BNN HARUS DIDUKUNG SELURUH MASYARAKAT

0
28

Selasa, 12 November 2013, JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto menginstruksikan kepada para kader dan calon anggota legislatif partainya untuk menjadi agen-agen bagi masyarakat dalam upaya penanggulangan narkotika, “Setiap caleg Hanura  di seluruh Indonesia, saya minta  melakukan sosialisasi pencegahan narkoba  dengan membantu memberikan pengarahan kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang bahaya narkoba, BNN harus didukung oleh seluruh masyarakat,” kata Wiranto, dalam diskusi interaktif dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di DPP Partai Hanura, Jakarta Senin (11/11).

Sementara itu, Kepala BNN, Anang Iskandar menekankan, bahwa partai politik juga dapat berperan serta dalam penanganan narkoba,“Selain telah diamanatkan dalam undang-undang narkotika dalam pasal peran serta masyarakat, peran partai politik juga menjadi salah satu resolusi Sidang Umum PBB tahun 1998 dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata Anang.

Lebih lanjut Anang mengungkapkan, berbagai data dan permasalahan narkoba yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini harus membangkitkan kesadaran bersama seluruh pemangku kepentingan bahwa pengguna narkoba harus direhabilitasi bukan dipenjara,“Penjara telah menjadi tempat para pecandu melanjutkan kebiasaannya menyalahgunakan narkoba,” ujar Anang.

Menurut Anang, dekriminalisasi dan depenalisasi menjadi alternatif yang harus dijalankan untuk menangani permasalahan narkoba yang saat ini seolah terus meluas. Namun, permasalahan lanjutan adalah masih kurangnya fasilitas rehabilitasi yang ada di Indonesia baik yang dimiliki oleh pemerintah ataupun swasta, “Jumlah masyarakat kita yang terlanjur telah memakai narkoba sebanyak 4 juta orang. Bila tidak direhabilitasi akan menjadi pasar yang tetap terbuka dan membuka peluang bagi sindikat narkoba,” ujar Anang.

Menyikapi hal ini, Anang berharap adanya kesediaan seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya para pejabat pemerintah daerah namun juga seluruh lapisan masyarakat untuk mau memberikan perhatian serius dalam penanganan narkoba. Hal ini bisa dilakukan mulai dari sisi pencegahan, pemberdayaan masyarakat maupun pemberantasannya.

Menanggapi pertanyaan peserta diskusi mengenai perbedaan paradigma antara BNN dengan Polri dalam penanganan pecandu, Anang menyampaikan bahwa hal itu merupakan dinamika dalam penerapan undang-undang,“Ibarat orang yang bersaudara dalam suatu keluarga, antara kakak dan adik, bisa saja terjadi perbedaan pendapat tetapi bukan menjadi perpecahan. Kita tetap mensosialisasikan paradigma ini ke semua pemangku kepentingan,” ujar Anang.

Wishnu Dewanto, Ketua Umum DPP Pemuda Hanura yang hadir dalam diskusi tersebut menekankan komitmen kelompok pemuda untuk berperan dalam penanganan narkoba,“Kami dari Pemuda Hanura siap secara kongkret bekerjasama dengan BNN di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi nyata pencegahan bahaya narkoba,” ujarnya. (pas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here