Page 1 of 2

Sebagian orang berpendapat bahwa meditasi adalah aktivitas yang menjenuhkan. Posisi duduk sila sambil mengatur pernapasan dan fokus pikiran dianggap tidak mudah. Dibutuhkan konsentrasi penuh, ketenangan dan ruangan yang kondusif untuk melakukannya. Padahal kegiatan ini dapat dilakukan tanpa biaya atau peralatan khusus sehingga memudahkan siapapun untuk melakukannya. Berikut ini manfaat meditasi yang perlu diketahui:

Meredakan Stress

Banyaknya beban pikiran dan persoalan yang belum dapat terselesaikan terkadang membuat seseorang menjadi stres. Dalam keadaan seperti ini, meditasi sangatlah berguna. Para peneliti menemukan bahwa semua peserta yang berlatih meditasi lebih tenang dan tidak stres dibandingkan dengan orang yang tidak bermeditasi (kutipan dari hellosehat.com). Dengan meditasi seseorang akan mendapatkan ketenangan karena mereka mampu mengontrol emosinya.

Kesehatan Jantung

Salah satu tahapan meditasi ialah mengatur pernafasan. Tahap ini mampu mengontrol tekanan darah sebab oksigen yang dialirkan ke seluruh bagian tubuh melalui darah menjadi lebih lancar. Hal ini juga menurunkan resiko penyakit jantung.

Meregangkan Otot

Dengan posisi duduk yang tegap sembari mengatur nafas, meditasi dipercaya dapat merilekskan otot-otot yang kaku, khususnya bagian tulang belakang yang sering membawa beban berat atau duduk terlalu lama selama bekerja. Posisi ini membantu meregangkan sendi-sendi yang kaku sehingga tubuh menjadi lebih sehat.

Menghindarkan Diri dari Kebiasaan Buruk

Melalui meditasi, seseorang diajarkan untuk mengatur konsentrasi dan membebaskan pikiran dari hal-hal negatif. Meditasi  dapat membantu mengalihkan diri dari kebiasaan buruk, misalnya, waktu yang semula terbuang sia-sia untuk kegiatan yang tidak bermanfaat seperti clubbing, atau menggunakan obat-obatan terlarang dapat dipergunakan untuk bermeditasi. Selain itu, pikiran pun akan terfokuskan pada tahapan meditasi lain seperti olah nafas dan rasa.

Dari empat manfaat di atas, dapat dilihat bahwa meditasi tidak hanya berguna bagi kesehatan fisik tetapi juga psikis. Seseorang dapat merasakan manfaat meditasi apabila dilakukan dengan rutin dan teknik yang benar. Cobalah mengikuti kelas meditasi apabila belum dapat melakukannya sendiri dan ajak teman untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang positif. (asri)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Menjadi pribadi yang easy going dan memiliki banyak teman adalah hal yang menyenangkan. Apalagi kamu juga seorang yang mudah beradaptasi di lingkungan baru. Semua orang akan menerima dan mengenal kamu sebagai sosok yang asyik dan seru. Tetapi ada yang perlu diingat, bahwa dalam lingkungan pergaulan tidak semua orang memiliki kepribadian yang positif. Banyak dari mereka yang justru akan memberikan pengaruh buruk. Misalnya, jika beberapa teman kamu adalah pemakai narkoba, pastilah kamu akan terkena efeknya. Untuk itu kenali tanda-tanda bahwa temanmu adalah seorang pecandu narkoba.

Emosional

Mereka yang menggunakan narkoba umumnya menjadi cepat marah dan tersinggung. Mereka tidak dapat mengontrol emosinya dengan baik. Salah bicara sedikit, membuatnya naik darah. Apalagi jika ia sedang dalam pengaruh obat, emosinya yang tidak stabil dapat menyebabkan perkelahian.

Bersikap Aneh

Seorang pecandu narkoba memiliki sikap yang tidak dapat ditebak. Terkadang menjadi sosok yang pendiam, kadang banyak bicara tapi disisi lain bisa menjadi sangat pemurung. Apalagi dibawah pengaruh narkotika pembicaraannya pun cenderung ngelantur.

Paranoid

Suatu gangguan kepribadian dimana seseorang yang menderita paranoid merasa dirinya dikejar. Memiliki tingkat kepercayaan rendah, yang menyebabkan ia sulit bekerja sama dengan orang lain. Dalam kasus ini, seorang pecandu narkoba sering mengalami halusinasi berlehebihan.

