yono

yono

Page 7 of 15

Maluku Utara, Cegahnarkoba – Kedatangan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Drs. Budi Waseso  di Maluku Utara  (MALUT) di dampingi oleh Deputi Bidang Pencegahan Irjen Pol. Ali Johardi beserta rombangan dalam rangka kunjungan kerja, menobatkan 150 orang Relawan Anti Narkoba terdiri dari perwakilan Birokrasi, Pemerintah Provinsi Kota Ternate, pelajar dari SMP dan SMA, Ormas, tokoh masyarakat dan Perangkat Masyarakat Adat dari Kesultanan Ternate,  pada Kamis (07/9) yang lalu.

“Negara Kita memiliki pulau-pulau dan juga banyak memiliki pelabuhan-pelabuhan sehingga kita bangun kekuatan masyarakat dengan membentuk Relawan Anti Narkoba dari seluruh unsur baik masyarakat biasa, pelajar mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi, pegawai, dan pemuda dengan harapan semua punya peran dalam mengatasi masalah narkoba di wilayah masing-masing,” ujar Budi Waseso, pada acara Gebrak Maluku Utara yang dihadiri oleh wakil Gubenur MALUT, Ir. H. M Natsir Thaib dan tokoh masyarakat.

Para relawan ini mendapatkan sertifikat dan teregister dengan nomor identitas dari BNN.

Pemberian Gelar Adat Kesultanan Tidore

Kesultanan Tidore memberikan gelar “Bobata Ahli Kompenia Nyili Gulu-Gulu” yang artinya Pemangku Ahli Bidang Keamanan Wilayah Jauh Kesultanan Tidore, diberikan kepada Komjen Pol. Budi Waseso.

“Penghargaan dan hormat setinggi-tingginya karena kehadiran seorang tokoh yang berjuang untuk bangsa dalam pemberantasan narkoba sehingga amanat ini dapat dijalankan untuk keselamatan bangsa”, Ujar Sultan Tidore H. Husain Syah pada upacara pemberian gelar di Kedaton Kesultanan Tidore, Kamis (07/09) yang lalu.

Dengan menggunakan baju adat Tidore, Komjen Pol. Budi Waseso menyampaikan dengan mendapatkan penghargaan dari kesultanan bertambahlah tugas sebagai Kepala BNN, seraya mengucapkan terima kasih.

Lebih lanjut Budi Waseso menegaskan ancaman negara jika tidak ditangani dengan serius maka hilang generasi, sehingga aparatur negara yang mengemban tugas. Campur tangan masyarakat Tidore, kedepan menjadi contoh bagi wilayah lain sebagai wilayah yang kuat dalam menangkal ancaman narkoba yang dapat menghancurkan bangsa. (yuli)

#stopnarkoba

Surabaya – Cegahnarkoba, Sebanyak 150 Aparatur Sipil Negara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada hari Kamis (24/8) diberikan pemahaman dan wawasan bahaya laten narkoba padan acara Sosialisasi Anti Narkoba di Harris Hotel & Convention Gubeng Surabaya.

Ketua Panitia Penyelenggara, Budianto mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi narkoba ini merupakan sebuah upaya untuk memberikan wawasan kepada seluruh Aparatur tentang bahayanya narkoba bagi kehidupan dan masa depan mereka.

"Kita berharap agar seluruh aparatur kita dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba," ujar Budi

Adapun sosialisasi yang mengambil tema Tanpa Narkoba Kita Wujudkan 3S + 1C ( Safety, Security, Service dan Compliance) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara ini diisi oleh Ibu Yunis Direktur Advokasi dari Badan Narkotika Nasional dan Bapak Hari Kriswanto Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Kementerian Perhubungan.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan upaya yang intens dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk menekan jumlah penyalahgunaan narkoba dilingkup Aparatur Sipil Negara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, sebelumnya pada tanggal 15 Agustus 2017 Museum Rekor Indonesia menganugerahkan Otoritas Bandara Soekarno Hatta atas upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba dengan melantik 1000 awak pesawat menjadi duta anti narkoba. (Guntur)

#stopnarkoba

Jakarta , Cegahnarkoba – Unit  Kegiatan Mahasiswa (UKM) Divisi Mahasiswa Anti narkoba (DMAN) terbentuk sejak Tahun 1999. Universitas Trisakti (USAKTI) mempunyai sejarah yang kelam, di tahun 1999 sebanyak 200 mahasiswa USAKTI positif memakai narkoba.

