Friday, 05 October 2018 03:43

Kenali Bahaya Kecanduan Rokok Elektrik

Beredarnya rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan sebutan Vape, menjadi incaran para perokok khususnya anak muda. Mereka menganggap bahaya rokok elektrik lebih ringan dibanding rokok tembakau.

Pada awalnya rokok elektrik dikeluarkan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah perokok tembakau aktif yang kemudian diharapkan mampu membuat mereka berhenti merokok. Namun ternyata rokok elektrik juga tak kalah bahaya dibanding rokok tembakau.

Sesuai namanya, rokok elektrik berbentuk tabung dengan baterai yang dapat diisi ulang dengan cara di-charge. Ada pula pipa kecil tempat menaruh cairan sebagai pengganti tembakau bakar. Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan zat cair yang mengandung perisa serta varian aroma buah-buahan.

Uap yang dihembuskan usai menghisap rokok elektrik mengandung zat kimia yang dapat menyebabkan penyakit asma, kanker paru-paru, membuat mata iritasi dan juga mencemari udara. Lagipula, uap yang dihasilkan dari vape lebih banyak dibanding asap rokok tembakau, sehingga efek negatif juga akan dirasakan orang yang berada di sekitar perokok.

Meskipun beberapa rokok elektrik dilabeli dengan “nicotin-free”, tak jarang, zat cair yang digunakan dalam vape juga mengandung nikotin dan senyawa kimia lainnya yang dapat menyebabkan kecanduan, masalah jantung dan tekanan darah.

Selain uap dan cairan yang membahayakan kesehatan, logam pada baterai rokok elektrik dapat meledak karena daya panas yang tinggi. Terdapat beberapa kasus ledakan vape yang menyebabkan luka bakar pada wajah korbannya.

Baik rokok tembakau ataupun rokok elektrik nyatanya memiliki efek samping yang sangat membahayakan. Himbauan tentang bahaya merokok sangat penting disosialisasikan kepada seluruh masyarakat, khususnya anak muda, ibu hamil dan menyusui. Dampak negatifnya tak hanya mengancam kesehatan diri sendiri tapi juga perokok pasif di sekitarnya. (Asri)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Read 48 times Last modified on Friday, 05 October 2018 04:14
Login to post comments
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…