Sinergitas Pemberantasan Narkoba, Korupsi dan Terorisme untuk Pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul di Era Vuca

Kejahatan Narkotika, Korupsi dan Terorisme merupakan extraordinary crime yang berdampak penghancuran sebuah bangsa. Kejahatan ini bersifat sistematis dan memiliki jaringan yang kuat sehingga mampu mempengaruhi siapa saja untuk terlibat didalamnya. Oleh karenanya perlu penguatan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan tiga kejahatan tersebut diatas.

Diinisiasi oleh Kepala Badan Narkotika Nasional, Dr. Petrus R. Golose, BNN menggelar Silaturahmi Nasional dengan tema “ Sinergitas Pemberantasan Narkoba, Korupsi dan Terorisme untuk Pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul di Era Vuca”. Acara tersebut digelar di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG), Polda Bali, Rabu, 24/11/2021.

 

Hadir Gubernur Provinsi Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, MM, Kapolda Bali, Irjen. Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, SH. MSi dan Tokoh Masyarakat Bali.

VUCA adalah singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity dan dapat artikan dimana dunia yang kita hidupi sekarang berubah denga sangat cepat, tidak terduga dan dipengaruhi oleh banyak factor yang sulit dikontrol dan kebenaran serta realitas menjadi sangat subyektif. Pengaruh terbesar dari pergeseran dunia adalaha karena pengaruh teknologi yang berkembang sangat pesat.

Kepala BNN RI, Dr. Petrus R Golose dalam orasinya mengatakan Indonesia merupakan pasar potensial peredaran gelab narkoba karena prevalensi penyalah guna narkoba yang mencapai 1.8 persen atau setara dengan 3.4 juta orang. Delapan puluh persen narkoba masuk melewati jalur laut yang sulit untuk dideteksi karena radar yang mereka pakai di matikan ujar mantan Kapolda Bali ini.

Sementara itu Ancaman Narkotika Jenis Baru atau New Psychoactive Substances (NPS) setiap saat bertambah jumlahnya. Dampaknya sangat berbahaya dan sulit untuk di deteksi.

Sejauh ini BNN telah menyita 3 ton Sabu. Apabila diakumulasi dengan pengungkapan instansi lain jumlahnya mencapai 8 ton. Dengan demikian kita telah menyelamatkan 8 juta orang dengan asumsi 8 juta ton tersebut di pakai masing-masing 1 gram setiap orang ujar Jenderal bintang 3 tersebut.

Kedepan lanjut Kepala BNN akan diatur bahwa korban penyalahguna narkoba tidak dimasukan kedalam Lembaga Pemasyarakat (LP) melainkan akan di rehabilitasi tegasnya.

Adapun upaya pencegahan yang gencar dilakukan saat ini oleh BNN salah satunya adalah pembentukan Desa bersinar (bersih narkoba) menuju Indonesia bersinar tambah Kepala BNN.

Semenara itu Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Drs Firli Bahuri, MSi mengatakan persoalan mendasar bangsa ini adalah penyalahgunaan narkoba, terorisme dan korupsi. Institusi yang lahir pasca reformasi tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam menjaga bangsa ini dari tiga kejahatan tersebut diatas ujar ketua KPK memulai pidatonya.

Masalah Penyalahgunaan narkoba, terorisme dan korusi ini harus diselesai secara bersama-sama ujarnya. Ketua KPK mengajak semua anak bangsa untuk bahu membahu menyelesaikan masalah diatas.

Korupsi sambung Ketua KPK merampas Hak Asasi Manusia dan mengancam Ekonomo Bangsa. Setiap anak bangsa harus berperan menurunkan angka korupsi.

“Semua anak bangsa harus menjadi pelaku sejarah pemberantsan korupsi” ajak Ketua KPK.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorise (BNPT) Dr. Boy Rafli Amar memulai orasinya dengan menjelaskan ideologi sesat terorisme. Menurutnya

Terorisme adalah ideologi dari luar yang dipaksakan masuk ke negara kita dengan memasukan teks agama. Tujuan teroris adah menghancurkan Negara kita ujar Kepala BNPT.

Kepala BNPT mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai silaturahmi kebangsaan untuk bersama membangun bangsa.

Ideologi teroris lanjut Kepala BNPT menyebar dengan sangat cepat dengan dan korbannya banyak yang asal dari generasi muda. Mereka dilatih kemudian dikirim ke daerah konflik untuk dilatih berperang ujarnya.

“Virus terorisme sangat berbahaya tanpa kita sadari bisa masuk dan mempengaruhi seseorang paparnya.