Sejak terbentuk UKM DMAN Universitas Trisakti selalu mencoba membangun spirit antinarkoba kepada seluruh mahasiswa Universitas Trisakti. Ini semua tak lepas dari peran dan komitmen Rektor Usakti Bapak Thoby Muthis yang sangat peduli dan mendukung semua program UKM DMAN.

UKM DMAN merupakan salah satu pelopor kampus bebas narkoba dan pernah mendapatkan penghargaan pin emas dari Presiden, oleh karenanya, dalam berbagai kesempatan, kampus USAKTI menjadi role model bagi kampus lain dalam bidang penanggulangan narkoba. Dalam kapasitas yang sama, DMAN yang diwakili oleh Azka dan Sofyan mengunjungi radio CNS milik Direktorat Diseminasi Informasi, Deputi Bidang Pencegahan BNN, lantai 3, kantor Badan Narkotika Nasional  (BNN), Jakarta Timur, Senin (21/8) sore. Kunjungan tersebut mempunyai misi mengarahkan para mahasiswa khususnya Trisaksi agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Mahasiswa harus lebih memperhatikan lingkungan sekitar kampus karena lingkungan menjadi salah satu faktor besar mengapa banyak orang menggunakan narkoba. Mahasiswa harus cerdas, positif, serta bersinergi mengajak orang guna memberantas narkoba. " Ajak Sofyan dalam kesempatan wawancara dengan Radio CNS.

Divisi Mahasiswa Anti Narkoba telah bekerjasama dengan pihak BNN guna memberikan edukasi dalam bentuk seminar lingkungan kampus maupun luar kampus. Langkah Pencegahan di trisakti sudah dilakukan rektorat dengan sangat tegas kepada karyawan, mahasiswa yang terlibat masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba untuk diberikan sanksi berupa DO.

"Pandangan saya terhadap narkoba jaman sekarang sangat memprihatinkan tidak hanya menimpa orang dewasa melainkan sudah sampai usia anak SD. Sebagai mahasiswa muda harus lebih peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Narkoba jangan dipandang sebelah mata. Khususnya di Indonesia setiap tahun meningkat masalah narkoba, mungkin jika sistem nya benar pasti akan terjauhi dari bahaya narkoba. " lanjut azka

Narkoba adalah penjajah untuk bangsa sendiri, generasi muda menjadi ujung tombak dari pencegahan permasalahan narkoba. Saling mengingatkan satu sama lainnya agar bangsa Indonesia terbebas dari penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba.  Cintailah diri sendiri untuk menjadi contoh bagi penerus bangsa terbebas dari narkoba. (Wiji/Yuli)

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba - Badan Narkotika Nasional (BNN), Meriahkan Parade ASEAN 50, yang diselenggarakan oleh Kemenlu. Dalam kegiatan ini  BNN  mengusung tema "Anak Indonesia Stop Narkoba" .

Sebagai tanda resminya dimulai acara ini Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melepas ribuan orang yang mengikuti Parade ASEAN 50, Parade berjalan dengan rute dari silang Barat Daya Monas, Jakarta Pusat menuju Bundaran HI dan berahir di Jalan Imam Bonjol yg merupakan sebagai tempat puncak acara dlm kegiatan ini. Minggu (27/8/2017).

Dalam acara yang digelar di lokasi hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day ini dihadiri sekitar 3000 peserta yang berasal dari komunitas, organisasi, sekolah, perusahaan, sejumlah kementerian, negara-negara ASEAN, mitra wicara ASEAN dan sekretariat ASEAN.

Retno mengatakan, kemeriahan parade ini telah mendekatkan masyarakat Jakarta dengan ASEAN dan semakin mengukuhkan Jakarta sebagai ibu kota diplomatik Asia Tenggara. (yono/affan)

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba – Guna mengampayekan bahaya narkoba khususnya di wilayah Jakarta Utara, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Utara menggelar acara untuk memperingati Hari Anti Narkotika Internasional 2017 dan merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 dengan mengusung tema ‘Merdeka tanpa Narkoba’, bertepatan dengan hari bebas berkendara, pada Minggu (20/8) di jalan Boulevard Utara, Kelapa Gading Jakarta Utara.