Manipulatif

Adalah tindakan curang yang dilakukan seseorang agar ia mendapat apa yang diinginkannya. Dalam hal ini seorang pecandu kerap kali berbohong demi mendapatkan barang haram tersebut, dengan cara apapun. Bahkan pertemanan yang terjalin lamapun tidak akan berarti karena seorang pengguna dapat dengan mudah memaksa meminjam uang untuk membeli barang haram narkotika.

Itulah beberapa hal yang mudah dideteksi apabila teman kamu adalah seorang pecandu narkoba. Kenali mereka sebisa mungkin agar kamu tidak ikut terjerumus dalam dunia gelap tersebut. Penting sekali bagi para generasi muda untuk memperluas pergaulan dan memperbanyak relasi karena sejatinya manusia tidak mungkin hidup sendiri. Namun yang lebih penting lagi, pintar-pintarlah dalam berteman.

(Asri Gartika)

Mengetahui bahwa seorang wanita sedang mengandung buah hati tercinta adalah hal yang sangat membahagiakan. Apalagi jika kehadiran seorang anak sudah lama dinantikan. Semua calon ibu akan sangat menjaga janin dalam kandungannya dan memperhatikan tiap asupan makanan yang ia konsumsi. Namun, bagaimana jadinya jika ibu tersebut adalah seorang pecandu narkoba?

Saat seorang wanita sedang mengandung, apapun yang dikonsumsinya juga turut dikonsumsi si janin melalui aliran darah ke plasenta. Oleh sebab itu, narkoba yang dikonsumsi oleh ibu hamil tidak hanya berbahaya bagi dirinya sendiri, namun juga memiliki efek buruk bagi si buah hati. Bahkan efek buruk penyalahgunaan narkoba oleh ibu hamil  ini juga akan dirasakan hingga si kecil tumbuh dewasa. Lalu apa sajakah dampaknya?

Saat masa kehamilan, janin sangat rentan keguguran hingga berakibat janin mati dalam kandungan. Kelainan atau cacat fisik juga dapat terjadi apabila bayi telah lahir. Jika ibu mengonsumsi narkoba dengan cara diminum, bayi juga ikut mengonsumsinya melalui ASI. Dampaknya, pertumbuhan dan daya tahan tubuh si bayi sangat lemah, ia rentan terkena penyakit. Sementara, apabila si ibu menggunakan jarum suntik sebagai media untuk pemakaian narkoba, bayi akan mudah tertular HIV dan Hepatitis C. Saat tumbuh dewasa, si anak cenderung mudah gelisah, tidak dapat berkonsenterasi dengan baik, tidak dapat mengontrol emosi dan masalah lainnya.

Penting untuk diketahui, bahwa seorang wanita yang sedang hamil kondisi fisiknya lebih rentan dibanding wanita normal. Para dokter kandungan menganjurkan agar wanita hamil banyak mengonsumsi sayur, buah-buahan segar dan susu. Tidaklah dianjurkan untuk minum obat-obatan secara berlebihan, apalagi narkoba. Sebab efek buruk bukan hanya dirasakan oleh sang ibu tetapi juga bayi dalam kandungannya hingga si bayi tumbuh dewasa.

Asri Gartika

Oleh: Asri Gartika

Pentingnya komunikasi dan interaksi orang tua dengan anak menjadi kunci utama dalam membangun kedekatan emosional. Komunikasi yang baik mempengaruhi pembentukan karakter anak dalam perkembangannya. Anak menjadi lebih terbuka dan menganggap orang tua selayaknya teman sebagai tempat bercerita. Namun, dewasa ini sering kali ditemukan adanya gap antara anak dan orang tua yang disebabkan minimnya rasa percaya dan komunikasi. Terlebih, pergaulan anak zaman sekarang kerap kali lepas dari pengawasan orang tua.

Mengatasi hal tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mendekatkan diri dengan anak. Agar tak terasa kaku, orang tua dapat mengadakan perjalanan wisata atau family trip. Dalam waktu-waktu senggang ajak si anak berbicara dengan santai, salah satunya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Sebab, orang tua tidak pernah tahu pergaulan anak di luar rumah dan seperti apa teman-temannya.

