yono

yono

Page 4 of 15

Jakarta - Cegahnarkoba, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) mengunjungi Social Media Center (SMC) di Badan Narkotika Nasional (BNN), lantai 3 Rabu (4/7/2018). Kunjungan tersebut dalam rangka menjalin kerjasama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

LSM BERSAMA memiliki Visi yaitu terwujudnya masyarakat dan bangsa Indonesia yang sejahtera, maju berprestasi tinggi dan bersih dari narkoba.

Saat melakukan kunjungan, Ketua LSM BERSAMA Putera Astama didampingi oleh Kepala BNN Heru Winarko dan Deputi Pencegahan BNN, Ali Johardi. Pada kesempatan itu Putera Astama mengapresiasi teknologi (SMC) yang dimiliki oleh BNN khususnya dalam diseminasi informasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat.

Selain itu, Putera Astaman mengajak seluruh komponen bangsa untuk melawan penyalahgunaan narkoba.

“Saya mengajak semua warga bangsa untuk perang melawan narkoba. Narkoba dapat menurunkan kualitas bangsa dan Indonesia akan menjadi bangsa yang tertinggal” ujarnya

Khusus kepada generasi muda Putera Astama berpesan agar tidak kompromi dengan narkoba. Sekali mencoba narkoba maka selamanya akan terjerumus dalam kepahitan hidup tandasnya.

Diakhir kunjungan, LSM BERSAMA melakukan sesi foto bersama melalui aplikasi mesin selfie yang disiapkan oleh seksi media online dan memberikan pernyataan melalui Radio Cegah Narkoba Streaming Radio (CNS).

(Oscar)

#HANI2018 #ListenFirst #WorldDrugDay #stopnarkoba #cegahnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba – Kejahatan narkoba dan korupsi merupakan dua kejatahan luar biasa dan merupakan kejahatan yang membutuhkan penanganan ekstra. Buka hanya pada wilayah penegakan hukum tetapi juga pada konteks edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba maupun bahaya tindak pidana korupsi.

BNN dan KPK yang dalam hal ini merupakan Vocal Point permasalahan narkoba dan koruspi di Indonesia sudah seharusnya memiliki kepentingan bersama dalam menyelamatkan anak bangsa dari ancaman dua kejahatan tersebut. Pada konteks pencegahan, edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara masif. Kedua kejahatan ini melibatkan mental dari penyalahguna maupun pelaku tindak pidana nya. Pemahaman yang benar akan bahaya penyalahgunaan narkoba di masyarakat menjadi poin penting keberhasilan pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba. Demikian pula kesadaran akan bahaya tindak pidana korupsi juga merupakan poin penting yang tidak bisa kita lupakan. Berangkat dari kondisi tersebut, maka kersama yang kuat antar dua lembaga tersebut menjadi sangat penting.

Sebagai langkah nyata, BNN melalui Direktorat Advokasi, Deputi Bidang Pencegahan BNN melakukan langkah sinergitas bersama KPK dan melakukan pembahasan terkait langkah nyata yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak.

Dilaksanakan pada Senin, 4 Juni 2018 bertempat di gedung KPK, Kuningan Jakarta, Tim BNN menjelaskan beberapa hal antara lain terkait konten serta media pencegahan yang selama ini telah dimiliki BNN untuk dapat disinergikan dengan media serta konten yang selama ini dimiliki oleh KPK. “konten tersebut nantinya  akan dimasukan kedalam materi penyuluhan bahaya narkoba dan korupsi”, Ujar Dea Rhinofa, Kasi Instansi Pemerintah, Deputi Bidang Pencegahan BNN.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa BNN sampai saat ini telah mengoptimalkan penggunaan berbagai media sebagai sarana edukasi, salah satunya dengan metode story telling, serta game edukasi di playstore serta media ios maupun melalui media streaming.

Pada kesempatan terpisah, Koordinator Pendidikan Masyarakat KPK, Ariz Dedy Arham menyampaikan bahwa bahaya narkoba dan korupsi merupakan kejahatan yang terorganisasi, hal ini di atur dalam Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pengesahan Konvensi PBB Menentang Tindak Pidana Transnasional yang Terorganisasi, di Kantor Badan Pengembangan Pemberdayaan SDM Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin 25 Juni 2018. Dalam kesempatan tersebut, kedua perwakilan lembaga (KPK dan BNN) berharap melalui peningkatan kapasitas SDM yang dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Pengembangan SDM Kesehatan bagi aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan mempunyai integritas yang tinggi dalam mencegah bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta korupsi. (Yul).