Acara dihadiri oleh AKBP, Yuanita Ameliasari, SE, M.Si (Kepala BNN Kota Jakarta Utara), Diah Setia Utami (Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi DKI Jakarta), perwakilan dari pemerintah Jakarta Utara, Dewi Motik (public figure), Imam Maliki Ralibi (Ketua GRANAT Kota Bekasi), Komunitas Motor Besar Harley Davidson Indonesia dan beberapa elemen masyarakat yang ada di Jakarta Utara. Dan, acara tersebut didukung oleh perusahaan-perusahaan swasta.

Menyadari bahaya narkoba yang dapat merusak generasi muda, BNN Kota Jakarta di peringatan HANI 2017 dan perayaan HUT RI ke-72 kembali mengajak masyarakat untuk mengampayekan lebih masif bahaya narkoba bagi kehidupan berbangsa agar terbebas dari narkoba.

Pada acara tersebut, terdapat booth BNN yang dapat memberikan informasi terkait bahaya narkoba Selain itu,  masyarakat bisa mengetahui informasi program rehabilitasi korban narkoba. Tidak hanya itu, pada kesempatan itu, pihak BNN Kota Jakarta Utara juga memberikan apresiasi pada pengguna narkoba yang berhasil mengikuti rehabilitasi yaitu Rihana, Ivanovanto, Maulana dan Firdaus sudah memiliki fungsi sosial dan diterima di masyarakat.

Kepala BNN Kota Jakarta Utara, AKBP Yuanita Ameliasari, SE, M.Si mengutarakan momen hari besar dijadikan untuk mengampayekan bahaya narkoba di wilayah Jakarta Utara. “Ini menjadi bentuk keprihatinan kami pada masyarakat yang banyak terjerumus dengan narkoba. Dan, banyak korban penyalahguna narkoba yang belum dan masih ada keraguan untuk merehabilitasi,” ujarnya.

Sebagai kota bisnis, Jakarta Utara memiliki kepadatan penduduk yang tinggi sehingga berpotensi konflik dengan beragam persoalan yang dihadapi masyarakat. Tingkat kepadatan penduduk juga berpotensi masyarakatnya terjerumus dengan obat-obatan terlarang.

Yuanita menambahkan dari data hasil penelitian terkait narkotika ada sekitar 40-50 orang meninggal setiap harinya akibat mengonsumsi narkoba. Tidak menutup kemungkinan di Jakarta utara banyak yang menjadi korban narkoba terutama di perkampungan yang padat penduduk dan kawasan yang memiliki tingkat stress yang tinggi sehingga mereka menggunakan narkoba.

Untuk itu, BNN Kota Jakarta Utara juga melakukan gerakan massif dalam mengampayekan bahaya narkoba. Di Jakarta Utara ada 50 rewalan narkoba yang sudah dilantik dari beberapa kecamatan yang sudah dipilih ada dari kelurahan Marunda, Cilincing dan Tanjung Priuk. Dan masing-masing kelurahan mempunyai kader dengan keterampilan dan keahlian masing-masing untuk mengampayekan bahaya narkoba di lingkungannya.

Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi DKI Jakarta, Diah Setia Utami menyampaikan peringatan dua hari besar HANI 2017 dan HUT RI ke-72 menjadi momen untuk menggerakan seluruh masyarakat turut mengampayekan bahaya narkoba. Dalam hal ini, pihaknya ingin visi sebagai penggerak dan berkontribusi pada program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dapat terwujud.

“Acara hari ini melibatkan berbagai komponen masyarakat dengan harapan awareness pada masalah narkoba terus meningkat. Karena masalah narkoba bukan masalah pemerintah dan bukan masalah organisasi tertentu tetapi masalah bersama yang semua elemen bisa berpartisipasi dan berkontribusi menangani masalah narkotika di Indonesia khususnya di wilayah Jakarta Utara,” ucapnya.

Dukungan dari Berbagai Elemen

Upaya yang dilakukan BNN Kota Jakarta Utara dalam mengampayekan bahaya narkoba juga mendapatkan sambutan baik dari berbagai elemen masyarakat. Terlihat banyak pihak yang terlibat pada acara dengan tema “Merdeka tanpa Narkoba yang digelar di Kelapa Gading. Salah satunya dari Komunitas Motor gede, Anak Elang Harley Davidson Indonesia. Bahkan komunitas yang memiliki 5000 anggota sepakat untuk melakukan komitmen membantu BNN Kota Jakarta Utara turut mengampayekan bahaya narkoba ke masyarakat.