Salah satu bentuk komunikasi yang dapat dilakukan saat family trip adalah dengan mengingatkan si anak untuk tidak menerima apapun dari orang yang tidak dikenal, memperingati mereka sedini mungkin untuk tidak merokok serta dampak yang akan didapatkan apabila hal tersebut tetap dilakukan. Menolak secara halus apabila ditawari minuman beralkohol atau diajak ke club malam.

Mendeteksi masalah narkotika sedari dini dapat dimulai dari lingkup lingkungan yang paling kecil, seperti keluarga. Peran keluarga dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sangatlah penting. Selain itu, orang tua kerap kali kecolongan atas perilaku anak yang kemudian dianggap menyimpang atau aneh. Atas dasar itu lah, family trip dapat dipilih sebagai salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Buatlah suasana sesantai mungkin dan perlakukan si anak layaknya teman. Sehingga si anak tidak merasa tertekan.

#HANI2018 #ListenFirst #WorldDrugDay #stopnarkoba #cegahnarkoba

Sejak pukul 03.30 WIB dinihari geliat aktivitas di pesantren Al Iman sawangan elok kota Depok telah dimulai. Terlihat sosok seorang pemuda bertubuh tinggi dan berkulit putih melaksanakan shalat Tahajud dan muroja'ah atau mengulang hafalan di mushola pesantren tersebut. Dona, nama pemuda tersebut adalah salah satu santri program tahfidz yang berasal dari Jambi. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya di pertengahan tahun 2017, pemuda 25 tahun ini melanjutkan program menghafal Al-Qur’an selama 2 tahun atas saran guru ngajinya di Jambi.

Ditemui di pesantren Al-Iman, Dona menceritakan bagaimana perkembangan penyalahgunaan narkoba di Jambi sudah marak terjadi, bahkan beberapa teman yang dikenalnya juga ikut sebagai pecandu narkoba. Dona amat bersyukur dengan kesibukannya di pesantren ini sehingga dapat mencegah dirinya dari godaan untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Ia berpesan kepada seluruh pemuda Indonesia terkhusus di Jambi untuk memperbanyak kegiatan positif, terutama dalam hal keagamaan. Karena waktu yang dihabiskan dalam kegiatan keagamaan jauh lebih berkah dan akan mendatangkan kebaikan.

Sobat cegah, dalam menolak perilaku penyalahgunaan narkoba hendaklah dimulai dari diri sendiri. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menyibukkan diri melalui hobi atau kegiatan bermanfaat lainnya. Apa yang dilakukan oleh Dona adalah salah satu dari sekian banyak kegiatan positif yang dapat kita lakukan. Karena kita tidak tahu kapan dan bagaimana datangnya godaan untuk melakukan penyalahgunaan narkoba.

Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa akan membentuk pribadi yang kuat dan penuh motivasi untuk menjaga perilaku sesuai perintah yang telah ditetapkan. Seseorang yang sadar bahwa hidup ini hanya sementara dan setiap detik yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban maka tentu akan berpikir untuk melakukan perbuatan yang sia-sia. Sudah saatnya pemuda Indonesia berpikiran maju ke depan untuk mengisi kemerdekaan sesuai dengan harapan dan cita-cita para pahlawan terdahulu yaitu hidup merdeka tanpa penjajahan, termasuk merdeka dari ancaman narkoba.

#cegahnarkoba  #stopnarkoba

* Penulis : Helmi Murvikal (Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, BNNK Gayo Lues, Aceh)

Belum lama ini Petugas Bea Cukai Palembang bekerja sama dengan BNN Prov Sumsel dan Dit Narkoba Polda Sumsel berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 10 kapsul atau seberat 489 gram. Aksi tersebut merupakan satu di antara sekian banyak upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Tak sedikit yang berpendapat bahwa, maraknya penyebaran narkoba di Indonesia merupakan bentuk instrumen perang modern (proxy war) oleh negara asing. Tujuannya tak lain adalah untuk menggerogoti Indonesia lewat hancurnya mental generasi mudanya.

Sebesar 27,32 persen dari jumlah pengguna narkoba di Indonesia berasal dari pelajar dan mahasiswa. Tak hanya itu, persentase tersebut mengalami pertambahan setiap tahunnya.

Tingginya angka penyalahgunaan obat terlarang pada kaum muda di Indonesia ini sangat dipengaruhi oleh pergaulan. Selain itu, pelajar dan mahasiswa memang menjadi target atau sasaran utama para pengedar narkoba.