Untuk menghindari semakin berkembangkannya ideologi terorisme Kepala BNPT mengingatkan tentang pentingnya pempedomani Empat Konsensus Nasional yaitu Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia, mensejahterkan dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

BNPT berupaya memberikan penyadaran kepada generasi muda atau milenial agar mereka tidak lupa dengan sejarah bangsa ini. Dengan menyadari konsensus kebangsaan itu harapannya mereka memiliki ketangguhan dalam persaingan global di era VUCA urai Kepala BNPT.

 

Di akhir orasinya Kepala BNPT mengajak pemerintah daerah dan tokoh masyarakat yang hadir agar tidak menganggap remeh ideologi terorisme. Menurutnya ideologi terorisme tidak memandang profesi dan jabatan. Kalau kita lengah terorisme bisa masuk tutup Kepala BNPT. (Oscar)

#webinar #vuca #narkoba #terorisme #korupsi #corruption #narcotics #terrorism #teror #synergy #bersinar #sinergi #warondrugs #indonesiabersinar #BNN #KPK #BNPT

Program Anti Narkoba Masuk Dalam Kurikulum Terintegrasi, Silabusnya Bukan Kaleng-Kaleng

Sobat Cegah, Terobosan kreatif di bidang pendidikan berhasil dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Badan Narkotika Nasional. Terobosan itu adalah masuknya kurikulum anti narkoba yang terintegrasi ke dalam lima mata pelajaran. Hal ini bertujuan untuk melindungi Generasi Muda dari penyalahgunaan narkoba yang semakin mengkhawatirkan.

Bertempat di Gedung Tribrata Polda Kepulauan Babel, (27/10), Kepala BNN RI Bapak Petrus R Golose bersama Gubernur Provinsi Kepulauan Babel Bapak Erzaldi Rosman, dan Kapolda  Kepulauan  Babel Bapak Anang Syarif Hidayat meluncurkan Program Pelajaran Anti Narkoba masuk dalam Kurikulum Terintegrasi di SMA/SMK di Provinsi Kepulauan Babel. Peluncuran itu bertepata dengan program Drugs Free Exhibition, serta program Sinergitas Empat Pilar (Babinsa, Babinkamtibmas, Kades dan Kader BNN) se-Provinsi Babel menuju Kampung Anti Narkoba dan Bersinar.

“Kita patut bahagia, untuk pertama kalinya di kota Pangkal Pinang ada peluncuran program anti narkoba dalam kurikulum terintegrasi, saya lihat ini silabusnya bukan kaleng-kaleng. Ini butuh daya kreativitas dan eksekusi yang maksimal,” ucap Kepala BNN RI.

Bapak Kepala BNN memuji jajaran BNNP Kepulauan Babel yang telah melakukan upaya koordinasi yang kuat sehingga dicintai masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya dukungan dan kerja sama yang solid di wilayah Babel, termasuk mendapatkan hibah tanah dari Kabupaten Bangka Tengah dan Barat ucap Kepala BNN.

Gubernur Provinsi Kepulauan Babel Bapak Erzaldi Rosman  menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada BNN RI dan BNNP Babel yang telah bekerja keras dalam upaya penanggulangan narkoba di Bumi Serumpun Sebalai.

Gubernur memberikan penghargaan kepada Kepala BNNP Babel dan Kepala BNNK Pangkal Pinang yang telah membuat kolaborasi hebat sehingga penanggulangan narkoba di Provinsi Kepulauan Babel menjadi lebih kuat.

Gubernur menambahkan bahwa dukungan pihaknya dalam upaya penanggulangan narkoba sangat serius yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2021 tentang Pelajaran Terintegrasi Anti Narkoba. Pihaknya membuat kolaborasi nyata melalui dokumen kurikulum yang dimuat dalam tiga buku. Kurikulum tersebut diterapkan pada lima mata pelajaran yaitu Agama, PKN, PJOK, Kimia dan Biologi.

Sementara itu Kapolda Kepulauan Babel, Bapal Anang Syarif Hidayat memberikan dukungan penuh pada BNN RI melalui program kampung atau desa bersinar. Ia mengungkapkan, saat ini di Babel sudah memiliki program Kampung Tegep di 393 daerah dengan fokus program pada ketahanan pangan dan penanganggulangan Covid-19. Karena itulah, Kapolda mengatakan agar titik-titik perkampungan yang sudah dibina tersebut dikembangkan dengan program desa bersinar.

