Mengetahui Faktor Resiko dapat Mencegah Penyalahgunaan Narkoba dalam Keluarga

    0
    48

     

    Jumat 2 Mei 2014, JAKARTA – Keluarga sebagai sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki tanggung jawab yang besar dalam sosialisasi kepribadian anak menuju masa dewasa. Keluarga juga di anggap sebagai wahana yang tepat untuk menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba sejak usia dini.

     

    Hal itu di katakan Deputi Pencegahan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Yappi Manafe saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan wartawan TVRI dan RRI di Aula Ruang Rapat, Lantai 8, RRI, Jakarta, Selasa (29/4)

    Pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah upaya yang dilakukan terhadap faktor-faktor yang berpengaruh atau penyebab, baik secara langsung maupun tidak langsung ujar Yappi.

     

    Menurut Yappi, ada dua metode pencegahan yang bisa di terapkan dalam keluarga untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Metode pertama adalah metode protektif yaitu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Metode kedua tambah Yappi adalah faktor resiko, sebagai orang tua kita harus tau faktor-faktor yang menyebabkan penyalahgunaan narkoba. Dengan mengetahui factor-faktor itu lanjut Yappi keluarga kita bebas dari penyalahgunaan narkoba. salah satu faktor resiko yang di maksudkan Yappi adalah Pola komunikasi yang negatif dalam keluarga. Orang tua sering kali merendahkan anaknya. Menganggap anak kurang pintar dan suka membanding-banding dengan anak yang lain. Orang tua juga jarang sekali memberikan pujian kepada anak. Hal ini sangat berpontensi anak menjadi pengguna narkoba jelas Yappi.

     

    Selain itu lanjut Yappi, orang tua harus melakukan supervisi kepada anaknya. Orang tua harus harus tau anaknya berteman dengan siapa tandas Yappi.

    TVRI dan RRI yang memiliki jaringan informasi yang luas di minta Yappi untuk melakukan kampanye dan juga edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana mencegah dan melindungi keluarga dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba yang semakin mengkhawatirkan.

     

    Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah, Deputi Bidang Rehabilitas, Ida Oetari Purnamasasi menjelaskan saat ini Indonesia di hadapkan pada 4 juta pecandu narkoba. Jumlah ini  sangat banyak ujar Ida.

    Solusi yang harus di ambil menurut Ida adalah mengobati atau rehabilitasi rehabilitasi mereka (pecandu) agar tidak lagi mengalami ketergantungan terhadap barang itu. Selama masih ada pecandu narkoba, maka narkoba ilegal akan terus beredar di masyarakat tambah Ida.

     

    Saat ini BNN gencar melakukan penyelamatan kepada pecandu narkoba agar mau di rehabilitasi. Tahun 2014 di canangkan BNN sebagai Tahun penyelamatan pengguna narkoba. masyarakat dan pecandu narkoba di minta untuk melaporkan diri kepada Institusi penerima wajib lapor untuk mendapat layanan rehabilitasi dan rehabilitasi.

    Namun yang menjadi persoalan tambah Ida, masyarakat masih enggan untuk melapor karena merasa takut dan menganggap pecandu narkoba sebagai aib dalam keluarga. Hal ini yang penyebabkan prevalensi penyalahguna narkoba terus mengalami peningkatan tutup ida. (osc)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here