Imbas Penyalahgunaan Narkoba, Jambi Darurat HIV
galeri


Masalah penyalahgunaan narkoba di Jambi menjadi perhatian serius Badan Narkotika Nasional (BNN) di daerah ini. Sebab, dari hasil survei dan penelitian pada 2017, penyalahgunaan narkoba di Jambi masuk peringkat empat secara nasional.

Padahal, dari hasil riset yang dilakukan Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) Universitas Indonesia bersama BNN RI, sebelumnya, Jambi hanya menduduki peringkat 24 nasional kasus penyalahgunaan narkoba.

"Miris, ini sangat memprihatinkan penyalahgunaan narkoba di Jambi. Harus ada koordinasi dan sinergi dari seluruh pihak terkait," ujar Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol Toha Suharto saat menggelar jumpa pers di markas BNN Provinsi Jambi, Selasa, 30 Januari 2018 lalu.

Toha menjelaskan, secara nasional, hasil survei yang dilakukan Puslitkes Universitas Indonesia dengan BNN RI memperlihatkan, selalu terjadi peningkatan hingga 61 persen lebih penggunaan narkobadengan populasi penduduk dari usia 10 hingga 59 tahun.

Dari survei itu juga, satu dari lima pengguna narkoba ditemukan pernah menjadi kurir, dan satu dari 10 orang pengguna pernah mengalami overdosis dan satu dari 20 orang pernah direhabilitasi.

Rehabilitasi, kata Toha, juga tidak begitu saja menyelesaikan masalah. Ada yang setelah selesai direhabilitasi kembali menggunakan narkoba.

"Indeks biaya rehabilitasi juga cukup tinggi. Untuk satu orang saja dalam sehari menelan biaya Rp 200.000," ujar Toha.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak terkait serta masyarakat saling bergandengan tangan dalam menekan penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta tidak ada kata toleransi terhadap peredaran narkoba.

Dia mengungkapkan, narkoba itu tidak hanya menghinggapi kalangan tertentu, tetapi hampir semua kalangan, mulai dari kelas atas hingga terbawah. 

Log Out ?

Are you sure you want to log out?

Press No if youwant to continue work. Press Yes to logout current user.