yono

yono

Page 2 of 15

Beredarnya video di Instagram mengenai seorang pria yang tengah berlarian dan berteriak-teriak di jalan sempat membuat heboh dunia maya. Peristiwa yang terjadi di Florida, Amerika Serikat pada tahun 2016 silam itu memperlihatkan efek dari penggunaan narkoba jenis Flakka. Efek penggunaan Flakka ini menunjukan pemakainya yang berperilaku seperti zombie, mereka akan melukai siapa saja yang ditemuinya. Bahkan ada korban yang dinyatakan meninggal dunia setelah diserang seseorang yang diduga dalam pengaruh Flakka.

Dilansir dari laman tempo.co Flakka merupakan senyawa kimia yang berbentuk kristal dan berwarna putih menyerupai garam mandi. Flakka berasal dari Cina yang juga dikenal dengan nama Gravel. Beberapa sumber menyebutkan efek penggunaan Flakka lebih bahaya dibanding dengan Kokain.

Konsumsi Flakka membuat mereka tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri. Sehingga menyebabkan mereka bertingkah sangat brutal layaknya zombie. Flakka juga dapat merusak hormon dan menyerang pembuluh darah. Apabila dikonsumsi terus menerus, Flakka membuat penggunanya mengalami kerusakan otak yang mengakibatkan kematian.

Dampak dari penyalahgunaan penggunaan Flakka tidak hanya dirasakan individu yang bersangkutan namun juga merugikan dan membahayakan orang lain. Selain menyerang orang yang berada di dekatnya, pemakai juga akan melukai dirinya dengan memukul-mukul tubuhnya sendiri.

Masyarakat Indonesia harus lebih waspada terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Apabila menemukan kasus seperti diatas jangan ragu untuk melaporkannya kepada pihak berwajib. (asri)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang belum tuntas membuat Presiden Joko Widodo mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahun 2018-2019. Inpres tersebut bertujuan untuk penguatan dan memaksimalkan kegiatan dalam Pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Inpres tersebut ditanda tangani oleh Presiden pada tanggal 28 Agustus 2018 di Jakarta.

Badan Narkotika Nasional (BNN) ditunjuk sebagai salah satu lembaga yang bertanggung jawab terkait rencana aksi nasional P4GN. BNN juga akan bekerjasama dengan lembaga pemerintahan yang terkait seperti, Kemenkes, Kemendagri, Kemensos dan lain-lain.

Rencana Aksi Nasional P4GN yang dimaksud adalah kegiatan atau upaya yang dilaksanakan dalam rangka mencegah penyalahgunaan, peredaran dan prekusor narkotika. Adapun bentuk dari rencana aksi nasional P4GN dapat berupa sosialisasi bahaya narkotika di kalangan remaja (Sekolah & Universitas), pada sarana dan prasarana transportasi, misalnya dengan memasang slogan anti narkotika di moda transportasi, mendirikan pusat informasi edukasi Narkotika, Psikoropika, dan zat Adiktif (NAPZA).

Dalam menjalankan Impres nomor 6 tahun 2018, seluruh lembaga pemerintah yang terkait harus saling berkoordinasi dengan baik. Keberhasilan diraih ketika seluruh pihak dapat berperan aktif sesuai tugasnya.

Inpres ditujukan kepada: 1. Para Menteri Kabinet Kerja: 2. Sekretaris Kabinet; 3. Jaksa Agung; 4. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia; 5. Panglima Tentara Nasional Indonesia; 6. Kepala Badan Intelijen Negara; 7. Para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian; 8. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara; 9. Para Gubernur; dan 10. Para Bupati/Wali kota seluruh Indonesia.

Ini merupakan langkah strategis dalam menyatukan gerak dan langkah kementerian dan lembaga dalam penanganan narkotika di Indonesia. Semua harus bersinergi dan bersatu padu dalam program P4GN. BNN sebagai vocal point masalah narkotika di Indonesia langsung menggelar rapat koordinasi dan Sosialisasi Inpres Nomor 6 Tahun 2018 (Senin 17/9) di Hotel Bidakara dengan melibatkan kementerian/lembaga dan perwakilan Pemerintah Daerah. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala BNN Drs. Heru Winarko.

Dalam sambutannya, Heru Winarko mengatakan terbitnya Impres tersebut merupakan langkah maju untuk menguatkan Pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Selain itu Heru Winarko berharap Inpres ini dapat  menjadi payung hukum bagi semua lembaga terkait dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan P4GN.

Kepada peserta, Heru Winarko, meminta agar konten bahaya narkoba bisa disampaikan secara terus-menerus mengingat kondisi penyalahgunaan narkoba yang sangat mengkhawatirkan.