 

Kapolda juga mengatakan, program penanggulangan narkoba di kalangan pelajar perlu untuk diperkuat mengingat kasus di lingkungan tersebut masih ditemukan. Ia menyebut ada 31 orang pelajar di tahun ini yang tersandung kasus narkoba. Hal ini tentu saja memerlukan sentuhan yang khusus dalam penanganannya.

Kegiatan diakhiri dengan penandatangan Komitmen bersama antara Kepala BNN RI, Gubernur Kepulauan Babel, Kapolda Kepulauan Babel dan beberapa pejabat penting lainnya di lingkungan Provinsi Kepulauan Babel

Selanjutnya Kepala BNN RI bersama dengan Gubernur dan Kapolda Kepulauan Babel menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,1 kg, ganja seberat 35 kg dan ekstasi sebanyak 4.269 butir.

Mengakhiri kegiatannya, Kepala BNN RI dan rombongan menyempatkan diri untuk menyapa para peserta Drug Free Exhibition di Bhay Park Polda Babel. (HNY/BK)

Hubungan Kerjasama BNN dan LPSK dilanjutkan

Sobat cegah, belum lama ini Kepala BNN Bapak Petrus R Golose bersama Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Bapak Hasto Atmojo bertemu di Kantor BNN, Cawang, Jaktim. Pertemuan itu dalam rangka menandatangani perpanjangan kerjasama antara BNN dan LPSK. Tapi sebelumnya ni sudah ada kerjasama antara BNN dan LPSK yang ditandatangani pada tahun 2016 dan berakhir pada bulan September 2021.

 

 

Nah kenapa harus di perpanjang, maksudnya supaya memenuhi unsur alat bukti dalam penanganan kasus kejahatan narkotika dimana peranan saksi dan korban sangatlah penting untuk mengungkap pelaku jaringan sindikat narkotika dan peredaran gelap narkoba di Indonesia.
BNN juga memberikan perhatian khusus terhadap terhadap hal tersebut dengan memberikan jaminan keselamatan dan perlindungan terhadap saksi dan korban kejahatan narkotika agar tidak terjadi conflict of interest dalam proses penyidikannya.

Ketua LPSK Bapak Hasto Atmojo berharap setelah penandatanganan itu pengungkapan masalah penyalahguaan dan peredaran narkoba dapat ditangani dengan baik. Pak Hasto juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada BNN karena beberapa waktu yang lalu saat  anggota LPSK banyak yang terpapar covid 19 BNN memberikan fasilitas isolasi mandiri di Balai Besar Rehabilitasi BNN di Lido, Bogor.

 

 

Kepala BNN Ajak Trisakti Muda Untuk War On Drugs

Universitas Trisakti menyambut tahun ajaran baru dengan  mengajak seluruh Mahasiswa baru Tahun Akademik 2021/2022 untuk mengikuti acara PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) tahun 2021 dengan tema Trisakti Muda menuju Young Generation of Entrepreneurs yang  dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2021.

PPKMB ini dihadiri 2.000 mahasiswa baru Trisakti dengan berbagai narasumber yang menginspirasi salah satunya Kelapa Badan Narkotika Nasiona (BNN) RI Komjen Pol Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M yang akan menyampaikan materi tentang Strategi Penanggulangan Narkoba dalam Perspektif Pencegahan Menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).

Dalam paparannya Kepala BNN menyatakan saat ini jumlah pengguna narkoba berdasarkan hasil penelitian LIPI bekerjasama dengan BNN pada tahun 2019 adalah 1,80 persen atau setara dengan 3.419.188 jiwa. Hal tersebut harus menjadi perhatian semua pihak untuk melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoa ujar kepala BNN.

Kepala BNN menegaskan narkotika amat sangat berbahaya, secara klinis narkotika memiliki daya rusak yang menyerang otak dan tidak ada jaminan untuk sembuh walaupun sudah melalui upaya rehabilitasi. Oleh karena itu Pencegahan harus dikedepankan dalam menjaga generasi muda terutama generasi Trisakti Muda dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ujarnya.

Lebih lanjut mantan Kapolda Bali ini berujar untuk menghasilkan pemimpin bangsa yang hebat maka diperlukan kesadaran berbangsa dan bernegara dan kesadaran mencintai keluarga dengan cara menjauhi narkoba. Generasi muda Trisakti harus memiliki ketegasan untuk menolak penyalahgunaan narkoba sambung Kepala BNN.

