yono

yono

Page 9 of 15

Jakarta, CegahnarkobaKerjasama antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri dan Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis Sabu asal China di kawasan Muara Karang, Penjaringan, Jakarta Utara Rabu (26/8).  Jumlah barang bukti yang berhasil disita tergolong besar yakni sabu seberat 284,312 Gram. Narkotika dengan kualitas  terbaik ini masuk melalui jalur laut tepatnya di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

Kepala BNN Drs Budi Waseso yang didampingi Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Eko Daniyanto dan Perwakilan Bea dan Cukai mengatakan pengungkapan ini berawal dari informasi yang disampaikan oleh  kepolisian China kepada aparat serta analisa intelejen yang kemudian mulai diawasi sejak satu (1) bulan lalu.

“Ini merupakan keberhasilan bersama antara BNN, Polri dan Bea Cukai dan Kepolisian China. Petugas terus melakukan kerjasama untuk mengungkap jaringan sindikat narkotika internasional” ujar Buwas.

Menurut Buwas, modus sindikat menyelundupkan narkoba ke Indonesia adalah memasukan sabu kedalam delapan koli Polishing machine atau mesin pemoles sepatu. Mesin-mesin itu dimasukan ke dalam peti kayu dan diangkut menggunakan mobil boks.

Petugas berhasil mengamankan dua (2) orang tersangka yakni HHD (sopir) dan SU alias AD alias AY yang sudah enam kali menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Sementara satu rekannya HHD tewas tertembak timah panas petugas karena melakukan perlawanan saat akan diamankan.

Dari pengakuan SU, narkotika tersebut akan dibawa ke Sedayu Square untuk kemudian diedarkan. Namun sebelum tersangka membongkar muatan terlebih dahulu petugas gabungan menggerebek sebuah rumah kosong yang merupakan tempat penyimpanan narkotika.

Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan terhadap tersangka SU dan HHD untuk pengembangan kasus ini tutup Buwas. (Oscar)

#stopnarkoba

Jakarta, CegahnarkobaBerlokasi di Plaza Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017 (13/7). Ini merupakan wujud keprihatinan, sekaligus kepedulian terhadap upaya pemberantasan narkoba di Indonesia.

Puncak peringatan HANI 2017 dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni. Paduan Suara Maradika UI, aksi permainan alat musik dari para peserta rehabilitasi narkoba Lido, Bina Vokalia. Yang paling menarik pada HANI 2017 adalah atmosfer audiens yang seketika berubah saat Slank menutup acara ini dengan lagu-lagu yang mereka bawakan. Ribuan undangan yang semula duduk manis, seketika beranjak dan berjingkrak manakala Slank beraksi.

Seperti yang kita tahu Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di Indonesia masih menjadi momok bersama yang tengah ditanggapi serius oleh pemerintah. Tidak dapat dimungkiri,Jumlah korban yang terus bertambah serta sindikat yang kian cerdik amat mengancam masa depan Ibu Pertiwi.

Mengambil tema 'Peran Aktif dan Pemerdayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa dalam Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia yang Sehat.', HANI 2017 dihadiri sejumlah tokoh nasional.Ini mencakup Kepala BNN Komjenpol Budi Waseso, Menkopolhukam Wiranto, KetuaDPD Oesman Sapta, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, serta Wakil Ketua DPRD DKI AbrahamLunggana. Tidak ketinggalan ribuan tamu undangan seperti TNI/Polri, serta beragam organisasi antinarkoba.

Presiden Jokowi yang dijadwalkan hadir pun menitipkan pesan melalui Menkopolhukam Wiranto. Firasat yang disampaikan sebagai pengingat bagi setiap elemen bangsa agar bertindak tegas. Apalagi, peredaran narkoba telah menjadi instrumen proxy war yang digunakan pihak lain untuk menggerogoti Indonesia lewat mental para pemudanya.

“Kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka. Kalau UU memperbolehkan, dor mereka!” ungkap Presiden Jokowi.