“Jumlah penyalahguna narkoba kategori coba pakai menyentuh angka 1,6 juta orang, kelompok inilah yang bisa menjadi fokus kementerian atau lembaga untuk melakukan upaya P4GN agar mereka tidak kembali menggunakan narkoba” tutup Heru Winarko. (Oscar & Asri)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Jakarta Barat, Cegahnarkoba – Open House Saint Jhon’s School – Meruya, selama 2 hari mulai 14-15 September 2018 menghadirkan BNN mulai dari seminar pencegahan narkoba, mobsos P4GN, peragaan anjing pelacak unit K9 dan akan ditutup dengan field trip siswa ke Balai Besar Rehabilitasi dan Balai Karantina Anjing Pelacak Narkoba di Lido Oktober mendatang. Hal ini disampaikan oleh Herdina Tambunan, M.Pd Kepala Sekolah SMP dan SMA Saint John’s School – Meruya.

Lebih lanjut, Herdina mengharapkan agar peserta didik sadar bahwa narkoba ada di sekitar mereka dan juga harus tahu darimana saja, apa saja jenisnya dan dampaknya. Generasi sekarang harus tahu bahaya narkoba sudah mengintai mereka. Jadi jika ditawari narkoba, mereka sudah tahu bahwa itu bahaya dan mereka akan menolak karena bahaya akan merampas masa depan mereka.

Kehadiran Mobil Sosialisasi (Mobsos) Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di halaman Saint John’s School – Meruya, Sabtu (15/9/2018) menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung seperti orang tua, siswa, karyawan dan masyarakat sekitar. Karena ini kali pertama pihak sekolah dapat menghadirkan Mobsos P4GN di sekolah, sehingga pengunjung dapat lebih mengenal akan bahaya penyalahgunaan narkoba dan efek jangka panjang yang ditimbulkan bagi para penguna narkoba.

Informasi Edukasi yang disampaikan melalui Mobsos P4GN yang berisi anatomi organ tubuh manusia yang sehat dan terpapar penyalahgunaan narkoba dan contoh jenis narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif. Para pengunjung dapat lebih mencermati jenis-jenis narkotika sehingga menambah wawasan masyarakat agar lebih peduli untuk melindungi diri dan anggota keluarga dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini sesuai dengan tema open house “Here We Grow”, yaitu agar anak – anak tumbuh dan berkembang lewat edukasi dan informasi supaya mereka selalu berkegiatan positif.

Kehadiran unit K9

Selain Mobsos P4GN, juga menghadirkan Unit K9 (canine, anjing). Peragaan anjing pelacak narkoba milik BNN, bertujuan untuk Komunikasi Informasi dan Edukasi bahwa anjing adalah teman bermain, sahabat bagi pecinta anjing bagi hewan peliharaaan. Namun bagi BNN sebagai Lembaga Penegakan hukum menggunakan anjing ini untuk bertugas. Hal ini disampaikan Donny, Unit Deteksi K9 Subdit Penindakan dan Pengejaran di Lapangan Sekolah Saint Jhon’s School – Meruya, Sabtu (15/9/2018).

Donny menyampaikan bahwa Anjing Pelacak narkoba yang dilatih untuk mendeteksi barang narkoba, sehingga edukasi yang diberikan dengan menggunakan anjing pelacak. Anjing-anjing tersebut dilatih untuk mencari barang-barang yang terlarang, itulah edukasi yang dapat diberikan kepada generasi muda dan masyarakat. Di akhir peragaan, pengunjung diberi kesempatan untuk melihat jenis narkotika dan berfoto bersama dengan anjing pelacak yang dibawa.

Selama peragaan anjing pelacak berlangsung, dijelaskan pula efek penyalagunaan narkoba dalam jangka panjang bagi pengguna narkoba. Hal ini disampaikan oleh Yuliana perwakilan Direktorat Diseminasi Informasi. (yul).

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Sebagian orang berpendapat bahwa meditasi adalah aktivitas yang menjenuhkan. Posisi duduk sila sambil mengatur pernapasan dan fokus pikiran dianggap tidak mudah. Dibutuhkan konsentrasi penuh, ketenangan dan ruangan yang kondusif untuk melakukannya. Padahal kegiatan ini dapat dilakukan tanpa biaya atau peralatan khusus sehingga memudahkan siapapun untuk melakukannya. Berikut ini manfaat meditasi yang perlu diketahui:

Meredakan Stress

Banyaknya beban pikiran dan persoalan yang belum dapat terselesaikan terkadang membuat seseorang menjadi stres. Dalam keadaan seperti ini, meditasi sangatlah berguna. Para peneliti menemukan bahwa semua peserta yang berlatih meditasi lebih tenang dan tidak stres dibandingkan dengan orang yang tidak bermeditasi (kutipan dari hellosehat.com). Dengan meditasi seseorang akan mendapatkan ketenangan karena mereka mampu mengontrol emosinya.

Kesehatan Jantung

Salah satu tahapan meditasi ialah mengatur pernafasan. Tahap ini mampu mengontrol tekanan darah sebab oksigen yang dialirkan ke seluruh bagian tubuh melalui darah menjadi lebih lancar. Hal ini juga menurunkan resiko penyakit jantung.

Meregangkan Otot

Dengan posisi duduk yang tegap sembari mengatur nafas, meditasi dipercaya dapat merilekskan otot-otot yang kaku, khususnya bagian tulang belakang yang sering membawa beban berat atau duduk terlalu lama selama bekerja. Posisi ini membantu meregangkan sendi-sendi yang kaku sehingga tubuh menjadi lebih sehat.

