar protokoler pencegahan covid -19 secara ketat. Di lokasi luring, hanya sekitar 200 peserta yang hadir sementara peserta ribuan lainnya mengikuti secara daring.

Deklarasi ini mendapat penghargaan dari Museum Rekor  Dunia Indonesia (MURI) sebagai perguruan tinggi dengan deklarasi anti narkoba secara daring oleh sivitas akademika terbanyak di Indonesia.  Penyerahan piagam rekor MURI dilakukan oleh senior manajer MURI kepada Rektor Ubhara Jaya sedangkan pendiri MURI, Jaya Suprana memberikan ucapan selamat secara daring. Para peserta, baik di luring maupun daring tampak antusias mengikuti kegiatan deklarasi anti narkoba tersebut. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh Rektor Ubhara Jaya, Inspektur Jenderal polisi (purn) Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M, para Warek dan Dekan Ubhara Jaya dan sejumlah perwakilan dari sivitas akademika Ubhara Jaya. Pada acara deklarasi secara luring, nampak para pejabat dan pegiat anti narkoba yang datang Yaitu Jenderal Polisi (Purn) Dr. Drs. Chaeruddin Ismail, S.H., M.H, Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti berikut  Perwakilan Pengurus, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahwil Lutan, S.H., MBA., M.M penerima Medali  Kepeloporan Oleh Presiden RI, Komjen Pol (Purn) Drs. Togar M. Sianipar, M.Si, Dewan Penasehat DPP Granat, Irjen Pol (Purn) Dr. Benny Josua Mamoto, S.H., M.Si selaku Ketua Harian Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Drs. Erwin Lumban Tobing Anggota Komisi III DPR RI, Irjen Pol (Purn) Ali Djohardi (Mantan Deputi Pencegahan BNN),  Laksda (Purn) Ir. Agus Kowo Budi Utomo Tenaga Ahli Kepala BIN, Kepala BNN Yang Diwakili Oleh Kasubdit BNN, Kombes Pol Deni Dharma Pala, Serta Sejumlah Rektor Ubhara Jaya Pada Masanya Yakni Irjen Pol (Purn) Dr.Bibit Samad Rianto,M.M, Irjen Pol (Purn), Dan Irjen Pol (Purn) Dr.H.Moch Djatmiko, S.H.,M.Si.

Sambutan Rektor Ubhara Jaya menyebutkan alasan diselenggarakannya Deklarasi anti narkoba sivitas akademika dari keluarga besar Ubhara Jaya ini adalah “Ubhara Jaya bersungguh sungguh dalam mendukung pemerintah untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba. Sebelumnya telah dilakukan pembentukan cabang khusus gerakan anti narkoba di wilayah kampus. Sudah empat tahun, seleksi penerimaan mahasiswa baru menyertakan tes narkoba.” Saat ini dua ribuan lebih mahasiswa baru Ubhara Jaya juga mengikuti tes bebas narkoba bekerja sama dengan BNN mudah-mudahan cita-cita kita dalam meraih kampus bebas narkoba terwujud dan diridhoi oleh Allah SWT,” kata Rektor.

Niat baik kampus mendapat tanggapan positif dari Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti, Jenderal Polisi (Purn) Dr.Drs. Chaerudin Ismail, S.H.,M.H Dan tamu undangan. deklarasi anti narkoba yang meraih pengakuan nasional  ini menurutnya tidak hanya akan berguna untuk kampus tapi untuk bangsa. “Upaya yang dilakukan Ubhara Jaya sudah banyak dan baik, mudah-mudahan memberikan manfaat yang besar,”ucapnya.

Sebelum acara deklarasi dimulai, telah dilakukan pengumpulan video berisikan deklarasi anti narkoba dari sivitas akademika Ubhara Jaya yang kemudian  terkumpul sebanyak lebih dari 5923 video. Para peserta dalam ikrarnya menyatakan diri masing-masing untuk anti dan melawan segala jenis narkoba. Mendukung program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, terakhir meraih prestasi dan sukses tanpa narkoba. Ikrar kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan bersama lagu bagimu negeri.

Penghargaan MURI dari deklarasi anti narkoba sivitas akademika terbanyak ini menjadi Rekor MURI ke empat bagi Ubhara Jaya. Semoga perolehan yang membanggakan ini semakin menambah semangat Ubhara Jaya dalam akselerasi menuju perguruan tinggi yang unggul di tengah kehidupan yang tengah sulit akibat covid-i9.