Jenderal Bintang 3 yang memiliki banyak penghargaan ini berpesan agar Generasi muda tidak terpengaruh dengan masalah-masalah yang dianggap sedang buming  oleh rekan-rekan dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu ia mengajak civitas akademi Trisakti bersama-sama BNN mendeklarasikan War On Drugs menuju Indonesia Bersih Narkoba. (Oscar)

Kepala BNN: Peran Penyuluh Narkoba Sebagai Disseminator Informasi P4GN Kepada Masyarakat

Deputi Bidang Pencegahan BNN RI menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyuluh Narkoba. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan penyuluh narkoba yang profesional sebagai garda terdepan dalam upaya penyampaian informasi dan edukasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kegiatan Bimbingan teknis mengusung tema “Optimalisasi Peran Penyuluh Narkoba melalui Program Desa Bergerak dalam rangka Perang Melawan Narkoba Menuju Indonesia Bersinar”, yang diselenggarakan secara virtual dengan mengundang seluruh Penyuluh di lingkungan BNN baik ditingkat Pusat, Provinsi maupun di Kabupaten / Kota (25/8).

Saat ini permasalahan narkotika di Indonesia masih memerlukan perhatian dan kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen bangsa Indonesia. Tercatat bahwa angka prevalensi tahun 2019 mencapai 1,8% atau 3,41 juta jiwa. Tentunya dibutuhkan strategi dalam menghadapi permasalahan tersebut. Selain itu tentunya dibutuhkan juga peran Penyuluh Narkoba sebagai garda terdepan BNN dalam pencegahan bahaya penyalahgunaan nakona. Hal tersebut dikemukakan oleh Dr. Petrus Golose, selaku Kepala BNN dalam sambutannya.

Kepala BNN menyampaikan bahwa untuk menjawab permasalahan narkotika di Indonesia, BNN saat ini telah menjalankan program P4GN serta mengeluarkan tagline War On Drugs – perang melawan narkoba untuk mewujudkan Indonesia bersinar bersih narkoba. Terdapat tiga pendekatan dalam menjalankan program tersebut yaitu soft power approach (upaya bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi), hard power approach (upaya di bidang pemberantasan) dan smart power approach (upaya pemanfaatan teknologi informasi dan litbang). Tentunya para Penyuluh Narkoba memainkan peranan penting dalam upaya P4GN tersebut.

Kepala BNN menekankan pentingnya peran Penyuluh Narkoba sebagai disseminator informasi P4GN kepada masyarakat yang diharapkan secara efektif dapat mengurangi sisi supply dari peredaran narkoba. Diakhir sambutan, Kepala BNN berharap agar seluruh jajaran pencegahan termasuk penyuluh narkoba dapat terus membangun inovasi dan sinergi dalam rangka menghadirkan program pencegahan yang optimal. Untuk itu Kepala BNN meminta Penyuluh Narkoba untuk terus mengasah kemampuan dan keterampilan serta kompetensi di Bidang Penyuluhan Narkoba.

Direktur Informasi dan Edukasi BNN Paparkan Data Pecandu Narkoba Didepan Mahasiswa Baru Seluruh Indonesia

Kementrian Pertahanan Republik Indonesia melului Dirjen Potensi Pertahan menggelar kegiatan Rapat Koordinasi tentang Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi mahasiswa baru di seluruh Indonesia di Hotel Raffles, Jakarta Pusat, kamis 10/6/2021.

Hadir sebagai nasasumber perwakilan dari Kementrian Agama, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, Kemetrian Komunikasi dan Informatika, Polri, Direktur Pencegahan, Deputi Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Direktur Informasi dan Edukasi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Forum Rektor Penguat Karakter bangsa.

Dalam sambutannya Dirjen Potensi Pertahanan, Kementrian Pertahanan Mayjen Dadang Hendrayuda mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan untuk membangun kerjasama dalam melindungi generasi muda dari doktri-doktrin yang merusak seperti radikalisme, penyalahgunaan narkotika dan pornografi.

“Mahasiswa tidak hanya dikenalkan dengan dengan kegiatan adekemik, tetapi juga wawasan kebangsaan dan bela negara agar memiliki sikap mental dan karakter yang kuat, ulet, tangguh jujur dan peduli ujar” Dadang Hendroyuda.

Kaitanya dengan rakoord, Mayjen Dadang Hedrayudo mengutip Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 dimana Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara ujarnya.

Saat ini narkoba ada dimana mana. Banyak sekali kita jumpai. Dan yang menjadi sasaran adalah generasi muda ujarnya.

Hal ini penting dilakukan untuk membentengi dan penyelamatkan calon intelektual muda sebagai generasi emas yang akan membawa Indonesia menjadi negara maju yang bermartabat yang mampu bersaing dengan negara-negara lain di dunia.