#HANI2018 #ListenFirst #WorldDrugDay #stopnarkoba #cegahnarkoba

World Drug Report 2018 (WDR 2018) adalah rujukan update kondisi dan situasi terkini dari anggota PBB yang dihimpun dari laporan ARQ (Annual Report Questionairre) semester dan tahunan ditiap negara termasuk BNN.

Data dalam laporan ini memotret kondisi tahun lalu yang bisa dijadikan estimasi untuk kebijakan P4GN di setiap negara. Naik dan turunnya kondisi penyalahgunaan narkotika akan mengubah kebijakan dan strategi suatu negara untuk menghadapinya.

Laporan UNODC yang di sampaikan oleh Collie P. Brown Country manager (UNODC Indonesia). Terjadi peningkatan pengguna narkoba khususnya bagi anak muda. Disampaikan oleh UNODC bahwa 4 (empat)dari 10 (sepuluh) anak muda di seluruh dunia yang berusia kurang dari 25 tahun sudah menjadi penyalahguna narkoba.

Sementara itu pengguna perempuan juga mengalami peningkatan daripada pengguna laki-laki. Jumlah tahanan perempuan mencapai 714.000 orang. Disebutkan juga bahwa perempuan mengalami resiko gangguan lebih tinggi daripada laki-laki.

Penggunaan narkoba jenis kokain mengalami tren peningkatan di Asia Tenggara. Hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan dan permintaan secara keseluruhan terhadap kokain, yang kemudian menciptakan pasar-pasar baru di kawasan ini.

Ancaman penyelundupan narkoba di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, tak bisa dilepaskan dari keberadaan sindikat narkoba di  golden triangle (segitiga emas), yang meliputi negara Thailand, Laos, dan Myanmar. Penyelundup dari tiga negara ini memang secara aktif mengedarkan narkoba, khususnya jenis kokain dan heroin.

Oleh karena itu perlu penanganan dengan cara menekan prevalensi penyalahguna narkoba sehingga pasar penyalahguna narkoba tidak berkembang. Kawasan Golden Triangle (segitiga emas) perlu ditangani karena merupakan pemasok narkotika jenis sabu dan heroin.

Indonesia yang diwakili oleh Deputi Rehabilitasi, Diah Setia Utami melaporkan tentang kondisi penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Prevalensi pengguna menunjukan penurunan dari 2,2 persen tahun 2014 menjadi 1,7 persen pada tahun 2017.

Pada bidang rehabilitasi Indonesia memiliki pusat Rehabilitasi yang terletak Lido Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara.

Untuk melindungi generasi muda, permasalahan narkoba sudah dimasukan dalam kurikulum mulai tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.

Yang menjadi permasalahan adalah meningkatnya jumlah pengguna perempuan.  Di indonesia presentase pengguna perempuan mengalami kenaikan, dimana pada tahun 2014 sebesar 14 persen kemudian mengalami  peningkat 22,5 persen  ditahun 2017.

Sedangkan faktor penyalahgunaan pada anak muda  dimulai dari ketidaktahuan mereka tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Pengawasan orang tua yang longgar menyebabkan anak muda mencoba menggunakan obat batuk atau lem (termasuk obat keras) untuk merasakan sensasi euforia. (osc/ilham)

#HANI2018 #ListenFirst #WorldDrugDay #stopnarkoba #cegahnarkoba

Salah satu segmen masyarakat yang menjadi perhatian BNN dalam penyebarluasan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba adalah anak usia dini. Hal ini bertujuan untuk melindungi mereka dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kasubdit Media Elektronik, Direktorat Diseminasi Informasi BNN, Tri Tjahyono mengatakan saat ini ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba sudah mengancam anak-anak usia dini. Oleh karena itu perlu langkah-langkah untuk melindungi mereka dari penyalahgunaan narkoba ujar Tri.

salah satunya adalah meberikan pembekalan anti penyalalahgunaan narkoba kepada tenaga pendidik usia dini.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Talkshow interaktif  berbasis komunitas keluarga dengan tema “generasi millenial sehat, kuat, hebat  tanpa narkoba" menyasar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (15/5).

Dalam paparannya Tri Tjahyono menyampaikan permasalahan narkoba terutama di kalangan keluarga dan dari sudut pandang pendidik di kalangan anak-anak usia dini.

Menurut Tri, tenaga pendidik harus memiliki pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Hal ini penting agar tenaga pendidik bisa menyampaikan informasi yang benar kepada anak didiknya tentang bagaimana melindungi diri mereka dari penyalahgunaan narkoba.

Hadir pula psikolog anak Vera Itabiliana yang menyampaikan materi pentingnya Parenting Skill kepada para guru-guru dan kepala sekolah HIMPAUDI.