Pada kesempatan kali ini, Wiranto menyampaikan apresiasi Presiden akan kinerja apik BNN.BNN sendiri diketahui bekerja sama dengan instansi terkait dalam upaya pemberantasan narkoba. Pada malam sebelumnya, BNN berhasil mengungkap dan menyita barang bukti 1 ton sabu di wilayah Banten.

"Bayangkan, sabu-sabu satu gram itu bisa buat teler lima orang. satu ton itu artinya bisa menyelamatkan lima  juta masyarakat Indonesia, apresiasi tinggi dari bapak Presiden kepada seluruh petugas aparat," katanya berkelakar.

Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso. Sosok yang akrab disapa Buwas itu mengatakan, pihaknya mendapat hadiah dalam memperingati HANI 2017. Kerjasama kepolisian, BNN dan bea cukai berhasil memintasi sindikat peredaran narkoba internasional manakala tengah mengangkut narkoba jenis sabu seberat 1 ton.

Ia mengaku prihatin sebab Indonesia masih menjadi target pasar narkoba se-Asean. Terbukti, hasil penangkapan narkoba kini jumlahnya sudah mencapai ‘ton’ dan bukan lagi ‘kilogram’.

Karenanya, Buwas mewanti-wanti setiap elemen bangsa agar menjadikan peringatan HANI 2017 bukan sekadar peringatan atau perayaan melainkan sebagai momentum nasional agar semua pihak sepakat untuk menyelamatkan generasi muda dari kehancuran serangan narkoba.

Adapun Setiap elemen bangsa diperlukan dalam perang proxy kali ini. Tidak bisa hanya mengandalkan aparat saja, kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba harus sudah dipupuk sejak masih anak-anak. Tidak bisa dimungkiri, sasaran prioritas peredaran narkoba adalah anak-anak dan pemuda terhitung dari usia sebelas sampai 24 tahun. Di samping itu, keluarga dan instansi pendidikan juga diperlukan untukberperan aktif dalam memberikan edukasi serta afeksi agar generasi penerus bangsa terselamatkan dari ancaman narkoba.(uwie)

#stopnarkoba

Oleh Lidia Pratiwi

Kita pasti sudah tak asing dengan pidato Bung Karno, Presiden pertama RI yang berbunyi “Beri aku 1.000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”. Penggalan pidato tersebut adalah ungkapan rasa hormat Bapak Bangsa akan arti penting “masa depan Bangsa Indonesia”.

Dalam berbangsa dan bernegara, setiap individu pastilah sudah mafhum bahwasanya pemuda merupakan aset penting tumpuan bangsa. Di tangan para pemuda, tampuk kepemimpinan bangsa digantungkan. Oleh karenanya, sebuah bangsa yang ingin tetap berjaya dan utuh, regenerasi merupakan hal mutlak yang tidak dapat ditawar lagi.

Perjuangan mempertahankan kedaulatan bangsa dari generasi ke generasi tentu akan menemukan berbagai tantangan. Berulang kali Indonesia berusaha dijatuhkan lewat peperangan.Kolonialisme pada masa pergerakan nasional, kehancuran ekonomi saat orde baru. Kini, generasi muda dihadapkan pada perang yang berbeda. Perang Asimetris atau Proxy War.

Era perang modern, tidak lagi langsung berhadapan dengan negara lain yang menjadi sasarannya melainkan melalui perang asimetris/proxy war melalui pihak ketiga yang berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Bentuk pihak ketiga digunakan dengan tujuan untuk memprovokasi agar masyarakat suatu bangsa saling bertentangan, timbul mosi tidak percaya, terpecah belah hingga saling menindas satu sama lainnya.

Presiden Jokowi tak pernah luput untuk terus memperingatkan hal tersebut. Proxy war terjadi di Indonesia melalui berbagai cara, di antaranya narkoba, konflik antarkelompok, maupun terorisme.