Sementara itu Direktur Informasi dan Edukasi, Deputi Bidang Pencegahan BNN, Drs. Iman Soemantri.M.Si mengatakan tentang pentingnya kesadaran generasi muda menghindari penyalahgunaan narkoba.

Diawal paparannya Iman menunjukan data penyalahguna narkoba dimana di dominasi oleh generasi muda berusia berusia 24 – 49 tahun dan sebagian besar penggunanya adalah laki-laki. Ironisnya hanya 4,6% penyalahguna yang menjalani rehabilitasi papar Iman.

Tantangan saat ini lanjut Iman adalah munculnya narkotika jenis baru yang didesain  menyerupai narkotika yang telah ada seperti ganja, kokain, ekstasi, dan lysergic acid diethylamide (LSD).

Iman menjelaskan faktor pemicu seseorang menjadi pecandu narkoba adalah faktor diri, lingkungan dan ketersediaan narkoba.

Adapun upaya mencegah penyalahgunaan narkoba adalah generasi muda harus mampu berkomunikasi yang efektif untuk menolak dan turut aktif dalam memberikan pengaruh positif kepada teman dan lingkungan tutup Iman. (Oscar)

 

Desa Bersinar Siap Diluncurkan Presiden: Deputi Pencegahan BNN Berikan Arahan Kepada Jajaran BNNP dan BNNK

Dalam rangka peluncuran (launching) Desa Bersih Narkoba (Bersinar) menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) oleh Presiden RI Joko Widodo,  Deputi Pencegahan BNN RI Drs. Sufyan Syarif. M.H memberikan arahan kepada seluruh jajaran Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/kota (BNNK) seluruh Indonesia secara virtual, Selasa 8/6/2021 dari Gedung BNN Lantai 3, Jakarta.

Pada kesempatan itu Sufyan Syarif meminta jajaran BNNP dan BNNK seluruh Indonesia untuk mempersiapkan masing-masing satu desa untuk setiap BNNP dan BNNK untuk diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional tanggal 28 Juni 2021.

Sufyan Syarif menyampaikan arahannya kepada jajaran BNNP dan BNNK untuk segera melaporkan kegiatan tersebut kepada Deputi Bidang Pencegahan untuk didata dan laporkan kepada Kepala BNN RI.

“Kegiatan ini serius,  ini merupakan program prioritas nasional yang harus kita kerjakan ajak Sufyan Syarif .

Selain memberikan arahan terkait Desa Bersinar, Jenderal Bintang Dua  ini juga mengarahkan Jajaran BNNP dan BNNK untuk menggelorakan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 dan War On Drugs melalui melalui media cetak dan media elekronik di wilayahnya masing-masing.

“Logo HANI 2021 dan War On Drugs dicetak dan dipasang sebanyak-banyak pada setiap Desa Bersinar dan desa lainnya serta sudut-sudut kota yang strategis untuk menyemarakan HANI 2021. Tujuannya adalah agar Desa Bersinar bergelora di seluruh nusantara tegas mantan Kepala BNNP Jawa barat ini.

Diakhir arahannya ia menyampaikan apresiasi kepala BNN RI kepada seluruh jajaran BNNP dan BNNK atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab khususnya dalam bidang Pencegahan.

“Saya juga menyampaikan salam dan apresiasi dari bapak Kepala BNN RI kepada rekan-rekan semua. Beliau berpesan agar jajaran terus bekerja keras mewujudkan Indonesia bersinar” tutupnya. (Oscar)

Bahasa Kasih Itu Ampuh Menjauhkan Anak dari Narkoba

Manusia memiliki kebutuhan secara lahiriah maupun batiniahnya. Tidak hanya butuh makanan fisik untuk memberikan kekuatan bagi tubuh luarnya namun manusia juga membutuhkan makanan batiniah untuk menguatkan jiwanya. Seringkali terlewatkan oleh kita tentang hal ini dan cenderung mengabaikannya atau mungkin kita kurang paham bagaimana memberikannya.

Banyak terdengar oleh kita bahwa para artis mendekati narkoba dan dibui hingga beberapa tahun, keluar dan mengulanginya lagi. Mungkin juga tetangga atau bahkan keluarga kita sendiri pernah melakukannya. Sebenarnya tindakan mendekati narkoba ini bukan karena mereka kelebihan uang atau untuk kesenangan semata namun terdapat sisi yang kosong dari segi batiniah mereka.