Hingga kini penyebaran narkoba boleh dikatakan hampir tak bisa dicegah. Mengingat banyaknya kaum muda Indonesia yang dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa di daerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan geng.

Namun bukan berarti penyebarannya tidak bisa dilawan. Melawan penyebaran narkoba tidak bisa bergantung pada instansi pemerintah saja, keluarga dan masyarakat harus turut aktif juga. Berikut sedikit tips upaya mencegah meluasnya penyebaran narkoba di kalangan pemuda Indonesia.

  1. Dukungan moral

Masyarakat, orang tua dan kerabat dekat harus memberi dukungan moral yang positif tentang pemahanan bahaya narkoba di masa depan.

  1. Dukungan instansi pendidikan

Isntansi pendidikan, baik pengajar maupun seluruh elemen yang terkait harus turut memberikan penyuluhan akan dampak negatif narkoba bagi kualitas otak dan kecerdasan mereka.

  1. Memberikan informasi dampak negatif narkoba sedini mungkin

Tak hanya remaja, anak-anak usia dini seringkali juga menjadi sasaran peredaran narkoba. Keluarga tak perlu menunggu anak menginjak usia remaja baru memberikan informasi tentang bahaya narkoba. Sedini mungkin ditanamkan akan menjadi modal besar anak di masa mendatang untuk melindungi dirinya dari jerat narkoba.

  1. Tak perlu “dipingit”

Takut sang anak terkontaminasi narkoba itu sah-sah saja, namun mengekang kebebasan anak juga tidak serta merta menjadi jawaban. Jika dikekang, anak akan cenderung melawan atau membrontak dan berujung pada pencarian pelampiasan. Kondisi ini yang membuat usia remaja menjadi semakin rentan. Memberikan informasi dan dukungan moral positif, serta mengarahkan ke hal-hal dan kegiatan positif adalah cara yang paling tepat.

  1. Kembangkan potensi anak se-optimal mungkin

Mengarahkan anak ke kegiatan-kegiatan yang lebih positif seperti diikut sertakan pada komunitas yang sesuai dengan hobinya. Namun jangan lupa hal itu adalah sebuah bentuk dukungan mengoptimalkan potensi, jangan lantas dilepas tanpa pengawasan dan arahan.

Demikianlah setidaknya lima hal yang bisa dilakukan sebagai keluarga dan bagian dari masyarakat untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran narkoba di kalangan remaja. Bentuk dukungan yang tepat dari semua elemen masyarakat akan membuat kaum muda merasa percaya diri untuk melindungi diri mereka dari pengaruh narkoba.

Memang tak bisa dijadikan acuan, namun menjadi tokoh publik menjadi salah satu pintu masuknya penyalahgunaan narkotika dalam hidupnya. Sebut saja sederetan nama besar dari dunia musik, seni peran bahkan tokoh politik hingga tokoh pemerintahan, kerap terjerumus dalam jeratan obat terlarang tersebut.

Memang siapa saja berisiko besar terjerat narkoba, apalagi dengan kondisi mental digempur deretan stres dan depresi. Lantas apa yang menjadi faktor banyaknya tokoh publik kerapkali terlibat dalam kegiatan penyalahgunaan narkotika? Berikut rangkumannya

  1. Tekanan pekerjaan

Menurut keterangan beberapa tokoh yang tertangkap karena kasus narkoba, alasan kenapa mereka menggunakan barang terlarang tersebut karena tekanan pekerjaan. Mereka mengkonsumsi narkoba umumnya karena keletihan, kurang percaya diri dan sebagainya.

Pada dunia seni peran dan musik, biasanya memanfaatkan barang terlarang tersebut sebelum tampil di depan umum. Beberapa jenis memang dipercaya bisa meningkatkan percaya diri. Namun, ada pula obat terlarang yang difungsikan sebagai penenang. Sepinya tawaran kerja tak jarang membuat seseorang frustasi hingga akhirnya terjerumus di dunia narkoba.

  1. Narkoba sudah dianggap gaya hidup

 

Hal itu karena narkoba memang sudah dianggap sisi dari gaya hidup. Banyak di tokoh publik yang menganggapnya sebagai hal biasa.

Jika dulu, hanya orang-orang berpenampilan urakan yang biasa bersentuhan narkoba, namun saat ini begitu banyak orang yang terlihat rapi namun ternyata juga menggunakannya. Fatalnya, sebagai tokoh publik tentu memiliki banyak pengikut atau penggemar, dikhawatirkan mereka juga menganggap jika penggunaan narkoba adalah hal yang biasa.