Di antara jenis proxy war yang kini tengah menghantam Indonesia, narkoba menjadi salah satu yang paling berbahaya. Sejarah pernah mencatat bagaimana narkoba pernah menjatuhkan suatu bangsa, manakala Bangsa Cina tergerus oleh candu (opium). Perang Candu merupakan dua perang yang terjadi pada pertengahan abad ke-19, antara Cina dan Inggris di kedaulatan Cina.Pada perang tersebut pedagang Eropa menggunakan kekuatan adiktif candu untuk memperoleh hubungan dagang penting dengan Cina, negara yang mengisolasi diri dari dunia luar.

Menyadari bahaya narkoba bagi kelangsungan negara, Presiden Jokowi selalu memperingatkan setiap elemen bangsa, bahwa saat ini Indonesia ada dalam tahap darurat narkoba. Lewat Badan Narkotika Nasional, perang melawan narkoba terus-menerus digelorakan. 

Perlu disadari, Indonesia adalah negara besar yang memiliki banyak penduduk dengan jumlah pemuda yang diprediksi terus meningkat. Kekuatan Indonesia tersebut hanya bisa ditundukkan manakala moral pemuda-pemudi bangsadilemahkan oleh narkoba.

Sudah berlangsung, saat ini penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sangat merajalela. Indikasinya dapat dilihat dari makin banyaknya pengguna narkoba dari semua kalangan dan peredaran narkoba yang terus meningkat. Namun yang lebih memperihatinkan, penyalahgunaan narkoba, justru banyak dari kalangan remaja dan anak muda, yaitu para pelajar dan mahasiswa.

Dalam hal ini, keluarga dan institusi pendidikan merupakan pihak yang berkewajiban dan bertanggung jawab dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa.

Oleh karena itu, sebagai generasi yang bertanggung jawab dalam membina kaum muda, edukasi dan perhatian akan menjadi modal besar bagi kaum muda agar tak jatuh ke dalam jerat narkoba. Selain itu, perlu dipersiapkan sebuah sistem yang dapat bekerja secara efektif untuk mencegah masuknya narkoba ke dalam sekolah maupun kampus, serta dapat menutup berbagai celah bagi pengedar narkoba untuk menjadikan lingkungan kampus dan sekolah untuk pendistribusian narkoba dengan pelajar dan mahasiswa sebagai konsumennya.

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba - Mural adalah bentuk seni lukis atau menggambar di atas media dinding atau tembok yang sifatnya permanen dan memiliki pesan-pesan tertentu. Melihat sifat dan keunikan yang dimiliki nya maka mural dapat dijadikan sebagai media penyebarluasan bahaya penyalahgunaan narkotika. Efektifitas dan keunikan ini menarik Deputi Bidang Pencegahan untuk turut pula menggunakan media mural sebagai sarana diseminasi informasi.

Berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Direktorat Diseminasi Informasi mengadakan acara mural dengan tema  “Peran Aktif dan Pendayagunaan Seluruh Potensi Bangsa dalam Menghadapi Keadaan Darurat Nasional Menuju Indonesai Yang Sehat”, Minggu (9/7). Bertempat di lokasi wisata yang banyak dilalui masyarakat.

Diharapkan pesan moral akan bahaya penyalahgunaan narkotika dapat tersampaikan. Selain mural, sebagai bentuk komitmen bersama terkumpul tanda tangan dan harapan masyarakat terkait keprihatinan situasi  peredaran gelap dan penyalagunaan narkotika di Indonesia.

Selain acara mural dan penandatanganan komitmen, turut meramaikan pula penampilan dari band musik anti narkoba. Selain melihat seni mural dan memberikan tanda tangan, masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih detail mengenai bahaya narkotika yang bisa didapatkan di stand mobil sosialisasi yang terparkir di kanan dan kiri panggung utama.(yul)

 #stopnarkoba #lawannarkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengenalkan model baru pencegahan penyalahgunaan narkotika kepada anak usia dini dengan peresmian mural dalam rangka sosialisasi bagi kalangan usia dini di TK Kemala 17 Bhayangkari, Cipinang Bawah, Jakarta Timur, Senin 24/7.