Para pecandu narkoba adalah refleksi dari kurangnya “Bahasa Kasih”  dalam keluarga intinya. Tak hanya pada kalangan borju saja, bisa terjadi di kalangan biasa. Mereka mencari pelarian ke dalam komunitas tersebut untuk merasa dianggap, dan melarikan diri dari dunia nyata hanya untuk melupakan hal yang tidak mereka sukai.

Segala yang terjadi terdapat sebab dan akibat. Sebenarnya ada apa dengan para pecandu hingga terjerumus dalam kehidupan semu tersebut?. saya menemukan empat orang mantan pecandu dan bertanya kepada mereka, pendapat keempatnya hampir sama yaitu tidak diperhatikan, dikucilkan, sering dimarahin, dibandingkan, dan tidak dianggap.

Menurut ahli neuroscience, dr. Aisah Dahlan, otak manusia terdiri dari 100Milyar Neuron, 1000 triliyun byte atau 1 juta gigabyte merupakan jumlah memori yang sanggup disimpan dalam otak manusia selama hidupnya. Dalam format video, 1 juta gigabyte setara dengan video berdurasi 300 juta tahun. Proses pengolahan informasi dalam otak terjadi melalui loncatan informasi antar syaraf satu ke syaraf yang lain dan terjadi dengan kecepatan 400 km/jam, 1 detik ada 2 juta informasi tersambung.

jantung memiliki kekuatan 5 kali lebih besar dari kekuatan otak. Ketika otak manusia menyimpan emosi negatif atau positif, jantung akan merasakan hal yang lebih kuat. Contohnya seperti ingatan tentang cinta yang indah maka jantung merasakannya hingga timbul debar yang kuat dan membuat wajah bersemu merah dan senyuman, karena pompaan darah dari jantung (reaksi jantung ketika mengingat memori). Pada saat memori mengeluarkan ingatan yang menyakitkan debar jantung akan menimbulkan rasa nyeri yang dalam dan membuat reaksi menangis pada mata.

Mengapa manusia bila ditanya hal-hal yang menyakitkan, mereka selalu berkata “jangan diingat lagi”, “jangan ngomongin itu lagi”, dll. Otak berusaha mengubur memori tersebut dalam-dalam, namun tidak melepaskan emosi negatifnya. Orang-orang yang mengalami luka batin saat masa kecil dan remajanya cenderung mengubur memori itu dengan berbagai cara termasuk mendekati narkoba.

Kebutuhan Lahiriah Manusia

Kita sering beranggapan bahwa kesuksesan untuk menopang kehidupan ini dengan banyaknya harta, nama besar, makan dan minum yang mewah, pakaian bagus, mobil mewah, tas bermerk, dll merupakan sumber kebahagiaan. Semua itu hanyalah alat pendukung saja namun bukan sumber utama kebahagiaan. Sumber utama kebahagiaan langsung menyentuh hati dan membuat senyum itu lama berada “disana”.

Benda-benda yang berbentuk ini merupakan alat untuk menuju bahagia. Namun tidak mengisinya. Alat-alat itu dipandang oleh mata dan hanya sampai pada otak, memberikan anak kebutuhannya secara lahiriah sudah merasa cukup, tidak berhenti hanya pada kebutuhan luarnya saja.

Kebutuhan Batiniah Manusia

Sering juga tentunya kita menemukan orang yang hidup pada tahun sebelum milenial ini. Cenderung tegas, otoriter dan merasa tabu dengan pujian, membelai, menemani anak bermain, memberi dukunga penuh. Berbeda dengan masa sekarang yang cenderung lebih mudah karena telah memahami banyak ilmu pengetahuan.

Sesuatu yang abstrak tak terlihat dengan mata namun hati atau jantung merasakannya. Itulah makanan batin makhluk hidup. Perbuatan positif yang langsung mengenai sasaran yaitu hati.

Bahasa kasih ini merupakan makanan batin atau kebutuhan batin manusia. Bila batin tidak diberi makan maka batin akan kosong dan lapar, luka dan bersedih. Pada saat mengalami luka tersebut mata mengirim informasi tersebut kepada otak dan tersimpan selamanya.

Memori negatif itu mengirim signal ke jantung dan mengakibat kebencian yang dalam dan membuat manusia menjadi apatis. Kebencian itu terakumulasi hingga merusak diri sendiri dan orang lain dengan cara mengajak masuk kedalam komunitas tersebut. Menularkan kebiasaan karena memiliki problem yang seolah sama.

Penyebab Narkoba

Kecanduan narkoba ini bermula dari perilaku orang terdekat, mendorong mereka menjauh dari realita. Membiarkan mereka menghadapi hidup sendirian dengan penuh luka yang tidak disadari. Sesuatu yang tidak disadari itu tersimpan di alam bawah sadarnya.