Diharapkan pendidik sebagai pejuang generasi muda mengajak anak didiknya untuk menanamkan kegiatan yang positif  untuk melindungi mereka dari penyalahgunaan narkoba" (Edit Oscar)

#cegahnarkoba

#stopnarkoba

Sejak pukul 03.30 WIB dinihari geliat aktivitas di pesantren Al Iman sawangan elok kota Depok telah dimulai. Terlihat sosok seorang pemuda bertubuh tinggi dan berkulit putih melaksanakan shalat Tahajud dan muroja'ah atau mengulang hafalan di mushola pesantren tersebut. Dona, nama pemuda tersebut adalah salah satu santri program tahfidz yang berasal dari Jambi. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya di pertengahan tahun 2017, pemuda 25 tahun ini melanjutkan program menghafal Al-Qur’an selama 2 tahun atas saran guru ngajinya di Jambi.

Ditemui di pesantren Al-Iman, Dona menceritakan bagaimana perkembangan penyalahgunaan narkoba di Jambi sudah marak terjadi, bahkan beberapa teman yang dikenalnya juga ikut sebagai pecandu narkoba. Dona amat bersyukur dengan kesibukannya di pesantren ini sehingga dapat mencegah dirinya dari godaan untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Ia berpesan kepada seluruh pemuda Indonesia terkhusus di Jambi untuk memperbanyak kegiatan positif, terutama dalam hal keagamaan. Karena waktu yang dihabiskan dalam kegiatan keagamaan jauh lebih berkah dan akan mendatangkan kebaikan.

Sobat cegah, dalam menolak perilaku penyalahgunaan narkoba hendaklah dimulai dari diri sendiri. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menyibukkan diri melalui hobi atau kegiatan bermanfaat lainnya. Apa yang dilakukan oleh Dona adalah salah satu dari sekian banyak kegiatan positif yang dapat kita lakukan. Karena kita tidak tahu kapan dan bagaimana datangnya godaan untuk melakukan penyalahgunaan narkoba.

Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa akan membentuk pribadi yang kuat dan penuh motivasi untuk menjaga perilaku sesuai perintah yang telah ditetapkan. Seseorang yang sadar bahwa hidup ini hanya sementara dan setiap detik yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban maka tentu akan berpikir untuk melakukan perbuatan yang sia-sia. Sudah saatnya pemuda Indonesia berpikiran maju ke depan untuk mengisi kemerdekaan sesuai dengan harapan dan cita-cita para pahlawan terdahulu yaitu hidup merdeka tanpa penjajahan, termasuk merdeka dari ancaman narkoba.

#cegahnarkoba  #stopnarkoba

* Penulis : Helmi Murvikal (Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, BNNK Gayo Lues, Aceh)

Jakarta, Cegahnarkoba - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan 20 Kg Narkoba jenis sabu di Lampung dan Riau. Kepala BNN Komjen. Pol. Heru Winarko,  saat konferensi pers di kantor BNN RI (26/04/2018) menyampaikan bahwa penyelundupan sabu ini berasal dari Malaysia yang dilakukan oleh tiga WNI berinisial ZA, FAS dan MA. Lebih lanjut  beliau menyatakan bahwa narkoba masih ada dan dikirim dari luar melalui jalur perairan menggunakan speedboat. Penangkapan ini merupakan kerjasama dari BNNP Riau dan BNNP Lampung. Keberhasilan pengungkapan ini berkat adanya peran serta aktif masyarakat dalam memberikan informasi kepada BNN mengenai tindak kejahatan narkoba.

Saat ini wilayah Lampung dan Perairan Riau kerap dijadikan pintu masuk peredaran gelap narkoba ke Indonesia melalui pelabuhan dan jalur darat. Sindikat narkoba sering memanfaatkan longgarnya pengamanan di sepanjang perairan Indonesia untuk memasukan narkoba dari Luar Negeri. Bahkan disinyalir terdapat beberapa pelabuhan tikus yang menjadi titik lokasi masuknya narkoba di Indonesia.

Maraknya kasus peredaraan narkoba seperti ini memerlukan upaya lebih kuat dalam hal pencegahan. Diantaranya dengan dilakukannya penguatan pengawasan perairan untuk mencegah masuknya narkoba dari Luar negeri. Selain itu juga diperlukan upaya peningkatan kewaspadaan terhadap segala bentuk peredaran bahan-bahan berbahaya yang ada di sekitar kita khusususnya di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat pada umumnya. Masyarakat juga harus senantiasa  mengikuti dan memahami perkembangan informasi yang berkaitan dengan kejahatan narkoba. Oleh karenanya BNN bersama masyarakat akan terus secara masif melakukan pencegahan peredaran narkoba. (Ade, Kiki, Helmi, Hendrik, Rina).

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Page 4 of 15
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…