Menghindarkan Diri dari Kebiasaan Buruk

Melalui meditasi, seseorang diajarkan untuk mengatur konsentrasi dan membebaskan pikiran dari hal-hal negatif. Meditasi  dapat membantu mengalihkan diri dari kebiasaan buruk, misalnya, waktu yang semula terbuang sia-sia untuk kegiatan yang tidak bermanfaat seperti clubbing, atau menggunakan obat-obatan terlarang dapat dipergunakan untuk bermeditasi. Selain itu, pikiran pun akan terfokuskan pada tahapan meditasi lain seperti olah nafas dan rasa.

Dari empat manfaat di atas, dapat dilihat bahwa meditasi tidak hanya berguna bagi kesehatan fisik tetapi juga psikis. Seseorang dapat merasakan manfaat meditasi apabila dilakukan dengan rutin dan teknik yang benar. Cobalah mengikuti kelas meditasi apabila belum dapat melakukannya sendiri dan ajak teman untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang positif. (asri)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Sebagian orang berpendapat bahwa meditasi adalah aktivitas yang menjenuhkan. Posisi duduk sila sambil mengatur pernapasan dan fokus pikiran dianggap tidak mudah. Dibutuhkan konsenterasi penuh, ketenangan dan ruangan yang kondusif untuk melakukannya. Padahal kegiatan ini dapat dilakukan tanpa biaya atau peralatan khusus sehingga memudahkan siapapun untuk melakukannya. Berikut ini manfaat meditasi yang perlu diketahui:

Meredakan Stress

Banyaknya beban pikiran dan persoalan yang belum dapat terselesaikan terkadang membuat seseorang menjadi stres. Dalam keadaan seperti ini, meditasi sangatlah berguna. Para peneliti menemukan bahwa semua peserta yang berlatih meditasi lebih tenang dan tidak stres dibandingkan dengan orang yang tidak bermeditasi (kutipan dari hellosehat.com). Dengan meditasi seseorang akan mendapatkan ketenangan karena mereka mampu mengontrol emosinya.

Kesehatan Jantung

Salah satu tahapan meditasi ialah mengatur pernafasan. Tahap ini mampu mengontrol tekanan darah sebab oksigen yang dialirkan ke seluruh bagian tubuh melalui darah menjadi lebih lancar. Hal ini juga menurunkan resiko penyakit jantung.

Meregangkan Otot

Dengan posisi duduk yang tegap sembari mengatur nafas, meditasi dipercaya dapat merilekskan otot-otot yang kaku, khususnya bagian tulang belakang yang sering membawa beban berat atau duduk terlalu lama selama bekerja. Posisi ini membantu meregangkan sendi-sendi yang kaku sehingga tubuh menjadi lebih sehat.

Menghindarkan Diri dari Kebiasaan Buruk

Melalui meditasi, seseorang diajarkan untuk mengatur konsentrasi dan membebaskan pikiran dari hal-hal negatif. Meditasi  dapat membantu mengalihkan diri dari kebiasaan buruk, misalnya, waktu yang semula terbuang sia-sia untuk kegiatan yang tidak bermanfaat seperti clubbing, atau menggunakan obat-obatan terlarang dapat dipergunakan untuk bermeditasi. Selain itu, pikiran pun akan terfokuskan pada tahapan meditasi lain seperti olah nafas dan rasa.

Dari empat manfaat di atas, dapat dilihat bahwa meditasi tidak hanya berguna bagi kesehatan fisik tetapi juga psikis. Seseorang dapat merasakan manfaat meditasi apabila dilakukan dengan rutin dan teknik yang benar. Cobalah mengikuti kelas meditasi apabila belum dapat melakukannya sendiri dan ajak teman untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang positif. (asri)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Senin 10/9, Atase Kepolisian Korea Selatan, Jeong Jicheon mengunjungi Social Media Center (SMC) milik Deputi Bidang Pencegahan, Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cawang Jakarta Timur.

Kunjungan kerja tersebut diterima oleh Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko dan Direktur Kerjasama BNN Adriana Supandy. Selain mengunjungi SMC, Jeong Jicheon juga menyempatkan diri melakukan wawancara di Cegah Narkoba Streaming (CNS) Radio.

Menurut Jeong Jicheon tujuan kunjungannya ke BNN adalah meningkatkan kerjasama antara Kepolisian Korea Selatan dengan BNN dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

Kerjasama ini sangat penting karena berdasarkan laporan World Drug Report 2017, terdapat 250 juta orang di seluruh dunia yang menjadi penyalahguna narkoba. Sementara di Indonesia terdapat 1,77 persen atau sekitar 3,37 juta orang penyalahguna narkoba.

Angka tersebut diatas sangat tinggi sehingga menjadi pangsa pasar yang menjanjikan bagi sindikat narkoba internasional.  Oleh karena itu perlu kerjasama internasional untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ujar Jeong.

Sementara itu kepala BNN Heru Winarko mengharapkan kerjasama ini bermanfaat khususnya dalam melakukan kampanye bahaya penyalahgunaan narkoba melalui Media Sosial. (Oscar)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Page 2 of 15
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…