yono

yono

Page 8 of 15

Jakarta  -  Cegahnarkoba  Komunitas TrashBag Community adalah para komunitas khususnya para pemuda – pemudi yang peduli akan sampah. Di awali dari hobby menaiki gunung sering melihat keadaan sampah memprihatinkan mereka pun berinisiatif guna membuat komunitas ini. Banyak sekali manfaatnya dimulai dari lingkungan sekitar gunung menjadi bersih, menjalin silaturahmi antar para pendaki dan menghargai antar sesama.

Tidak hanya sampah plastik, botol yang dapat merusak keindahan gunung melainkan para pendaki yang membawa speaker dan mencoret – coret batu sangat mengganggu keadaan di sekitar gunung. Kunjungan Komunitas TrashBag Community di CNS Radio, lantai 3, kantor Badan Narkotika Nasional  (BNN) Jum’at, (11/8) sore. Selama para pendaki ini berkelana dibeberapa gunung, terdapat salah satu gunung terbersih yaitu Gunung Rinjani yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kunjungan Beno selaku kordinator TrashBag Community memberikan motivasi agar alam sekitar tetap terjaga tentunya menjauhi pemakaian narkoba. Tidak bisa di pungkiri para pendaki pun terdapat memakai barang haram tersebut. Entah mulai dari pil, di hisap dan lainnya.

“Saya menanamkan pada diri saya untuk tidak memakai narkoba kalau bukan diri kita siapa lagi yang mengingatkannya, namun kita tidak bisa menutup mata sebagian memang ada yang memakai narkoba bahkan sampai pengguna sekalipun. Alasannya agar badan tetap fit, kalau naik ke puncak gunung kan biar mata tidak ngantuk” ujar Beno

Beno mengungkapkan, ia berharap kepada pihak BNN guna memberikan penyuluhan “ANTI NARKOBA” terhadap para pendaki khusunya TrashBag Community ditempat alam terbuka agar para pendaki lebih respect dengan penyuluhan tersebut.

TrashBag Community sangat mengapresiasikan kegiatan para pendaki gunung peduli akan sampah tanpa menggunakan barang haram. Badan sehat, pikiran positif dapat menghasilkan para penerus yang membanggakan bangsa Indonesia. (wijik)

#stopnarkoba

Komunitas Seasoldiers adalah kumpulan anak muda yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap permasalahan lingkungan khususnya laut. Selain itu, mereka juga menaruh perhatian kepada generasi muda agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Komunitas yang dimotori oleh Miss Indonesia 2006 Nadine Candrawinata ini terbentuk pada bulan Maret 2015. Saat dihubungi lewat handphone oleh CNS Radio, Rabu (9/8) Nadine mengungkapan Komunitas Seasoldiers terbentuk karena melihat permasalahan laut kita yang kotor. Sementara disisi yang lain Indonesia menjadi tujuan para Wisatawan Manca Negara.

“Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik kedua di dunia. Sampah-sampah banyak yang dibuang ke laut” ujar Nadine.

Selanjutnya Nadine mengungkapkan keprihatinannya terhadap penyalahgunaan narkoba yang semakin marak terjadi dikalangan generasi muda. Oleh karena itu dia mengajak masyarakat dan generasi muda untuk mencintai lingkungan dan menjauhi narkoba.

“Penerus bangsa harus menjaga lingkungan menjadi lebih baik dan terhindar dari sampah, terlebih terdapat terumbu karang yang semakin tidak terawat dikarenakan ulah manusia itu sendiri. Penerus bangsa juga harus bebas narkoba” sambung Nadine.

Pada waktu yang bersamaan secara terpisah Puti, Adisti dan Ihsan selaku pengurus harian komunitas Seasoldiers, mengunjungi CNS Radio di Kantor BNN, Lantai 3, Cawang, Jakarta Timur. Pada kesempatan itu mereka mengungkapkan kekagumannya terhadap laut Indonesia yang sangat luas dan indah. Namun belakangan ini mengalami kerusakan karena ulah manusia dan juga sampah.

Menurut Puti laut harusnya dijaga agar memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Indonesia. Saat ini laut kita banyak yang rusak, selain itu sering juga dimanfaatkan untuk penyelundupan narkotika ujar Puti.

“Ini menjadi tugas kita semua juga untuk mengedukasi masyarakat terutama mereka yang berada di wilayah pesisir. Paling gak mereka mendapat informasi tentang bahaya narkoba” tutup Puti. (oscar/wiji)

#stopnarkoba                     

Jakarta, Cegahnarkoba - Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba semakin mendapat dukungan yang kuat dari masyarakat khususnya komunitas pendaki gunung. Hal ini tampak dari kunjungan Komunitas “Aksi Sosial Kumpulan Para Pendaki” (Aksiqudaki) di CNS Radio, lantai 3, kantor Badan Narkotika Nasional  (BNN) Selasa, (8/8) sore. Kunjungan mereka dalam rangka  memberikan dukungan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Rudi Yusuf selaku kordinator menjelaskan pihaknya merasa tergerak untuk menyampaikan bahaya narkoba lantaran semakin maraknya penyalahgunaan narkoba dalam masyarakat. Bahkan anak usia dini sudah ikut menggunakan narkoba ujar Rudi. Pihaknya menghimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama melawan narkoba. Aksiqudaki lanjut Rudi sangat mendukung kampanye stop narkoba yang digelorakan oleh BNN. Hal ini juga sejalan dengan misi komunitas mereka yang bertujuan mengedukasi dan membantu masyarakat untuk hidup sehat dan produktif.