Cara mereka lari dari kenyataan hidup yang membuat mereka terkucil, terhina, tidak dianggap, atau mungkin hal yang sangat remeh menurut kita tapi besar artinya bagi otak dan jantung manusia. loncatan informasi yang sangat kuat ketika mengingat kejadian tersebut tidak mampu dibendung oleh mereka. Sehingga membuat mereka berusaha menguburnya dalam-dalam dengan cara “tidak sadar” menjalani hidupnya.

Mereka hidup dalam level emosi yang sangat rendah dibawah dari level putus asa. Untuk berada pada level manic mereka menggunakan zat terlarang tersebut dan menurut mereka itulah kebahagiaannya. Ketidaktahuan mereka terhadap bagaimana cara untuk bahagia hingga mereka merusak hidupnya sendiri.

Berilah keluarga kita pujian, dukungan yang kuat, sentuhan fisik berupa elusan dan belaian dikepalanya, layani mereka dengan baik, dan beri apresiasi dari setiap perbuatan baiknya kepada orang lain berupa hadiah. Agar mereka merasa keluarganyalah tempat mereka berlari, tidak ada tempat yang lebih baik daripada keluarganya sendiri. Sehingga trauma itu terhenti hanya sampai disitu.

Kalimat pujian mampu memberikan semangat hidup dan enggan untuk merusak dirinya, karena mereka tahu tentang kelebihan yang mereka punyai, dukung agar mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Belai kepalanya, agar mereka tahu bahwa mereka juga bagian dari keluarga itu. Layani dengan baik, agar mereka merasa disayangi dan beri hadiah sebagai apresiasi perilaku baik, karena hadiah adalah sesuatu yang sangat berharga untuk hati mereka.

Penulis: Zairiyah kaoy CH CHt

Deputi Pencegahan BNN Ajak Awak Media Gelorakan #HIDUP100PERSEN

Tagar #Hidup100Persen yang menjadi tagline baru BNN terus digelorakan oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN melalui acara ‘Forum Diskusi Trending Topic di Kalangan Media’. Tagar #Hidup100Persen merupakan inovasi BNN dalam menyampaikan suatu ajakan kepada masyarakat untuk terus Produktif, Sadar, Sehat dan Bahagia. Kegiatan tersebut digelar pada Kamis (22/10) di Ruang Binakarna, Hotel Bidakara dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dengan mewajibkan seluruh peserta dan panitia mengikuti rapid tes dan memakai masker dan menjaga jarak aman.

Deputi Pencegahan BNN, Drs. Anjan Pramuka Putra S.H., M.Hum dalam sambutannya mengatakan selama puluhan tahun masyarakat dicekoki informasi bahaya, akibat serta larangan  berbagai penggunaan Narkoba. Namun kenyataannya penyalahgunaan Narkoba masih saja marak terjadi. Anjan menerangkan bahwa dengan berbagai fenomena yang terjadi tersebut membawa perubahan (re-branding) citra BNN  dalam menggunakan slogan atau tagline baru yaitu #Hidup100Persen sebagai garda utama Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba.

Berbicara mengenai kampanye Nasional, #Hidup100Persen yang digaungkan pada saat HANI (Hari Anti Narkotika Internasional) tahun 2020 ada empat komponen yaitu sadar, sehat, produktif, dan bahagia tanpa Narkoba. BNN mengajak untuk lebih aspiratif dalam menentukan pilihan hidup dan diharapkan menjadi sebuah gerakan massal, terutama bagi para pekerja media dan lingkungan Kementerian/Lembaga untuk bersama-sama digelorakan tagar ini di berbagai lapisan masyarakat”, lanjut Anjan.

Selain itu, kegiatan yang mengambil tema “Menggelorakan Kampanye Nasional #Hidup100Persen, Sadar, Sehat, Produktif, Bahagia Tanpg Narkoba” ini turut mengadirkan Direktur Informasi dan Edukasi BNN, Drs. Purwo Cahyoko, M.Si. Beliau menjelaskan bahwa yang menjadi latar belakang dalam perubahan citra BNN ini karena adanya pembangunan SDM yang unggul yang merupakan salah satu program yang dijalankan dalam 5 (lima) tahun kedepan, kemudian adanya bonus demografi di tahun 2030 – 2040 serta karakter generasi millennial atau generasi Z, “Hal inilah yang bisa dilakukan seorang generasi millennial untuk menjadikan perubahan sebagai teman dalam mencapai tujuan, yang tentunya mengarah kepada pilihan hidup 100 persen. Masyarakat atau kaum millennial ini juga membutuhkan contoh atau role model untuk hidup dengan segala alasan dan motivasi mereka, tanpa Narkoba”.