  1. Memang diincar bandar narkoba

BNN sendiri telah mensinyalir bahwa bandar narkoba memang membidik para tokoh publik khususnya artis sebagai strategi marketing peredaran barang terlarang itu. Para pengedar memang melihat potensi pasar yang cukup menjanjikan di kalangan artis.

Selama ini, para pengedar melihat begitu banyak artis yang dinilai artis yang ‘membutuhkan’. Seperti dibahas sebelumnya bahwa narkoba tertentu memang dipercaya bisa meningkatkan rasa percaya diri. Hal tersebut yang dijadikan peluang bagi para pengedar untuk melancarkan bisnis mereka.

  1. Punya banyak uang

Memiliki banyak uang adalah salah satu alasan kenapa para seseorang menjadi incaran para pengedar narkoba.

Oleh sebab itu, para bandar narkoba menganggap jika menjual di kalangan atas akan menghasilkan keuntungan besar.

  1. Pergaulan bebas

Gaya hidup bergelimang kekayaan yang cenderung mengarahkan seseorang pada pergaulan tanpa batas. Tipe pergaulan seperti ini acap kali membawa seseorang sangat rentan terjerumus pada jeratan narkoba.

Mereka sadar bahwa barang tersebut akan mendatangkan mudarat bagi kehidupannya, tapi seringkali tawaran menggunakan akan sulit ditolak apabila datang dari lingkar pertemanannya.

Itulah lima alasan kenapa dunia tokoh publik begitu rentan dengan jerat narkoba. Beberapa kalangan khususnya artis dan pemusik seringkali mudah disusupi narkoba. Kendati demikian, bukan berarti terjun di dunia hiburan itu buruk, masih banyak artis dan pemusik yang mampu menjaga diri.

Penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), tidak pernah membawa dampak positif. Pasalnya, penggunanya jadi rentan terhadap banyak risiko, salah satunya HIV/AIDS--penyakit yang hingga kini, belum bisa disembuhkan.

Data yang dikeluarkan World Drug Report (2016) menyebutkan, setidaknya satu dari tujuh pengguna narkoba menderita penyakit HIV/AIDS. Kemungkinan seseorang terjangkit penyakit mematikan ini bahkan akan meningkat sebanyak tiga kali lipat, terlebih jika ia mengonsumsi kokain dengan cara menyuntikkannya ke dalam tubuh.

Sementara itu, penyebaran HIV/AIDS di kalangan pemadat termasuk cepat, lantaran didukung hubungan seksual berisiko (tidak menggunakan kondom/pengaman). Masalah lain muncul, sebab gairah seksual pengguna narkoba biasanya merupakan dampak dari narkoba itu sendiri. Adapun penggunaan narkoba jenis kokain, methamphetamine, dan inhalasia nitrit mendorong si pemakai untuk melakukan hubungan yang berisiko.

Tidak Berhenti

Risiko semakin bertambah, apabila perempuan yang berhubungan badan dengan pemakai hamil. Kendati tidak 100%, dapat dipastikan bayi yang ada di dalam kandungan memiliki risiko besar terjangkit virus HIV. Adapun risiko lain yang mungkin dialami, yakni tumbuh kembang yang tidak sempurna (cacat bawaan) atau justru terlepasnya plasenta sebelum melahirkan. Itu sebabnya, segera lakukan pemeriksaan menyeluruh pada ibu dan bayi, agar keduanya bisa melahirkan dalam kondisi sehat.

Selain HIV/AIDS, laporan yang sama juga merilis fakta mengejutkan, yakni sebanyak 50% pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik, pasti menderita penyakit Hepatitis C. Penyakit ini sulit dideteksi karena gejala yang ditunjukkannya termasuk ringan, seperti mual, pusing, kehilangan nafsu makan, cepat lelah, dan warna mata serta kulit berubah menjadi lebih kuning. Tanpa penanganan yang tepat, penderita Hepatitis C dapat mengalami kanker hati maupun sirosis. Jika sudah begini, transplantasi hati merupakan satu-satunya jalan keluar

Narkoba sudah seperti penyakit yang kian mewabah dan dapat menjangkiti siapa pun. Ia tak pandang bulu, miskin atau kaya, muda atau tua dapat menjadi korbannya. Terlebih, di Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang banyak dan wilayah yang amat luas, negara ini telah menjadi pangsa pasar bagi peredaran narkoba. Hal ini tentunya meresahkan semua pihak, karena narkoba bukanlah barang yang dapat membawa kebaikan, melainkan keburukan di semua aspek.