“Kita harus mendukung BNN untuk memberantas narkoba sekaligus melakukan kegiatan pencegahan di masyarakat” ujar Rudi. Menurut Rudi kegiatan yang selama ini mereka lakukan tidak hanya sebatas mendaki gunung saja, tapi juga ada aksi sosialnya. Disitu nanti akan disampaikan informasi bahaya narkoba kepada masyarakat tutur Rudi.

Komunitas Aksiqudaki yang terbentuk sejak 2014 silam memiliki 4 (empat) divisi yakni  Pendidikan, Kesehatan, SDM dan Penghijauan.  Semua divisi yang ada sangat bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba sambung Rudi. “Untuk anak usia dini, kita disini bisa lewat divisi Pendidikan sementara untuk orang dewasa bisa melalui divisi yang lain” ujar Rudi.

“kami juga harapkan ada dukungan dari BNN lewat alat-alat peraga seperti leaflet, spanduk, stiker atau buku yang bisa kami bagikan kepada masyarakat. Selain itu kami juga harap ada pembekalan dari BNN kepada anggota komunitas Aksiqudaki agar memiliki pemahaman tentang bahaya narkoba dan bisa menyampaikan kembali kepada masyarakat” tutur Rudi.

Sementara itu anggota komunitas yang lain bernama Anggabumi mengatakan perlunya mensosialisasikan masalah narkoba kepada para pendaki gunung itu sendiri. Sebab menurut dia masih banyak pendaki gunung yang belum paham atau mengetahui tentang bahaya penyalahgunaan narkoba itu seperti apa. Dalam ceritanya Anggabumi menyinggung soal adanya oknum pendaki gunung  yang menggunakan narkoba. Ini yang kemudian merusak citra pendaki gunung sambung Anggabumi.

“Yang saya dengar ada pendaki yang memakai narkoba. Biasanya motivasi mereka berbeda dengan kami. Kalau kami naik gunung tujuannya adalah mencari kesenangan atau menyalurkan hobby. Sementara mereka mencari tempat yang aman dari kejaran polisi atau BNN” ujar Anggabumi. Pesan khusus mereka sampaikan kepada generasi muda untuk menjadikan narkoba sebagai musuh. Jangan pernah kompromi dengan narkoba tutup Anggabumi. (Oscar)

#stopnarkoba

Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng  Komunitas Backpacker Jakarta untuk mencegah semakin meluasnya penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas travelling yang dianggap penting dan strategis untuk menyampaikan pesan anti penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat. Hal ini karena komunitas backpacker sering melakukan kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.  Bahkan mereka sudah melakukan perjalanan wisata sampai ke pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Koordinator Komunitas Backpacker Jakarta Amiral Arif saat menjadi narasumber di CNS Radio, Kantor BNN, Lantai 3, Senin, (7/8) bercerita bahwa permasalahan narkotika saat ini sudah sangat membahayakan. Dari pengamatannya dilapangan Arif mengatakan generasi muda adalah kelompok yang paling rentan menjadi penyalahguna narkotika.

“Bayangkan kalau generasi muda kita sudah kencanduan narkotika, maka akan semakin sulit bersaing dengan negara lain yang sudah lebih dulu maju. Begitu juga dari sisi pertahanan. Negara kita akan semakin mudah dijajah oleh negara lain kalau masyarakatnya sudah kecanduan narkotika” ulas Arif.

Media Sosial (Medsos) lanjut Arif menjadi tempat yang dianggap cukup aman untuk transaksi narkotika khususnya bagi generasi muda.

“Sekarang hampir semua anak muda di Indonesia punya Medsos. Nah mereka itu biasa membeli narkotika lewat medsos. Medsos harus benar-benar di kontrol oleh pemerintah agar tidak disalah gunakan dan menjadi lapak penjualan narkotika” pesan Arif.

Untuk menghindari penyalahgunaan narkotika Arif berpesan untuk melakukan kegiatan posisif salah satunya dengan melakukan travelling.

“Kalau kita punya uang mendingan kita  travelling, pikiran kita jadi tenang. Daripada beli narkoba ujung-ujungnya kita mati. ujar Arif.

Arif berjanji Komunitas Backpacker Jakarta akan ikut mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat.