Kepala BNN, Drs. Budi Waseso mengatakan saat ini sindikat narkoba sedang mengincar anak usia dini sebagai regenerasi pasar pengguna narkotika. Oleh karena itu lanjut Buwas harus ada langkah yang nyata untuk menyelematkan mereka dari penyalahgunaan narkotika.

"Kita semua harus menyadari bahwa sindikat narkotika sedang mengincar anak-anak kita untuk regenerasi pasar ujar Buwas"

Oleh karena itu lanjut Buwas anak-anak harus dikenalkan sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.

Bahaya narkotika sudah sangat memprihatinkan. Indonesia dikepung dari berbagai lini. Kita tidak bisa bertopang dagu menghadapi permasalahan ini ajak Buwas.

Mural adalah model pencegahan jenis baru yang memberikan pemahaman kepada anak usia dini melalui gambar-gambar agar mereka lebih mudah memahami dan mengenal bahaya penyalahgunaan narkotika sesuai dengan strata mereka sambung Buwas.

Buwas melanjutkan, cara sindikat menjerat anak adalah lewat makanan, minuman dan mainan yang mengandung narkotika. Untuk itu Buwas meminta orang tua dan guru untuk mendidik dan mengenalkan bahaya narkotika agar mereka sehat dan kuat sehingga bangsa ini juga menjadi kuat lanjut Buwas.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari kepala sekolah, para guru dan orang tua murid.

Kepala Sekolah TK Kemala 17 Bhayangkari, Puji Lestari mengatakan pihak sekolah sangat bangga karena TK Kemala 17, Cipinang menjadi tempat peresmian mural dalam rangka sosialisasi bagi kalangan usia dini.

Hal senada diungkapkan ketua Bhayangkari Metro Jaya Novi Iriawan. Dalam sambutannya Novi berterimakah kepada kepala BNN atas bantuan Mural yang diberikan kepada TK Kumala 17 Bhayangkari Cipinang. Hal ini akan mendukung upaya penyelematkan generasi muda Indonesia khususnya anak usia dini dari penyalahgunaan narkoba ujar Novi.

Acara ini juga di meriahkan dengan kehadiran kapten BeNN yang memberikan pesan kepada anak-anak untuk dekat dengan Tuhan, Sayang orang tua, hidup sehat serta mengggali potensi diri. (Oscar)

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba – Try  Sutrisno, Wakil Presiden ke VI, Jenderal TNI (Purn) sebagai pembicara diskusi Nasional menyampaikan bahwa “Cintai Bangsa ini, kita harus merajut kewaspadaan kembali dengan mewujudkan persatuan dan kesatuan yang kokoh. Bahkan bukan saja pada narkoba saja, kita harus waspada terhadap predator-predator Pancasila”.

Hal ini disampaikan pada acara Diskusi Nasional dengan tema Gerakan Nasional Perang Melawan Naroba yang diselenggarakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) di Auditorium STIK – PTIK, Jakarta, Rabu (19/7).

Lebih lanjut, Try Sutrisno menyampaikan  Senjata yang ampuh untuk memperlemah rakyat generasi per genarasi bagi negara ini, kalau kita tidak sadar, fenomena mulai menurun maka daya saing kita bukan saja anak TK sampai intelektual sudah terkena narkoba.

Diskusi nasional dihadiri oleh 500 peserta dan beberapa tokoh tanah air dan elemen masyarakat. Tema yang diusung karena Indonesia sekarang sudah darurat narkoba.

Hadir sebagai pembicara berikutnya Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar menggaris bawahi bahwa hal yang terbaik adalah memenangkan peperangan melawan narkoba dan yang utama adalah niat musuh dihalngkan yang harus diredam adalah upaya deman reduction yang harus dilakukan.