Suherli, Director HOG-Anak Elang Harley  Davidson Indonesia mengatakan pihaknya terdorong untuk terlibatan di acara BNN Kota Jakarta Utara untuk memberikan dukungan pada BNN untuk mengampayekan bahaya Narkoba.

Pada kesempatan itu, komunitas Anak Elang Harley Davidson Indonesia menandatangani komitmen Anti Narkoba dengan BNN Kota Jakarta Utara. “Pihaknya sadar narkoba menjadi musuh besar dan bahaya bagi generasi muda. Terutama sebagai biker sadar bahwa berkendara harus selalu dalam keadaan sehat dan tidak dalam pengaruh alkohol dan narkoba,” kata Suherli.

“Kami tidak henti-hentinya saling mengingatkan pada anggota bahwa narkoba sangat merusak tubuh dan sudah banyak contoh korban narkoba yang sakit bahkan meninggal akibat mengonsumsi narkoba. Komitmen ini harus dijalankan bersama supaya tidak terjerumus pada narkoba,” tambah Suherli saat ditemui usai penandatangan komitmen, di lokasi acara.

Selain dari komunitas, dukungan kampanye bahaya narkoba juga disampaikan oleh public figure yang saat itu hadir yaitu Dewi Motik. “Sejak remaja saya sudah tahu kalau narkoba dapat merusak fisik (tubuh) bahkan dapat merusak generasi bangsa,” ujar Dewi Motik.

Kehadiran ketua GRANAT Kota Bekasi, Imam Maliki Ralibi yang sudah eksis pada program pencegahan narkoba di kota-kota di Indonesia sejak 1997 juga memberikan dukungan kampanye bahaya narkoba. “Setiap ada kegiatan pencegahan narkoba ada kesempatan selalu hadir,” ucapnya.

“Narkoba sangat berbahaya dapat merusak fisik, jika sudah kecanduan bisa mengakibatkan kematian. Yang lebih menakutkan narkoba menjadi ancaman bagi generasi  muda. Tanpa narkoba dengan sistem pendidikan kurang baik saja sulit untuk mengejar ketertinggalan dengan Negara tetangga. Apalagi ditambah mengonsumsi narkoba makin sulit untuk mengejar. Sulit untuk bangkit,” tambah Imam.

Kehadirnnya secara pribadi dan mewakili GRANAT, Imam memberikan dukungan penuh atas upaya dari BNN Kota Jakarta Utara pada program pencegahan penyalahgunaan obat terlarang yang sudah banyak memakan korban. Selama ini GRANAT lebih banyak melakukan program pencegahan. Salah satunya melakukan penyuluhan untuk memberikan pemahaman pada generasi muda akan bahaya narkoba. (wiji/wawan)

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba – Dalam rangka memberikan pembekalan bagi 2.700 mahasiswa baru tentang bahaya narkoba, Universitas Trisakti  Jakarta tahun akademik 2017/2018 bekerja sama dengan BNN menyelenggarakan penyuluhan anti Narkoba disela-sela penyambutan mahasiswa baru hari minggu 20 Agustus 2017.

Hadir sebagai narasumber Deputi Bidang Pencegahan BNN Drs. Ali Johardi SH, yang mengangkat tema “Bahaya dan Pencegahan Narkoba”. Ia mengemukakan, untuk menjadi sukses ada tiga aspek kecerdasan yang harus dimiliki secara seimbang, yakni kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Ketiga hal ini hanya dapat diperoleh jika seseorang tidak mengonsumsi narkoba.

Ali mengatakan, guna mencegah penyebaran, pengedaran, dan penggunaan narkoba khususnya di kalangan mahasiswa, kampus serta lingkungan harus berperan aktif secara bersama-sama dan berkesinambungan dalam berbagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Langkah yang diambil dalam upaya pencegahan ini dengan membentuk, menetapkan, dan mengukuhkan Satgas Antinarkoba. Namun yang tak kalah penting adalah kerja sama dengan berbagai elemen dalam kampus itu, seperti dosen, karyawan, Badan Eksekutif Mahasiswa, satpam, dan para mahasiswa kampus tersebut. (andin/wawan)

#stopnarkoba

Page 7 of 15
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…