“kami akan mulai dari anggota  kami dulu.  Syarat untuk menjadi member  Backpacker Jakarta harus bebas dari penyalahgunaan narkotika. Setelah itu baru kita mengedukasi masyarakat untuk menjauhi dan menghindari penyalahgunaan narkotika” tutup Arif  (Oscar).

#stopnarkoba

Permasalahan narkoba yang semakin merebak di tengah-tengah masyarakat perlu mendapat perhatian yang serius dari semua kalangan. Tanpa itu niscaya permasalahan penyalahgunaan narkoba dapat diatasi.

Kelompok pecinta lingkungan “Savemugo” menyatakan diri sebagai salah satu komunitas yang turut serta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Hal ini terlihat dari kunjungan mereka di Studio CNS Radio, Lantai 3, Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Cawang, Jakarta Timur, Jumat (4/8).

Savemugo adalah gerakan peduli lingkungan di daerah pesisir Muara Gembong, Bekasi yang terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membangun sabuk hijau atau "greenbelt" untuk melindungi daratan dari abrasi dan akresi pantai.

Saat ini Savemugo memiliki ribuan relawan yang tersebar di beberapa kota seperti Jabodetabek, Semarang dan Makasar.

Akhyarul Umam Koordinator Savemugo mengatakan permasalahan narkoba saat ini sangat memprihatikan. Generasi muda semakin banyak yang menjadi pengguna narkoba. Untuk itu perlu keterlibatan semua pihak untuk menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.

“Kita ini prihatin melihat anak-anak khususnya di daerah Bekasi banyak yang menjadi pemakai narkoba. Sekarang gak bisa lagi saling menunggu dan menyalahkan melihat permasalahan narkoba. Harus ada upaya walaupun kecil tapi bisa menunjukan kepada sindikat narkoba bahwa kita bersatu melawan mereka” ajak Umam.

Savemugo lanjut Umam akan memberdayakan kelompok binaan yang ada didaerah untuk menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada masyarakat khususnya generasi muda.

“kami memiliki kelompok binaan yang dalamnya terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Kebetulan yang paling banyak dikelompok bidanaan kami adalah Guru. Jadi kami dapat menyampaikan informasi bahaya narkoba ini kepada pelajar lewat guru mereka” tandas Umam.

Sementara untuk masyarakat pihaknya  akan sering menyampaikan informasi bahaya narkoba lewat alat peraga seperti spanduk, stiker, leflet dan brosur.

“Sebenarnya kami juga mengharapkan adanya pendampingan secara langsung dari BNN kepada masyarakat agar mereka mendapatkan informasi yang benar tentang narkoba. Terutama BNN dapat menyampaikan tips-tips pencegahan penyalahgunaan narkoba didalam keluarga, sekolah dan lingkungan tutup Umam.  (Oscar)

#stopnarkoba

Berbagai upaya dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat khususnya Generasi Muda.

Kali ini, BNN melalui Deputi Bidang Pencegahan mengundang komunitas “Dance Woble” sebagai nara sumber di Studio CNS Radio lantai 3, Gedung BNN, Jalan M.T Haryono No. 11 Cawang, Jakarta Timur, Kamis (03/08).

Komunitas Woble adalah kumpulan pelajar SMK Widya Nusantara Bekasi yang memilih dance sebagai aktivitas diluar sekolah. Bagi mereka dance adalah kegiatan positif yang bisa menghindarkan mereka dari penyalahgunaan narkoba.

“karena sekarang ini untuk mendapatkan narkoba sudah sangat mudah, bahkan anak usia pelajar banyak yang menjadi pemakai narkoba. Oleh karena itu komunitas ini bertujuan untuk melindungi anggotanya dari narkoba ujar Gita selaku koordinator.

“Kami yakin dengan aktivitas yang positif seperti ini maka bisa menjauhkan kita dari narkoba” tegas Gita. Dance adalah hobby dimana setiap anggota dapat mengekspresikan perasaan lewat gerakan atau tarian. Walaupun dalam kondisi galau atau stres kami tetap dance. Dance sudah menjadi bagian penting dari kehidupan kami” tandas Gita.

Hal senada diungkapkan Febby, menurutnya penyebab penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja adalah karena faktor pergaulan. Salah dalam memilih teman maka kita bisa terjerumus menjadi pemakai narkoba tegas Febby.

“aku punya teman si yang terjerumus ke narkoba, dan ini ngehancurin hidupnya banget. Sekolahnya juga berantakan kenang Febby.

Febby menghimbau kepada generasi muda untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti Olahraga, Dance, Musik dan lain-lain. Dengan banyak aktivitas positif Febby yakin akan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Selain itu Febby mengajak generasi muda untuk mendekatkan diri Kepada Yang Maha Kuasa.

“Daripada kita nongkrong gak jelas mendingan kita dance, badan kita sehat, pikiranpun selalu positif sambung Febby.

“Intinya kita menutup peluang bagi pihak-pihak yang ingin menjerumuskan kita ke narkoba” tutup Febby. (Oscar)

#stopnarkoba

Page 8 of 15
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…