Pada kesempatan yang sama, pilihan #Hidup100Persen juga menjadi pilihan terbaik bagi Suci Arumsari, Co-Founder dan Director Alodokter yang turut hadir sebagai Narasumber dan berbagi pengalaman pribadi dalam menjalankan gaya hidup 100 persen. “Pada tahun 2011, saya mengalami kelumpuhan dan kecacatan selama 20 hari dan melihat berbagai informasi dari media yang ujung-ujungnya menggunakan obat dan menyerang tulang belakang saya, sehingga bersama dengan rekan saya,  di tahun 2014 kami membangun website Alodokter yang turut mengaktualisasi gaya hidup 100 persen. Dengan informasi-informasi yang kami bagikan melalui artikel bahwa kita perlu menjauhkan diri dari hal yang kurang bermanfaat seperti Narkoba serta Turut berkontribusi untuk menciptakan suasana kondusif di lingkungan sosial, karena kita dapat mewujudkan apapun tanpa Narkoba”, cerita Suci.

Dalam menggelorakan kampanye nasional tagar #Hidup100Persen ini pun, Deputi Bidang Pencegahan mengajak Head of Content Narasi TV, Amanada Velani untuk berbagi ilmu bagi peserta yang hadir dalam mengajak melakukan pilihan gaya hidup 100 persen. “Tujuan membuat kampanye, salah satunya adalah menarik animo masyarakat dan mengukur keberhasilan apakah kampanye kita berhasil atau tidak. Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah kita harus mengerti target audience. Setelah itu, perlu membangun konten-konten yang inspiratif kepada masyarakat khususnya generasi Z supaya mereka bisa men-share kembali tagar yang sudah kita buat tersebut”, terang Amanda. Pada akhirnya, dibutuhkan kekonsistenan untuk membuat konten karena dengan membagikan real content, kita bisa membagikan penampilan yang menarik sehingga tagar #Hidup100Persen akan diingat dan menggelora bagi masyarakat dan mulai melakukan gaya hidup 100 persen untuk sadar, sehat, produktif dan Bahagia tanpa Narkoba di lingkungan kita masing-masing, tutup Amanda.

Peserta yang berjumlah 100 dari berbagai kalangan media, blogger, kementerian/Lembaga ini diharapkan dapat ikut menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam hal ini BNN, kepada masyarakat untuk bersama-sama memiliki pilihan #Hidup100Persen

Anjan Pramuka: NPS Harganya Murah Tapi Efeknya Sangat Membahayakan

Kamis (22/10) LSM Gerakan Nasional Anti Narkona (Granat) bersama Universitas Ubhara Jaya menggelar  Webinar dengan tema “Waspada Ancaman Narkoba Jenis Baru”.  Hadir sebagai narasumber Deputi Pencegahan BNN Drs, Anjan Pramuka Putra, SH. M, Hum.

Dalam paparannya Anjan mengatakan saat ini sudah beredar ratusan New Psychoactive Substances (NPS) di dunia. Sementara di Indonesia lanjut Anjan sudah ditemukan 77 jenis dan 73 diantara sudah diatur dalam Perarturan Mentri kesehatan sedangkan 4 jenis lainnya masih dalam proses sambung. Saat ini Indonesia merupakan urutan kelima sebagai konsumen NPS terbanyak.

Munculnya narkoba jenis baru adalah cara sindikat menghindari peraturan yang berlaku disebuah negara jelas Anjan.

“Sebelum narkoba tersebut dierdarkan sindikat mempelajari dulu Undang-Undang yang berlaku di suatu negara. Mereka akan membuat NPS yang kandungannya tidak ada dalam undang-undang sambung Anjan.

Narkoba jenis baru tersebut menurut Anjan harganya lebih murah tapi efeknya sangat berbahaya. Bahkan daya rusaknya 13 lipat dari narkoba yang kita kenal ujar Anjan.

“Efek dari NPS tersebut bisa membuat penggunanya bunuh diri karena paranoid dan ketakutan yang berlebihan” sambung  Anjan

Untuk mengantisipas masuknya NPS, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan seluruh jajaran dari pusat sampai daerah agar berada dalam satu garis agar berperang melawan narkoba. Pada kesempatan tersebut Anjan mengapresiasi Granat dan Ubhara yang telah menyelenggarakan Webinar tersebut.