Mengantisipasi peredaran barang haram ini tentunya bukan hanya tugas dari aparat yang berwenang saja, melainkan juga semua pihak. Masyarakat perlu tahu dan paham posisinya dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan ikut aktif dalam sosialisasi yang dilakukan di lingkungan-lingkungan, seperti sekolah dan kampus.

Mengapa kedua tempat ini penting?

Karena banyak usia pelajar dan mahasiswa yang dijadikan target dari pemasaran narkoba. Rasa ingin tahu mereka di usianya membawa mereka untuk mencoba segala hal, dan narkoba bisa sangat mungkin salah satunya. Maka tak mengherankan bila kampus sering dijadikan arena transaksi jual-beli narkoba. Seperti halnya terungkapnya penyalahgunaan narkoba di kampus Universitas Nasional (Unnas), Jakarta.

Dalam kasus ini, aparat menemukan 8,5 kilogram ganja, berpuluh-puluh senjata tajam, serta alat kontrasepsi. Hal ini tentunya ikut mencoreng nama institusi pendidikan dan telah meresahkan siapa pun. Bagaimana tidak, kampus yang seharusnya menjadi tempat mencetak generasi penerus bangsa telah berubah menjadi sarang kotor tempat jual-beli barang yang dapat membahayakan jiwa dan raga seseorang.

Pihak kampus tentunya lagi-lagi harus paham akan masalah ini. Jangan bersikap acuh dan percaya diri bahwa narkoba tak akan menghampiri institusinya. Peraturan yang telah ada dan ditujukan kepada mahasiswa, janganlah dijadikan hanya sebagai wacana semata, namun juga harus diterapkan. Pengawasan perlu dilakukan dengan baik. Pada hakikatnya, peredaran narkoba kini tak hanya di tempat-tempat hiburan malam, karena institusi pendidikan pun bisa saja tak luput dari bahayanya.

Pengedar narkoba akan datang dengan tangan terbuka dan senyum merekah bagi siapa pun yang mau membeli barang haram tersebut. Mereka akan memakai 1001 rayuan demi meyakinkan Anda untuk membeli narkoba. Namun, harus dipahami bahwa yang mereka lakukan adalah rayuan palsu.

Sebuah penelitian menunjukkan, alasan utama seseorang menggunakan narkoba adalah dorongan dari teman-temannya. Oleh sebab itu, pengedar narkoba selalu datang bak penolong atau teman baik yang perhatian dengan Anda. Namun, motif utama bukanlah untuk menolong, melainkan menjadikan Anda sebagai sapi perahan. Ya, sekali saja menggunakan narkoba, maka efek ketergantungan atau ketagihan akan membuat pemakai rela mengeluarkan uang berapa pun demi kenikmatan sesaat. Tidak berbeda seperti sapi perah.

Menurut Yayasan Dunia Bebas Narkoba, para pengedar memang menargetkan orang-orang yang sedang dalam kondisi terpuruk. Misalnya saja orang yang baru putus cinta, mereka yang baru dipecat dari pekerjaan, maupun orang yang sekadar ingin terlihat beken. Orang-orang seperti itulah merupakan mangsa empuk pengedar narkoba.

Salah satu rayuan para pengedar narkoba adalah, “Ayo pakai ekstasi karena barang ini akan membuat Anda populer dalam pertemanan.”

Padahal, patut dipahami, para pengedar merupakan hamba uang. Mereka tidak akan memikirkan nasib Anda, andai ketergantungan akan narkoba menghabiskan seluruh harta kekayaan. Begitu pula dengan kesehatan, para pengedar tidak ambil pusing bila ada kliennya yang meninggal akibat overdosis (OD).

Adapun salah satu cara untuk menangkis rayuan pengedar narkoba adalah memiliki pengetahuan yang cukup tentang obat-obatan terlarang ini. Kadang kala pengedar tidak akan secara gamblang mengatakan menjual narkoba, melainkan mengaku menjual vitamin. Pengetahuan ini penting untuk membentengi Anda dari bahaya narkoba.

Page 1 of 2
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…