Lebih lanjut, Agum Gumelar menjelaskan Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan dapat melaksanakan pembangunan disemua aspek kehidupan,  dipersyarati oleh 3 (tiga) hal yaitu:

  1. Jiwa semangat nasionalisme, bangga akan bangsa ini, dan ingin berbuat terbaik bagi Bangsa Indonesia.
  2. Era globalisasi yang kompetitif, bangga akan keunggulan yang komperatif dengan kekayaan yang berlimpah ruah dan sumber daya manusia, karena era persyaingan yang kompetitif.
  3. Pembangunan akan berhasil ketika pembangunan dibangun oleh orang yang disiplin, kepatuhan masyarakat terhadap setiap perundangan yang berlaku.

Berbeda dengan pembicara sebelumnya Ketua Umum Konggres Wanita Indonesia (KOWANI), Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd menyampaikan perwakilan perempuan bahwa Ketahanan rumah tangga dan ketahanan keluarga, dimana peran seorang Ibu, seorang perempuan menjadi sangat central sebagai ibu bangsa, untuk itu Mengoptimalkan peran serta melalui ketahanan keluarga, bertekad mendayagunakan potensi dengan meningkatkan keterampilan sebagai orangtua dan keterampilan hidup agar mampu menyatakan berkata tidak pada narkoba. Dan mendorong eksekutif, legislatif untuk memprkokoh rambu-rambu hukum yang optimal.

Ali Azhar sebagai wakil Badan Narkotika Nasional, Deputi Bidang Pencegahan, menyampaikan seruan “Genderang perang sudah ditabuh, mari bergandeng tangan untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia”.

Ali Azhar menjelaskan bahwa Penyahgunaan dan peredaran narkotika mennjadi masalah besar, saat ini Indonesia darurat narkoba, Krn saat ini pengguna narkoba dari hasil Survei BNN bekerjasama dengan PUSLITKES UI angka prevalensi 1,91 % pelajar / mahasiswa dan Indonesia menjadi market perdagangan Internasional.

Sepanjang tahun 2016 sudah melakukan demand reduction yaitu edukasi kampenye stop narkoba, sosialisasi yang melibatkan 9 juta klp masy dan pelajar dan merehabilitasi 16.185 orang. Bidang Supply reduction BNN mengungkap 807 kasus dan menyita hasil kejahatan  261 millyar.

“Faktanya Indonesia darurat narkoba memang nyata, untuk itu kita menyerukan elemen masyarat untuk mari bersama-sama memerangi penyalaghunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia, genderang perang sudah ditabuh mari bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Mari kita bergandeng tangan BNN dan POLRI tidak dapat berjalan sendiri tanpa partisipasi masyarakat. Untuk itu mari kita berperang melawan narkoba menuju Indonesia yang sehat” Kata Ali Azhar Analis BNN.

Pembicara berikutnya Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahwil Luthan, SH, MBA, MM, menekankan bahwa narkotika bisa di cegah dengan 3 (tiga) jalan yaitu Supply reduction, Demand reduction, treatmend and rehabilitation.

Menurut Koordinator Kelompok Ahli BNN, Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahwil Luthan, menyampaikan bahwa tugas kita adalah bagaimana pemakai-pemakai yang tidak bisa ter supply inilah yang disebut demand reduction. Apabila barang habis tapi pemakai banyak maka harga naik, dan yang diuntungkan adalah bandar. Ini tidak boleh terjadi.

Mari kita sama-sama mengurangi jumlah pemakai, bagi yang sudah sakit, hanya satu doktrin menurut dokter yaitu diobati, dan itu namanya rehabilitasi. Narkotika bisa dicegah dengan 3 (tiga) jalan yaitu :

  1. Supply reduction: diputs supplynya supaya barang tidak tidak sampai pada komsumen
  2. Demand reduction: bagi yang belum memakai, harus sampai pemakai, apbila yang sudah memakai harus diobati.
  3. Treatment and Rehabilitation .

Diakhir acara diskusi nasional Seluruh peserta bersepakat perlu dilakukan Gerakan Nasional oleh seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama Perang Melawan Narkoba menuju Indonesia Sehat dan Sejahtera. (edit yul)

#stopnarkoba

Page 9 of 15
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…